
Flashback on.
Ani, Alma dan Rendra beserta Chika telah bersiap untuk datang ke pernikahan Tiara dan Rehan. Akmal yang kala itu ingin pergi bekerja mampir dahulu ke rumah Alma, karena ingin bertanya kabar Tiara yang sudah beberapa bulan tidak kembali ke kota. Selama ditinggal Tiara, Akmal selalu terbayang-bayang wajah Tiara. Dia sangat merindukan itu semua, Akmal merasa seperti separuh nyawanya di bawa pergi oleh Tiara. Dia tidak bersemangat dalam menjalani hari-harinya.
Konyol!
Itulah yang ada di benak Akmal. Tiara seperti membencinya, tetapi dia malah merindukan gadis itu. Gadis yang pernah menimpuk kepalanya menggunakan botol kaleng, meskipun tidak sengaja. Akmal merasa dirinya telah jatuh cinta kepada Tiara.
Akmal sampai di depan gerbang rumah Mama Ani. Dia membuka helm full naked nya, dan menatap ke arah halaman rumah.
"Mau kemana mereka?" gumam Akmal karena melihat rombongan Rendra masuk ke dalam mobil dengan menggunakan pakaian kebaya.
"Seperti ingin menghadiri pesta pernikahan, tapi siapa yang menikah?" gumam Akmal berpikir sendiri.
Mobil Rendra melaju, setelah sampai di gerbang mobil tersebut terhenti karena Akmal yang menyetop nya.
Di dalam mobil.
"Mas, aku keluar dulu ya? Mau menghampiri Mas Akmal." Alma meminta izin terlebih dahulu kepada Rendra.
Rendra mengangguk, dan Alma pun langsung keluar dari dalam mobil.
"Mas!" seru Alma saat sudah berada di dekat Akmal.
"Al, kalian mau kemana?"
__ADS_1
"Kami ingin pergi ke kota S, Mas." sahut Alma.
"Apa ada acara?"
Alma mengangguk. "Acara pernikahan Tiara,"
Seketika Akmal langsung terdiam, bibirnya beku dan lidah nya kelu. Dia terkejut dengan apa yang Alma katakan, bagaimana tidak! Seorang gadis yang dia cintai akan menikah hari ini, apa yang harus Akmal lakukan? Apakah dia harus mengorbankan cintanya lagi? Apa dia harus rela menderita dan kehilangan gadis yang dia cintai?.
"Mas! Mas Akmal." Alma menepuk pundak Akmal.
Akmal tersadar dari lamunannya. Dia menatap wajah Alma. "Apa aku boleh ikut?" satu kalimat yang refleks keluar dari bibir Akmal.
Alma terdiam dan juga menatap Akmal. "Ikut? Bukankah hari ini kamu kerja?"
"Aku tidak perduli. Al, aku datang kesini untuk bertanya tentang kabar Tiara kenapa gak balik lagi ke kota. Dan ternyata aku sudah mendapatkan jawabannya. Aku tidak ingin kehilangan cintaku lagi, Al. Dulu aku sangat mencintaimu, dan Rendra lebih dulu meminang mu. Lalu, apa sekarang aku harus merelakan kebahagiaanku lagi?"
"Apa kamu yakin Tiara juga mencintaimu?"
"Aku tidak tahu, Al. Tetapi aku akan mencobanya, jika Tiara tidak mencintai aku berarti aku harus rela kehilangan dirinya. Yang terpenting, aku harus datang dulu ke rumah Tiara dan bertanya tentang masalah perasaannya untukku." ucap Akmal yakin.
"Nak!! Apa belum selesai? Mama takut acara ijab kabul Tiara sudah selesai. Kita ke sana kan ingin melihat acara ijab kabul Tiara.." teriak Mama Ani.
Alma menoleh kebelakang sejenak. "Sebentar, Ma!" sahut Alma berteriak.
"Ya sudah. Ayo Mas, ikut mobil kami aja. Keburu ijab kabul nya selesai," Alma berjalan ke arah mobil. Sedangkan Akmal, dia memarkirkan motornya di dalam rumah Mama Ani, lalu menutup gerbang dan menguncinya.
__ADS_1
Setelah itu Akmal menyusul masuk ke dalam mobil Rendra. Mobil pun melaju menuju kota S.
Flashback off.
Sekarang disinilah Akmal berada, di kediaman seorang gadis yang beberapa bulan ini selalu berkelebat di pikirannya.
Semua orang menatap Akmal dan Tiara. Rehan menatap Akmal dengan tatapan musuh dan benci.
•
•
Tiara ❤
**TBC.
HAPPY READING..
SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA..
YANG MASIH PUNYA VOTE, BISA BERIKAN KE CERITA ALMAIDA.
__ADS_1
TERIMAKASIH 😘**