Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 32 PCA


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Alma sudah diangkat menjadi sekertaris Rendra, sang Direktur Utama di perusahaan EX Group. Saat ini Alma sedang berada di ruangan Rendra guna mempersiapkan dokumen meeting.


"Jangan sampai ada yang ketinggalan ataupun keliru ya Alma??" tanya Rendra saat melihat Alma yang membereskan dokumen di atas mejanya.


"Baik Pak!" sahut Alma singkat.


"Sudah selesai, saya kembali ke meja saya dulu ya Pak?"


Rendra mengangguk.


Alma berjalan menuju pintu keluar ruangan, namun langkahnya terhenti saat seorang anak menabraknya.


"Aw..'' berkas yang berada di tangan Alma jatuh berantakan.


"Chika!" seru Rendra terkejut. Dia berdiri dari kursinya dan menghampiri sang anak juga Alma.


"Alma, maafkan anak saya.." ujar Rendra tidak enak hati.


"Tidak papa Pak. Namanya juga anak-anak.." sahut Alma diiringi senyum tipis.


"Chika! Ayo minta maaf dengan Tante Alma." perintah Rendra kepada sang putri.


Gadis kecil yang usianya kira-kira enam tahun itu menatap Alma.


"Maafkan Chika Tante.." ucap gadis itu dengan suara imut nya.


Alma membungkukkan badan agar bisa sejajar dengan Chika.


"Gak papa sayang.. Tante juga tadi gak lihat jalan.." Alma mengelus pucuk kepala Chika, kemudian dia menegakkan badannya lagi.


"Kalau begitu saya permisi ya Pak.." Alma menoleh ke arah Chika. "Dah Chika!!"


Chika melambaikan tangan ke arah Alma.


Setelah Alma pergi.


"Papa.. Chi mau Mama yang kayak gitu.." Chika menunjuk ke arah pintu ruangan.


"Nak.. Tante itu udah punya suami, jadi... Dia gak bisa menjadi Mama Chika.." Rendra memeluk tubuh putrinya.


Chika hanya diam saja mencerna ucapan Papanya.


Setelah kepergian istrinya, Rendra menjalani hidup dengan semangat karena Chika. Putri tunggalnya yang sangat mirip dengan Almarhumah istrinya itu.

__ADS_1


Rendra Munandar, seorang pria dewasa berumur 35tahun. Mempunyai wajah yang tampan khas wajah Asia, rahang yang tegas, tubuh yang kekar, dan juga senyum yang mampu membuat wanita manapun tergoda. Aura kharisma yang keluar dari dirinya sangat begitu mampu membuat setiap wanita memuja Rendra. Rendra mempunyai seorang anak perempuan berusia enam tahun yang di beri nama Chika Munandar. Istri Rendra meninggal dunia, akibat penyakit yang di derita, saat itu usia Chika baru menginjak satu tahun.


Chika sama sekali tidak kekurangan kasih sayang, dia mendapatkan kasih sayang Ibu sekaligus Ayah dari seorang Rendra Munandar.






Di tempat lain.


Ting.


Pesan masuk ke dalam ponsel Ayu.


📨[Kirimkan uang sebesar lima juta, jika tidak kamu kirimkan, maka aku akan membongkar rahasia mu] . Isi pesan yang Ayu terima.


Ayu yang kala itu sedang berada di meja kerjanya membanting ponsel di atas meja dengan kesal.


"Huh! Sialan.. Dia rupanya ingin memeras ku. Dasar pria tidak bermodal!" gerutu Ayu kesal. Dia mengedarkan pandangan.


Sepi!


Ayu bergegas berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruangan Romi.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Ayu langsung masuk ke dalam ruangan Romi.


"Ayu?" Romi terkejut karena tidak biasanya Ayu datang ke ruangannya seperti ini.


"Mas.." Ayu berjalan cepat ke arah meja Romi.


"Ada apa?" Romi menatap wajah Ayu yang terlihat khawatir.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku mohon jangan marah, dan ini semua aku katakan demi kebaikan juga keselamatan hubungan kita berdua."


"Katakan ada apa?" Romi menjadi penasaran.


"Mantan ku yang bernama Beni kembali lagi Mas.. Dia mengetahui pernikahan kita, dia juga mengetahui bahwa kamu sudah mempunyai istri sah."


Romi terkejut.


"Lalu?"

__ADS_1


"Dia meminta uang agar tidak membongkar tentang hubungan kita ini. Aku bingung Mas.. Sepertinya dia sengaja ingin memeras ku. Dia meminta balikan, tapi aku menolaknya. Karena apa? karena udah ada kamu Mas.. Karena aku hanya ingin bersamamu.." Ayu menggenggam tangan Romi.


'Semoga Mas Romi memberikan aku uang, dan aku akan memberikannya pada Beni. Aku tidak akan membiarkan Beni merusak segalanya.' batin Ayu.


"Baiklah. Aku akan memberimu uang, berapa yang dia minta?"


"Lima juta Mas.." sahut Ayu.


Romi memberikan cek kepada Ayu.


"Ini lima ratus juta! Katakan padanya jika aku ingin bertemu. Aku yang akan memberikan uang padanya, agar dia tidak menganggu hubungan kita lagi.."


Ayu tersenyum senang, dia berdiri dari duduknya dan.memeluk tubuh Romi dari belakang.


"Makasih ya Mas.. Kamu memang yang terbaik. Aku akan menghubunginya nanti," Ayu mengecup pipi Romi.


"Aku keluar dulu ya Mas? Takut ada yang memergoki kita..''


Romi mengangguk dan Ayu pun pergi keluar dari ruangan Romi.


Di luar ruangan.


"Yes.. Punya suami kaya emang enak banget ya? Sat set.. Selesai masalah. Gue yakin, setelah ini Beni pasti gak akan menganggu gue dan Mas Romi lagi." Ayu berjalan dengan riang ke arah mejanya. Dia merasa lega saat ini.


Di dalam ruangan Romi.


"Andai aku tidak membutuhkan anak, maka aku tidak akan memberikan mantan mu uang sebanyak itu Yu. Semoga kamu cepat hamil, dan setelah melahirkan, aku akan membawa anak itu pergi jauh bersama Alma." ujar Romi.


Dia mulai menuntaskan pekerjaan lagi.






**TBC.


HAI SELAMAT SIANG SEMUANYA..


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYE BYEEEE...

__ADS_1


JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA 🤗🤗


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2