Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 39. PCA


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 wib.


Romi yang sedang berada di rumah risau memikirkan Alma yang belum juga pulang.


"Kenapa Alma? Kenapa jam segini belum pulang?" gumam Romi sambil mondar mandir di dekat tangga. Dia sebenarnya ingin sekali menelepon Ani, Mama mertuanya. Tetapi Romi tidak ingin Ani menjadi curiga terhadap rumah tangganya.


Cklek!


Pintu rumah terbuka, dan terlihat Alma berjalan masuk ke dalam.


"Alma.." Romi langsung berjalan cepat ke arah Alma.


Alma hanya diam saja, dia terus melangkah ingin menaiki anak tangga menuju kamarnya. Namun, belum juga kakinya menapaki anak tangga, Romi dengan cepat menarik tangannya.


"Al! Alma, aku mohon maafkan aku.." Romi menatap Alma sendu.


Alma menghempaskan tangan Romi.


"Lepas Mas! Ngapain kamu masih di rumah ini? Harusnya kamu itu berada di rumah Ayu kan? Istri keduamu, dan seorang wanita yang bisa memberikanmu keturunan!" bentak Alma tepat di harapan Romi.


"Al! Aku mohon jangan seperti ini. Aku khilaf Al, aku menyesal." Romi terus meminta maaf kepada Alma.


"CUKUP MAS! CUKUP!" Alma menatap Romi tajam. "Aku udah gak mau dengar lagi perkataan apapun dari mulut manis mu itu! Karena aku mengetahui tentang perselingkuhan mu itu, makanya kamu minta maaf dan berkata khilaf!" Alma menjeda ucapannya. "Jika aku tidak mengetahui perselingkuhan mu dengan Ayu, aku yakin kamu pasti masih melanjutkan hubungan menjijikan itu bukan?"


Romi hanya diam saja, karena memang dia yang salah.


"Al! Aku melakukan ini juga demi kamu, agar keluarga kita lengkap dan kita hidup bahagia.."

__ADS_1


Alma tertawa sumbar.


"Bahagia? KAMU BILANG BAHAGIA! Kamu salah Mas, kamu salah! Aku malah akan tersiksa jika kamu membawa anak hasil hubungan gelap mu itu kepadaku! Mas.. Daripada kamu berselingkuh demi anak, lebih baik kita mengadopsi anak di panti asuhan. Itu semua tidak menjadi masalah untukku!" bentak Alma pada Romi.


Romi terdiam.


"Huft!" Alma menghembuskan nafas kasar. Dia membalikkan badan dan ingin menaiki anak tangga, tetapi Romi dengan cepat bersujud di kakinya.


"Al! Aku mohon maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Aku sangat-sangat menyesal Al.. Tolong maafkan aku dan beri aku kesempatan.." Romi menangis di bawah kaki Alma. Dia tidak peduli harga dirinya yang sudah pasti hancur dimata Alma.


Alma menitikkan air mata. Sejujurnya, dia masih sangat mencintai Romi, tetapi jika mengingat perselingkuhan Romi dan Ayu, dia merasa benci terhadap Romi.


'Ya Allah, aku harus bagaimana..' Alma dengan cepat menghapus air matanya.


"Lepaskan kaki ku Mas! Aku ingin kamu menalak ku sekarang juga, ceraikan aku Mas! Ceraikan aku!" bentak Alma dengan emosi.


"Aku tidak akan pernah menalak mu Al!" ujar Romi masih tetap memegangi kaki Alma.


"Al! Aku tidak ingin bercerai dari mu, aku sangat mencintaimu Alma, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi. Aku ingin berubah menjadi lebih baik lagi Al, aku janji.." Romi menangis.


"Jika kamu menyuruhku untuk di rumah saja, aku mau. Kamu juga boleh menyita semua fasilitas ku seperti handphone, motor, Atm dan yang lainnya. Tetapi aku mohon jangan meninggalkan ku Al!" lanjutnya.


Alma terdiam.


Romi berdiri dari sujud nya.


"Al! Aku mohon pikirkan baik-baik. Jangan asal berkata tentang perceraian Al.. Kita tidak akan bercerai.."

__ADS_1


Alma menatap mata Romi, yang terlihat sungguh-sungguh dan tulus.


"Aku butuh waktu sendiri Mas! Jangan menganggu dulu. Kamu tidurlah di kamar tamu!" Alma langsung menaiki anak tangga, menuju kamarnya.


Setelah Alma masuk ke dalam kamar.


"Semoga Alma berubah pikiran, dia tidak akan meminta cerai.." Romi berjalan menaiki anak tangga menuju kamar tamu.






**TBC.


HAI HAI SEMUANYA..


HAYO KIRA-KIRA ALMA MAU MEMBERI ROMI KESEMPATAN GAK YA??


EMM 🤔.. TUNGGU KELANJUTANNYA NANTI MALAM 🤗.


HAPPY READING..


DAH.....

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN SERTA MENINGGALKAN JEJAKNYA ❤


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2