
Akmal dan wanita yang tadi dia temui masih saling diam dan saling tatap.
'Apa yang harus aku lakukan? Baru juga sampai di kota ini, udah buat masalah aja sih kamu Ra..' batin wanita itu.
Sepertinya keberuntungan berpihak kepada wanita itu. Dia tersenyum dan kemudian..
"Tolong!!! Ada rampok tolong!!! Lelaki ini ingin merampok koper ku!! SIAPAPUN TOLONG AKU!!!" teriak wanita itu kala melihat ada beberapa sepeda motor dan mobil yang hampir sampai di tempat dirinya dan Akmal berdiri.
Akmal terkejut, dia tidak menyangka perempuan di depannya saat ini sangatlah licik. Akmal melepaskan koper wanita itu, dia mulai bingung karena pengendara yang mendengar teriakan sang wanita berhenti.
'Kurang ajar! Pintar sekali perempuan ini, bukannya minta maaf, malah memfitnah aku adalah rampok.' batin Akmal kesal.
Akmal menatap wanita itu lagi. "Urusan kita belum selesai, udah salah bukannya minta maaf malah teriak-teriak! Awas kalo jumpa lagi." Akmal menunjuk wanita itu dan berbalik badan menuju motornya.
Sang wanita pun hanya diam saja dan santai saat melihat Akmal marah seperti itu. Dia mengelus dada karena motor gede milik Akmal sudah melaju pergi. "Untung deh tuh orang mau pergi. Sial banget, baru juga sampek udah ketiban apes.." gumam wanita itu pelan.
Para pengendara mobil yang tadi berhenti langsung pergi melajukan kendaraan mereka, karena melihat wanita itu mengatupkan kedua tangan di dada yang artinya terimakasih.
Wanita tersebut pun berjalan dan mencari taksi.
•
•
•
Di rumah Mama Ani.
Tok! tok! tok!
"Assalamualaikum..." seru salam seseorang dari luar rumah sambil mengetuk pintu.
__ADS_1
"Waalaikumsalam! Sebentar!!" teriak Mama Ani menyahut.
Cklek!
Pintu terbuka.
"Tiara?" Ani terkejut sekaligus gembira karena Tiara sudah sampai di rumahnya.
"Budhe.." Tiara mencium takdzim tangan Ani, lalu memeluk tubuh Ani.
"Akhirnya kamu sampai sini juga, nak. Budhe khawatir karena Mbak kamu bilang tadi sambungan telepon tiba-tiba terputus," jelas Ani sambil mengajak Tiara masuk ke dalam rumah.
"Ponsel Tiara lobet, Dhe.." ujar Tiara.
Ani hanya mengangguk. "Budhe telepon Mbak kamu dulu ya? Dia pasti khawatir nyariin kamu.."
Tiara mengangguk.
Saat ini mereka berdua sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Iya, Tiara udah sampai. Kamu pulang sekarang ya? Alhamdulillah dia baik-baik saja."
"Ya sudah, Mama matikan sambungannya.."
Sambungan terputus.
"Gimana Budhe? Mbak Alma dimana?" Tiara bertanya setelah Ani sudah selesai menelepon.
"Mbak kamu baru aja pergi dari Bandara. Dia nyariin kamu, khawatir banget.." Ani melirik sekilas wajah Tiara.
"Duh.. Tiara jadi gak enak nih, Dhe. Ngerepotin Mbak Alma jadinya," ujar Tiara tidak enak hati.
__ADS_1
"Udah lah nak, gak pa-pa. Kamu juga kan baru di kota ini, jadi pasti Mbak kamu khawatir. Kamu udah makan belum?"
Tiara menggeleng.
"Budhe udah masakin makanan banyak untuk kamu. Kamu makan ya?" Ani mengelus pucuk kepala Tiara. Baginya, Tiara itu juga adalah anaknya.
"Tiara mau istirahat aja, Dhe. Makannya nanti nunggu Mbak.."
Ani mengangguk. Dia paham pasti Tiara lelah. "Ya udah, kamu istirahat. Mau di kamar Budhe, Mbak, atau kamar tamu? Terserah kamu mau yang mana.." ucap Ani diselingi senyum.
"Tiara tidur di kamar Mbak aja," Tiara berdiri dari duduk nya. Dia berjalan ke arah kamar Alma guna beristirahat. Dirinya sangat lelah karena harus berjalan, taksi yang dia tumpangi mogok di jalan dan setelah itu dia tidak menemukan taksi lain di jalanan tersebut.
•
•
**Tiara Andira ❤.
•
•
TBC.
HAPPY READING..
SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA ❤.
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA 🤗.
__ADS_1
TERIMAKASIH 😘
papay 👋👋**