Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 33. PCA


__ADS_3

Malam harinya.


Romi dan Ayu menemui Beni di taman.


"Mana orangnya Yu?" Romi menoleh ke sana kemari.


"Dia selalu seperti ini!" ujar Ayu tanpa sadar.


"Selalu? Maksud kamu apa?" Romi menatap Ayu heran.


Ayu yang tersadar dari ucapannya pun langsung memutar otak.


"Maksud aku, dulu saat kami masih berpacaran, Beni juga sering telat seperti ini jika ingin bertemu denganku." ujar Tau berbohong.


Romi masih menatap Ayu.


"Kamu jangan macem-macem di belakang aku ya Yu?"


"Iya sayang... Kamu cemburuan ih.." Ayu memeluk manja pundak Romi.


Beni berjalan dari arah belakang Ayu dan Romi.


"Ehem.." dehem Beni saat sudah sampai di dekat Ayu dan Romi.


Pelukan pun Ayu lepaskan.


"Beni?" ujar Ayu pelan sambil melirik Romi.


Terlihat senyum sinis di bibir Beni.


"Oh.. Jadi ini suami siri kamu Yu?" Beni menatap Romi remeh dari atas hingga bawah.


"Jaga ucapan kamu Beni!" seru Ayu tidak terima dengan gaya Beni yang mengejek suaminya itu.


"Tidak perlu ber basa basi. Anda minta uang kan, Beni?" ujar Romi langsung.


"Haha.. Gue sangat menyukai orang seperti ini. Tidak banyak omong!" Beni berjalan mendekat ke arah Romi dan juga Ayu. "Mana uangnya?" lanjut Beni dengan tangan kanan yang dia sodorkan di hadapan Romi.


Romi mengeluarkan kertas kecil dari saku celananya.


"Ini!" Romi meletakkan kertas kecil itu di telapak tangan Beni.


Beni meneliti kertas itu, lalu kemudian matanya membola.


'Fix dia sultan. Gampang banget ngasih uang sebanyak ini..' ujar Beni dengan mengunyah permen karetnya dan menatap Romi sekilas.


"Gue ambil!" Beni memasukkan cek yang berisi yang lima ratus juta itu ke dalam kantong kemejanya.


"Ingat Beni! Jangan pernah menganggu kehidupan saya dan juga Ayu lagi. Jika kamu berani menganggu kami berdua, atau ikut campur dengan urusan kami berdua, maka saya akan memberikan pelajaran kepada anda. Pelajaran yang tidak akan pernah anda lupakan seumur hidup!" gertak Romi.


Beni hanya tersenyum miring.


"Lo berdua tenang aja, gue akan ke luar negeri dan gue gak akan ganggu kalian berdua lagi. Bye! Thanks untuk cek nya.."

__ADS_1


Beni melangkahkan kaki pergi meninggalkan Romi dan juga Alma.


Setelah kepergian Beni, Romi menatap Ayu.


"Bagaimana, selesaikan?"


Ayu menoleh ke arah Romi, dia mengangguk dan tersenyum senang.


'Semoga saja, setelah ini Beni benar tidak akan menganggu hidupku lagi.' batin Ayu berdoa.


"Kita pulang sekarang?" ujar Romi merangkul pundak Ayu.


Mereka berdua pergi meninggalkan taman itu.






Di kamar Alma.


Alma sedang mengerjakan tugas kantor yang tadi belum selesai. Dia sengaja membawa tugas itu pulang ke rumah, karena tidak ingin lembur.


Alma melirik jam dinding sekilas.


"Dia juga tidak memberikan kabar. Apa mungkin dia sedang bersama Ayu?" Alma terlihat kesal.


Drtt drtt


Ponsel Alma yang berada di atas meja bergetar.


Alma segera mengambil ponsel dan melihat siapa yang menghubunginya.


"Nomor baru? Nomor siapa ini?" Alma menjawab panggilan video tersebut.


Setelah Alma mengangkatnya, yang terlihat langsung adalah wajah anak kecil yang sangat menggemaskan.


'Sepertinya aku pernah melihat anak ini, tapi dimana ya?' batin Alma mengingat sambil menatap layar ponselnya.


📲"Halo Tante.." seru gadis kecil itu membuyarkan lamunan Alma.


"Halo.." sahut Alma dengan senyum mengembang. "Anak cantik, jika sedang menelepon seseorang, utamakan salam terlebih dahulu sebelum kamu menyapanya dengan kata halo.." ucap Alma dengan lembut.


📲"Assalamualaikum Tante.." ujar gadis kecil itu tersenyum.


"Waalaikumsalam.." sahut Alma dengan masih tersenyum.


📲"Tante nya Chi belum tidur??"


Alma mengerutkan dahi.

__ADS_1


'Chi?' batin Alma.


"Belum nak.. Tante lagi menyelesaikan pekerjaan dulu. Apa Tante boleh tau siapa nama kamu?"


📲"Aku Chika Tante, anaknya Papa Rendra.." ujar Chika.


Alma menepuk jidatnya sendiri.


'Astaga, pantes aku seperti pernah melihat anak ini. Ternyata anaknya Pak Rendra, yang tadi siang menabrak ku.' batin Alma.


"Chika kok belum tidur? Apa besok gak sekolah? Ini udah malam loh.." ujar Alma masih dengan nada lembut.


📲"Setelah ini Chi bakalan tidur Tan.."


"Tante boleh tanya gak? Chika dapet nomer Tante dari mana?" Alma bertanya penasaran.


Terlihat Chika menahan tawanya.


📲"Chi dapat nomor Tante dari mencuri.." ujar Chika polos.


Alma heran.


"Mencuri?"


Chika pun mengangguk.


📲"Iya.. Chi mencurinya dari ponsel Papa. Tadi Chi tanya nama Tante ke Papa, terus Chi cari deh nomor Tante di ponselnya Papa." Chika tertawa saat mengingat reaksi sang Papa, kala dia mengotak atik ponsel Papanya.


"Chi kenapa?"


📲"Chi lagi ke ingatan reaksi Papa Tan.. Tadi saat Chi buka-buka ponsel Papa, Papa itu bilang-" ucapan Chika terpotong.


"SAYANG!!!!!" teriak seseorang.






**TBC.


SIAPA YANG MEMANGGIL SAYANG ITU YA??


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYE...


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤


TERIMAKASIH 😘**

__ADS_1


__ADS_2