
Sore pun tiba. Saat ini pukul 17.00 wib, semua karyawan tengah bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Kar!" Alma memanggil Sekar, saat Sekar ingin naik ke mobil bersama dengan suaminya.
Sekar dan Bima yaitu sang suami, menoleh ke belakang.
Alma berjalan menghampiri Sekar dan Bima.
"Kalian berdua mau langsung pulang ya?" tanya Alma saat sudah berada di dekat Sekar dan Bima.
"Iya Al! Memang kenapa?" ujar Sekar heran.
"Em.. Mas Bima! Boleh saya pinjem Sekar nya sebentar? Ada yang ingin saya katakan padanya. Penting!"
"Enak aja kamu Al! Kamu pikir aku barang, main pinjem aja.." ucap Sekar dengan nada merajuk.
Alma terkekeh pelan.
"Sorry sorry.. Jadi gimana? Boleh Sekar ikut dengan saya?" Alma bertanya kepada Bima lagi.
Bima dan Sekar saling lirik.
"Baiklah.. Mas pulang duluan ya sayang? Kamu nanti naik taksi atau mau Mas jemput?" tanya Bima pada Sekar.
"Naik taksi aja Mas. Kamu istirahat aja di rumah," sahut Sekar.
"Ya sudah, Mas pulang dulu ya?"
Sekar mengangguk.
"Hati-hati di jalan ya Mas?"
Bima mengangguk dan tersenyum ke arah Sekar. Lalu dia masuk ke dalam mobil.
Setelah mobil Bima melaju.
__ADS_1
"Ada apa Al? Kayaknya penting banget.." tanya Sekar pada Alma.
"Kita ke cafe aja yuk? Aku mau curhat sama kamu."
Alma dan Sekar segera pergi ke cafe yang tidak jauh dari tempat kerja mereka.
Sesampainya di cafe.
Setelah memesan minum, Alma dan Sekar langsung duduk di kursi.
"Ada apaan emang nya sih Al? Kamu ada masalah sama suamimu?" tebak Sekar karena melihat Alma yang seperti tidak bersemangat.
Alma menatap Sekar dan mengangguk. Dia menundukkan kepala.
"Aku bingung Kar.. Suamiku terbukti selingkuh dengan sahabat ku sendiri. Aku memergoki mereka sedang berduaan di rumah sahabat ku itu." Alma mulai menceritakan masalah rumah tangganya.
Mata Sekar membola sempurna.
"What? Selingkuh? Wah.m Kebangetan tuh suami kamu. Kurang apa lagi sih kamu Al? Cantik, baik, sholehah, pintar, dan berpendidikan.. Kok bisa suami kamu selingkuh??" Sekar menjeda ucapannya. "Jangan bilang suami kamu selingkuh karena alasan anak. Benar Al?" lanjutnya.
"Tebakan kamu benar Kar.. Mas Romi bilang kalau dia melakukan itu agar mendapatkan anak.."
Sekar menggeleng tidak percaya.
"Keterlaluan suami kamu Al! Dia gak bersyukur dan egois. Terus, keputusan kamu sekarang gimana?"
Minum pesanan Sekar dan Alma datang.
"Permisi Bu.." ujar sang waiters sambil meletakkan Jus pesanan Alma dan Sekar.
"Terimakasih," sahut Alma dan Sekar bersamaan.
Waiters itu mengangguk dan langsung undur diri dari meja pelanggannya.
"Itulah yang aku bingung kan saat ini Kar. Jujur aku masih sangat mencintai Mas Romi, tetapi di hati kecil ku, aku kecewa dengannya dan alasannya. Aku sudah mengatakan padanya ingin mengurus surat cerai, tapi dia gak mau bercerai dari aku Kar.. Dia juga udah minta maaf dan berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi. Mas Romi juga menyuruh ku supaya aku mencabut semua fasilitasnya.." jelas Alma melanjutkan curahan hatinya.
__ADS_1
Sekar menghela nafas.
"Al! Sekarang semua tergantung kamu. Kamu yang menjalani, jika kamu masih mencintai suamimu, dan bisa memaafkannya ya silahkan kamu bertahan dengannya. Tapi kalau aku yang jadi seperti dirimu, sorry aja.. Aku gak akan memberi kesempatan lagi. Kita kan gak tau kedepannya akan bagaimana lagi. Biasanya ya Al, laki-laki kalau selingkuh ya terus ketagihan.. Pasti nanti akan selingkuh lagi." Sekar menatap Alma yang hanya diam saja.
"Aku bukannya mau menjadi api diantara rumah tangga kamu. Yang aku katakan tadi hanyalah berdasarkan sudut pandang ku sendiri. Samua tergantung denganmu. Aku mendukung apapun keputusan mu Al! Kamu itu teman lama ku, aku mengerti bagaimana sifat mu.."lanjut Sekar.
"Aku akan memikirkannya lagi.." ucap Alma lesu.
Mereka pun melanjutkan obrolan.
•
•
**Sekar, teman sekolah Alma dulu 🌹.
•
•
TBC.
HALO SEMUANYA..
JANGAN LUPA MAKAN SIANG..
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART BYE...
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤
TERIMAKASIH 😘**
__ADS_1