
Tiara menatap Romi dengan tatapan kesal, karena pernah mendengarkan curhatan Alma. Alma bilang Romi tukang selingkuh, dan Tiara sangat jijik pada hal itu.
"Bahkan saat ini Mbak Alma sedang hamil," Tiara ikut angkat bicara.
Deg!
Jantung Romi seakan berhenti berdetak. 'Hamil?' batin Romi tidak percaya.
"Al, apa benar yang dia katakan?"
Alma mengangguk. "Berkat kesabaran, doa dan usaha ku dengan Mas Rendra, akhirnya aku hamil Mas.."
Romi menatap perut Alma yang sedikit membuncit. Ada rasa bahagia tersendiri du hatinya saat melihat wanita pertama yang sangat dia cintai akhirnya hamil.
"Selamat sekali lagi, Al. Pernikahan kamu dan Rendra akhirnya lengkap dengan bayi yang akan hadir di tengah-tengah kalian.." ucap Romi dengan lirih.
"Meskipun aku tidak hamil, Mas Rendra tidak banyak menuntut Mas.." perkataan Alma serasa menyindir Romi.
Alma menatap mobil pick up yang berada di belakang Romi. "Kamu kenapa nyetir pick up, Mas? Apa kamu gak kerja?"
"Ini aku sedang bekerja, Al. Aku sudah di pecat dari perusahaan.."
"Kok bisa?" tanya Alma kaget.
"Itu semua karena Leni. Aku di pecat dari perusahaan karena ketahuan korupsi, dan sekarang perusahaan manapun gak ada lagi yang mau menerima ku. Maka dari itu, aku memutuskan bekerja seperti ini. Yang penting halal dan mendapatkan uang.." sahut Romi kesal saat mengingat kelicikan Leni.
"Leni? Istri siri kamu itu?" ujar Alma spontan.
Romi menatap Alma dengan tatapan heran. "Al, dari mana kamu tau kalau Leni itu istri siri ku?"
Alma terdiam. Dia merutuki mulutnya yang tiba-tiba bicara tanpa rem itu. 'Astaga.. Kenapa aku bisa keceplosan??' batin Alma.
"Al, jawab aku. Dari mana kamu tau?"
"Aku, aku tau dari Lisa." ujar Alma jujur. Toh Romi sekarang sudah mendapatkan ganjaran atas segala kesalahan yang pernah diperbuat.
__ADS_1
"Lisa? Lisa menemui mu?" Romi menatap wajah Alma dengan intens.
Alma mengangguk.
"Dimana dia sekarang, Al? Katakan padaku. Aku ingin meminta maaf padanya. Aku sudah menyesal, Al.. Aku benar-benar menyesal.." lirih Romi sedih.
"Maaf, Mas. Aku tidak bisa memberitahu kamu dimana Lisa saat ini." Alma menjeda ucapannya. Dia mengambil nafas dan menghembuskan secara perlahan. "Aku tidak sengaja bertemu Lisa di jalan, saat dirinya kabur dari mu. Dan kamu tau Mas apa yang paling menyedihkan? Dia pergi dalam keadaan mengandung. Mengandung anakmu!" ucap Alma merasakan kekesalan lagi saat mengingat kesedihan Lisa.
JDERRR!!!!
Bagai tersambar petir di siang bolong. Mulut Romi terkunci rapat.
'Dia pergi dalam keadaan mengandung, Mas. Mengandung anakmu!' ucapan Alma yang Romi cerna.
"M-maksud kamu.. Lisa, Lisa hamil?"
Alma mengangguk. "Ya, dia hamil dan dia tidak memberitahu padamu karena istri siri mu yang jahat itu. Lisa takut terjadi sesuatu dengan kandungannya, dia takut istri siri mu itu akan menyakiti bayi kalian.."
Romi terdiam. "Lisa.." lirih Romi memanggil nama Lisa.
Romi terdiam dengan air mata yang mengalir di pipinya, dia terus mendengarkan ucapan Alma tanpa berniat menjawab sedikitpun. 'Aku bersalah.. Aku adalah pria bodoh, aku gagal menjadi suami yang baik dan aku gagal menjadi seorang Ayah.. Ya Allah begitu besar dan banyaknya kesalahan ku. Lisa,, aku sangat merindukanmu..' Romi berbalik arah, dia melangkahkan kakinya tanpa arah yang menentu hingga...
"MAS ROMI AWASSSS!!!!!!!!!" teriak Alma kuat, tetapi naas. Mobil dengan cepat melaju sehingga menabrak tubuh Romi.
Romi terpental ke aspal, saat ingin menutup mata dia sempat mengatakan satu kata.
"Lisa,"
Kata itulah yang keluar dari mulut Romi. Setelah mengatakan hal itu, mata Romi langsung terpejam, jalanan macet karena mobil yang berhenti tidak bisa lewat akibat badan lemah Romi yang di penuhi darah menghalangi laju kendaraan mereka.
"MAS ROMIIIIIIII!!!!!!!!" teriak Alma kencang dan berjalan cepat ke arah Romi, di ikuti oleh Tiara yang berada di belakang Alma.
"Mbak, pelan-pelan.." ucap Tiara namun tidak dihiraukan oleh Alma.
"Mas, bangun Mas...." Alma menepuk pelan wajah Romi. Dia menatap mobil yang berjajar memadati jalanan aspal itu.
__ADS_1
"SESEORANG TOLONG MAS ROMI.. APA KALIAN TIDAK PUNYA RASA KASIHAN??" bentak Alma histeris. Dia tidak tega melihat tubuh lemah Romi yang hanya di biarkan tergeletak begitu saja.
Beberapa pengendara mobil keluar dari mobil mereka.
"Ayo bantu," ucap salah satu pengendara.
"Masukkan saja ke dalam mobil ku," balas satunya lagi.
Alma mengikuti kemana tubuh Romi di bawa. Dia ikut masuk ke dalam mobil seseorang yang ingin membawa Romi ke rumah sakit.
"Ra, jika Mas Rendra bertanya dimana Mbak, katakan saja Mbak sedang berada di rumah sakit.." ucap Alma terisak lalu langsung menutup pintu mobil.
Mobil pun melaju menuju rumah sakit terdekat.
Di dalam mobil.
"Mas.. Aku mohon bertahanlah.. Apa kamu tidak ingin melihat Lisa dan anak kamu? Aku akan memberitahu dimana mereka, tetapi aku mohon kamu harus kuat.." Alma menatap seorang pria yang menyetir mobil dan dirinya memegang tangan Romi. "Pak, tolong cepat sedikit.." perintah Alma kepada seseorang yang menolong Romi. Sedangkan mobil yang menabrak Romi, mobil itu sudah pergi melarikan diri.
"Baik, Bu.." sahut pria itu dengan menancap gas mobilnya dengan kecepatan sedang.
•
•
•
**TBC.
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN KOMENTARNYA..
TERIMAKASIH 😘**
__ADS_1