Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 49. PCA


__ADS_3

Hari telah berganti. Aktivitas pun di mulai seperti biasa, Alma sedang berada di kantor.


"Huft!" helaan nafas Alma terdengar berat. "Pekerjaan numpuk begini, aku yakin pasti akan lembur." Alma menatap tumpukan kertas di depannya.


"Alma!" panggil Rendra yang sudah berada di depan meja Alma. Karena terlalu lelah, Alma tidak menyadari sang Bos yang telah berada di mejanya.


Alma mendongak.


"Iya Pak?" sahut Alma sambil menatap Rendra.


"Saya lihat pekerjaan kamu pasti banyak. Kamu boleh membawanya ke rumah, dan selesaikan di rumah saja." saran dari Rendra.


Alma terdiam.


"Em.. Saya lembur aja deh Pak. Kalau di bawa pulang, pasti selesainya akan lama.."


"Ya sudah, terserah kamu saja. Saya hanya memberi saran,"


Alma hanya mengangguk. Lagi pula banyak para staf yang lembur, jadi tidak masalah bagi Alma jika dia menyelesaikan pekerjaannya di kantor, itulah pikir Alma.


"Kalau begitu, saya permisi pulang duluan."


Alma mengangguk.


Rendra pun pergi meninggalkan meja Alma .


Setelah Rendra pergi, Alma menyandarkan badannya di kursi.


"Aku harus menelepon Mas Romi, agar dia tidak khawatir.." Alma segera mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.


Dia mulai menghubungi Romi.


Tut! tut! tut!


Panggilan pun tersambung.


📲"Halo, assalamualaikum sayang.." suara Romi dari seberang sana.

__ADS_1


"Waalaikumsalam, Mas.." sahut Alma.


📲"Kamu belum pulang kerja?"


"Aku kayaknya hari ini pulang terlambat deh Mas. Soalnya banyak banget kerjaan yang belum terselesaikan." ujar Alma


📲"Apa kamu tidak bisa membawanya pulang ke rumah?" Romi terlihat keberatan.


"Sebenarnya bisa, dan Bos aku juga menyuruh agar aku mengerjakannya di rumah. Tapi, aku rasa kalau mengerjakannya di rumah pasti akan lama. Makanya aku memutuskan lembur hari ini."


📲"Huft! Ya sudah lah, terserah kamu." Romi menghela nafas berat.


"Mas.. Jangan marah dong," Alma berbicara lembut.


📲"Aku gak marah sayang.. Kamu hati-hati nanti pulangnya ya? Atau, mau ku jemput aja?" tawar Romi


"Gak usah deh Mas. Kamu istirahat aja! Ya udah, aku tutup dulu teleponnya ya? Assalamualaikum.."


📲"Waalaikumsalam.."


Sambungan pun terputus.


Romi menyandarkan badannya di kepala ranjang.


"Aku sebenarnya keberatan jika Alma pulang malam seperti ini. Tetapi aku juga tidak bisa mengekangnya." Romi memejamkan mata sejenak, lalu dia bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi guna membersihkan diri.


Romi juga baru pulang dari kantor, karena saat ini jam menunjukkan pukul 17.30 wib.


***


Pukul setengah delapan malam.


Romi keluar dari kamar guna makan malam. Dia melirik jam dinding terlebih dahulu.


"Jam setengah delapan. Kok Alma belum pulang ya?" gumam Romi saat ingin berjalan ke arah pintu kamar.


Dia hanya menghela nafas pelan, lalu keluar dari kamar menuju meja makan.

__ADS_1


Sesampainya di meja makan.


Romi melihat meja makan yang penuh dengan berbagai menu makan malam.


Romi segera duduk dan mengambil piring. Dia mengedarkan pandangan, mencari Art nya.


"Kemana Lisa?" gumam Romi. "Lis! Lisa!!" teriak Romi memanggil Lisa.


Lisa segera keluar dari kamar dan sedikit berlari ke arah meja makan.


"Iya Pak, ada apa?" ujar Lisa sopan sambil menunduk.


"Kamu udah makan belum?" Romi bertanya pada Lisa.


"Sudah Pak." sahut Lisa singkat.


"Ya sudah! Nanti, jika istri saya sudah pulang kamu harus memanaskan lagi menu makan malam ini agar hangat kembali. Saya gak mau istri saya makan makanan dingin," jelas Romi memberi perintah.


"Baik Pak! Saya mengerti. Ada lagi?" Lisa masih tetap menunduk.


"Tidak! Kamu boleh pergi,"


"Saya permisi," Lisa langsung membalikkan badan dan berjalan menuju kamarnya.


'Beruntung sekali Bu Alma mempunyai suami seperti Pak Romi. Sangat perhatian dan pengertian,' batin Lisa.





**TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART, BYE....

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤**


TERIMAKASIH 🌹


__ADS_2