Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 77. PCA


__ADS_3

Lisa yang sangat bahagia membukakan pintu untuk menyambut Romi dan dia ingin memberitahukan kabar gembira kehamilannya pada Romi.


Cklek!


Pintu terbuka.


Senyuman yang tadi menghiasi bibir Lisa perlahan surut, karena melihat sang suami yang pulang ke rumah dengan menggandeng seorang wanita.


Dengan santai Romi dan sang wanita masuk ke dalam rumah. Sementara Lisa yang saat itu masih berada di ambang pintu, terlihat tidak dianggap. Tangan Lisa gemetaran, matanya memerah menahan emosi dan sakit hati yang dia rasakan.


Lisa menghembuskan nafas pelan dan berusaha menetralkan emosinya. Dia berjalan ke arah sofa, menyusul Romi yang tengah bergurau dengan wanita asing itu.


'Kamu benar-benar raja tega, Mas! Kamu tega bersenda gurau dengan wanita lain di depan istrimu sendiri..' batin Lisa bersedih.


"Mas.." Lisa memanggil Romi dengan lirih.


Gurauan Romi dan wanita di sampingnya terhenti. Mereka berdua menatap ke arah Lisa.


"Mas, si---" belum selesai Lisa berbicara, Romi sudah menyelanya.


"Lisa, tolong buatkan minum untuk Leni." Romi menatap Leni. "Kamu mau minum apa sayang?" Romi bertanya dengan nada lembut.


"Aku mau Jus jeruk aja," ucap Leni manja.


"Lis! Kamu dengarkan, dia ingin minum Jus jeruk. Cepat buatkan, dua. Untuk aku satu, dan Leni satu," ujar Romi tanpa memikirkan perasaan Lisa saat ini.


Lisa terkejut dengan apa yang Romi katakan. "Mas! Aku ini istrimu, bukan pembantu." ujar Lisa tidak terima.

__ADS_1


Leni hanya tersenyum sinis mendengarkan ucapan Lisa.


"Sebelum kamu menjadi istriku, kamu kan dulu pembantu di rumah ini. Sudahlah! Gak usah kebanyakkan drama, cepat kamu ke dapur dan buatkan Jus untuk kami berdua," ujar Romi memarahi Lisa.


Lisa menggelengkan kepala. Dia segera ke dapur untuk membuatkan Jus.


Beberapa menit kemudian.


"Ini Jus nya." Lisa meletakkan nampan berisi dua gelas Jus jeruk di atas meja.


Tangan Leni terulur untuk mengambil gelas berisi Jus itu. "Ngapain kamu masih disini? Udah sana pergi! Bikin hancur mood ku saja," Leni tidak jadi mengambil gelas. Dia kembali duduk dengan bersidekap dan wajah yang di tekuk.


Romi yang melihat Leni seperti itu langsung menatap Lisa. "Apa kamu sekarang tuli, Lisa? Apa kamu tidak dengar apa yang Leni katakan? Pergi dari meja ini, tunggu apalagi!." Romi pun mengusir Lisa.


Lisa menatap Romi dengan tatapan tidak percaya. "Inikah kenyataan maaf kamu lima bulan yang lalu, Mas?" setelah lelah menahan kesabarannya, akhirnya Lisa membuka suara.


"Sudahlah! Tidak perlu basa-basi dan memasang wajah penipu mu itu." Romi merangkul pundak Leni.


"Dia? Dia istri kedua ku, yang berarti madu mu. Kamu harus bisa baik dengannya, dan aku harap kalian bisa akur." ucap Romi santai dan tersenyum ke arah Leni.


Mata Lisa sudah berembun, buliran bening satu persatu jatuh menetes di pipi mulus Lisa. "Istri? Maduku? Kamu! Kenapa kamu melakukan ini padaku, Mas?"


"Udahlah Lisa, terima aja kenyataan. Dia sudah menjadi istriku, dan kenyataan tidak dapat di ubah."


"Siapa bilang kenyataan tidak dapat di ubah? Jika kamu menceraikan perempuan itu, maka kenyataan pasti akan berubah, Mas. Aku tidak mau dimadu, TIDAK MAU!" bentak Lisa meluapkan kekesalannya.


"Terserah kamu mau bicara apa Lisa. Jika kamu tidak terima, maka kamu bisa pergi dan kita bercerai." ucap Romi menatap Lisa sekilas.

__ADS_1


"Jadi kamu lebih memilih dia, Mas?" Lisa menunjuk Leni.


"Tentu. Karena dia pilihan Mama ku, dan kedua orang tua kami sudah merestui. Jadi tentu saja aku lebih memilih Leni dibandingkan kamu,"


Leni tersenyum menang. "Ayo! Pergi dari sini. Jika kamu tidak mau menerima kehadiranku, maka kamu bisa angkat kaki dari rumah ini dan bercerai dari Mas Romi.."


Lisa hanya bisa diam saja. Dia bimbang antara bertahan ataupun bercerai.


'Jika aku harus bercerai, bagaimana nasib ku dan bayiku? Aku tidak mau orang di kampung mencemooh keluargaku. Dan jika aku memilih bertahan, maka aku tidak sanggup untuk di madu..' batin Lisa bingung.


"Heh! Kok malah diam? Kamu beneran tuli ya?" Leni membuyarkan lamunan Lisa.


Tanpa berkata apapun lagu, Lisa langsung beranjak pergi dari ruang tamu menuju kamarnya. Dengan sedikit berlari Lisa menaiki anak tangga, air mata terus mengalir di pipinya.


'Ya Allah, tolong bantu aku. Apa yang harus aku lakukan??' Lisa terisak sambil terus berlari ke kamar.





**TBC.


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA BESOK..

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA 🌹


terimakasih 😘**


__ADS_2