
Saat ini di kediaman Munandar telah ramai dengan para tamu, dan juga sekeliling rumah yang telah dihiasi berbagai macam bunga juga lampu-lampu.
"Bagaimana semua hidangan? Apa sudah beres?" Tiara menghampiri meja hidangan.
Seorang pelayan mengangguk. "Sudah, Mbak. Semuanya sudah beres,"
"Bagus. Saya tidak ingin ada kesalahan ataupun kekurangan dalam pesta akikah keponakan saya ini,"
Sang pelayan mengangguk. Dan Tiara pun pergi dari hadapan pelayan tersebut.
Ya, satu bulan sudah usia Baby R dan saat ini adalah hari akikah untuk Baby R.
Cklek!
Pintu kamar Alma terbuka.
Mama Ani masuk ke dalam kamar dengan senyum yang terus mengembang dibibir nya.
"Halo cucu Nenek.. Unch, ganteng banget sihh.." Ani mengelus pipi gembul Baby R yang semakin hari semakin menggemaskan.
"Nenek juga tantik banget," ujar Alma menirukan suara anak kecil.
Ani mengelus kepala Alma dengan lembut. "Mama sangat bersyukur karena akhirnya kamu menemukan suami seperti Rendra, nak.."
"Al juga sangat bersyukur, Ma.. Dibalik semua ujian yang Allah berikan untuk Al, akhirnya Al menemukan kebahagiaan Al bersama dengan Mas Rendra." ujar Alma sambil menatap Baby R dan tersenyum.
"Seorang wanita akan bahagia jika berada di tangan lelaki yang tepat." balas Ani.
Mereka berdua saling tersenyum sembari menatap Baby Raffa.
__ADS_1
🍁
🍁
🍁
Sementara di tempat lain.
Seorang wanita tengah bersiap untuk pergi ke suatu tempat, dan saat ini dirinya sedang bermake-up. Setelah selesai bermake-up, dia berdiri dari duduknya untuk mencari sang anak.
"Dimana Rio? Kenapa tidak ada suaranya?" gumam wanita itu pelan sambil terus berjalan menyusuri setiap sudut kamar.
"Rio!!!" teriak Lisa memanggil nama putranya. "Astaga.. Huft!" Lisa menghela nafas pelan saat melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.
Dia segera berjalan ke kamar mandi, dan saat melihat ke dalam kamar mandi.
"Ya ampun sayangggg...." Lisa menepuk jidat nya karena melihat sang putra yang sudah basah akibat air.
"Kamu diam disini, oke? Sebentar, Mama mau ambil baju ganti untuk kamu,"
Cup!
Lisa mencium pipi putra nya dan dia langsung menuju lemari pakaian guna mengambil baju ganti untuk Rio.
Lisa segera menghampiri Rio lagi, dia langsung memakaikan setelan kemeja yang pas di badan Rio.
"Unch.. Ganteng banget anak Mama.." Lisa mendudukkan tubuh Rio di atas kasur.
Cup! Cup!
__ADS_1
Lisa mengecup kedua pipi Rio.
Rio hanya tertawa saja saat dirinya di cium oleh sang Mama.
"Mama, Mama.." celoteh Rio yang memang belum terlalu lancar bicara.
Lisa menatap wajah Rio. Hidung, mata, dan bibir yang sangat mirip dengan Romi. Satu tahun lebih sudah dirinya merawat Rio sendirian, dan syukurnya Alma membantunya saat dia baru sampai di Malaysia tahun lalu.
"Aku yakin besar kemungkinan nanti pasti aku akan bertemu dengan Mas Romi. Apa aku sudah siap untuk melihat seorang pria yang sudah menghancurkan hidupku?" gumam Lisa pelan sambil melihat Rio yang tengah bermain minyak angin. Dia mengusap lembut rambut Rio.
"Kamu pasti nanti akan bertemu dengan Papa kamu nak. Meskipun Mama berharap bahwa kita tidak akan lagi pernah bertemu dengannya.." Lisa memeluk tubuh Rio. Air mata menetes tanpa permisi di pipi nya, Lisa segara menyeka air mata itu.
Dia berdiri dari duduknya, kemudian menggendong Rio dan berjalan ke meja rias guna mengambil tas pestanya.
"Aku harus menyiapkan mental dan hatiku untuk melihat Mas Romi lagi. Tapi jika bisa, aku ingin agar aku tidak bertemu dengannya," Lisa menunduk, dia mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Segera Lisa bergegas melangkah pergi keluar dari hotel tempatnya menginap untuk pergi ke pesta akikah anak Alma.
Alma sudah menghubungi Lisa agar datang ke acara putranya. Dan Alma memaksa Lisa, jadi mau tidak mau Lisa datang demi Alma, seseorang yang selalu menolongnya selama ini.
•
•
•
**TBC.
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART..
__ADS_1
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA, TERIMAKASIH 😘**