Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 86. PCA


__ADS_3

Rehan menatap Akmal dengan tatapan mematikan.


"Lepaskan pelukan mu dari calon istriku!" bentak Rehan.


Rehan berjalan ke arah Akmal dan Tiara. Dia menarik tangan Tiara agar menjauh dari Akmal.


"Lepaskan aku! Aku tidak ingin menikah denganmu. Aku ingin menikah dengan Mas Akmal, aku hanya mencintainya! LEPASKAN TANGAN KU!!!" bentak Tiara tidak terima. Air mata juga menetes di pipinya.


Akmal yang melihat Tiara menangis pun langsung tidak terima. Dia berjalan mendekat ke arah Tiara dan Rehan.


"Anda jangan memaksanya, Pak!"


Rehan melepaskan tangan Tiara, dan Tiara langsung mundur mendekat ke arah Mama nya. Rehan maju beberapa langkah, hingga dirinya dan Akmal hanya berjarak beberapa sentimeter saja.


"Dengarkan aku. Jangan merusak acara ku dan Tiara!!!" ucap Rehan menatap tajam ke arah Akmal.


Akmal menatap Rehan dengan tatapan tenang. "Saya hanya ingin memperjuangkan cinta saya."


"Huh!" Rehan tersenyum miring. Rehan mengangkat sebelah tangannya untuk memberikan bogem ke wajah Akmal, tetapi Tiara dengan cepat menghentikan gerakan tangan Rehan.


"STOP!!!!" teriak Tiara emosi. "Jangan berani menyentuh Mas Akmal. Dengan Mas Rehan, aku sama sekali tidak mencintaimu. Aku terpaksa menikah denganmu karena permintaan Mama ku. Jadi kamu jangan pernah berharap untuk menikah denganku, karena aku hanya ingin menikah dengan Mas Akmal. Lelaki yang aku cintai!!!" Tiara menatap Rehan dengan mata menyala karena emosi.


Rehan mengepalkan kedua tangannya. "Kalian sudah membuat keluargaku malu." Rehan pun menoleh kebelakang menatap orang tuanya. "Ayo, Ma, Pa. Kita pergi dari rumah ini!" Rehan melangkahkan kaki keluar rumah. Dia ingin memaksa, tapi juga percuma. Tiara tidak mungkin mau menikah dengannya.


Mama Rehan menatap Mama Tiara. "Kenapa kamu tidak mengatakan dari awal, jika Tiara sudah memiliki kekasih jeng? Kalau begini, kasihan anak saya. Apa kamu tidak memikirkan perasaan kami? Bukan hanya menanggung malu, tetapi anak saya juga menanggung sakit hati karena gagal menikah." Mama Rehan berbicara dengan lembut agar tidak menyinggung perasaan siapapun. "Saya kecewa dengan kamu jeng Irna." hembusan nafas kasar terdengar keluar dari mulut Mama Rehan. Mama Rehan langsung pergi keluar dari rumah Tiara menyusul suami dan anaknya yang sudah berada di luar.

__ADS_1


Setelah kepergian Rehan beserta keluarganya, Mama Tiara mendekat ke arah Tiara dan Akmal. Tiara memeluk lengan Akmal terus menerus, seakan-akan dia takut kehilangan Akmal.


"Tiara.." panggil Irna pelan. "Kenapa kamu gak bilang sama Mama kalau kamu udah punya kekasih?" Irna mengelus pundak Tiara.


"Ma.. Ra kan udah bilang kalau hati Ra udah punya lelaki lain. Dan Ra mencintai pria lain, tetapi Mama tidak mendengarkan ucapan Tiara.." lirih Tiara.


"Mama pikir kamu hanya bergurau. Mama pikir kamu hanya ingin membatalkan pernikahan ini saja." ucap Irna meneteskan air mata.


Tiara yang melihat sang Mama menangis, langsung memeluk sang Mama. "Ma.. Please jangan nangis.. Tiara gak bisa melihat Mama nangis begini, maafin Tiara Ma.. Maafin Tiara karena udah membuat Mama malu.."


Irna menggeleng. "Seharusnya Mama yang minta maaf karena menganggap ucapan kamu hanyalah gurauan dan sebuah alasan untuk membatalkan pernikahan." Irna mengelus punggung Tiara.


Ani yang melihat sang adik dan keponakannya langsung mendekat. Dia mengelus punggung Tiara dan Irna.


"Kita ambil hikmah dari semua ini. Mungkin Tiara dan Akmal memang ditakdirkan berjodoh. Kalian berdua tidak boleh menyalahkan diri sendiri.. Ini sudah rencana Allah, tidak ada yang menduganya." ucap Ani lembut.


Irna menatap Ani. "Yang Mbak katakan memang benar, Mbak. Mungkin jodoh Tiara bukanlah Rehan. Aku sadar, seharusnya sebagai orang tua aku harus mempercayai putriku." Irna menghapus air matanya.


"Bu.. Tolong restu 'i hubungan saya dan Tiara. Saya hanyalah orang sederhana dan seorang anak yatim piatu. Tetapi saya berjanji, jika saya menikah dengan Tiara, pasti saya akan membahagiakan dia. Saya tidak akan menyia-nyiakannya." ucap Akmal tulus.


Irna menatap Akmal. "Jika kamu benar tulus mencintai anak saya, dan anak saya juga mencintaimu, apa saya bisa mengekangnya? Tentu saja saya akan merestui hubungan kalian. Saya ingin anak saya bahagia, bukan menderita.." ucap Irna diselingi senyum.


"Terimakasih, Bu.. Saya akan menjaga dan membahagiakan Tiara.." Akmal mencium punggung tangan Irna.


Alma maju mendekat ke arah sang Mama dan Bibinya. "Bi.. Bibi jangan takut, Mas Akmal ini lelaki yang baik. Alma lah teman dekat Mas Akmal. Alma jamin, Tiara akan bahagia jika bersama dengan Mas Akmal.." Alma mendukung Akmal dan Tiara.

__ADS_1


Irna tersenyum dan mengelus pucuk kepala Alma. "Bibi percaya, Nak."


Akmal dan Tiara berpelukan. Semua orang tersenyum bahagia melihat mereka berdua.


Alma mundur beberapa langkah, dan setelah berada di samping Rendra dia langsung memeluk lengan Rendra. 'Aku sangat bersyukur dan bahagia, akhirnya kamu menemukan pendamping hidupmu Mas..' batin Alma sambil menatap wajah bahagia Akmal dan Tiara.


β€’


β€’


β€’



**Almaida ❀ Mak Comblang Akmal dan TiaraπŸ™ˆ.


β€’


β€’


TBC.


HAPPY READING


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2