Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
BAB 24. APS


__ADS_3

Pagi harinya.


Romi sudah bangun subuh, dia berpamitan pada Ayu untuk pulang ke rumah Alma karena semua berkas kantor berada di rumah Alma.


Saat ini mobil Romi sudah terparkir di halaman rumah Alma. Romi segera masuk ke dalam rumah.


Dia menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Cklek!


Pintu kamar terbuka.


Alma yang kala itu baru selesai sholat langsung membereskan mukenah dan sajadahnya.


"Baru pulang Mas? Aku pikir kamu lupa jalan pulang," sindir Alma.


Romi hanya terdiam, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi. Karena, jika meladeni Alma, maka ujung-ujung nya pasti pertengkaran.


Alma menatap sedih ke atau pintu kamar mandi.


"Jika kamu salah jalan, semoga Allah membukakan pintu hatimu, untuk kembali padaku lagi Mas.." Alma segera turun menuju dapur, untuk membuat sarapan.


Romi yang sudah selesai, langsung berganti pakaian. Setelah rapi, dia langsung menuruni anak tangga menuju meja makan guna sarapan.


Di meja makan sudah ada Alma yang menyusun sarapan.


"Al.. Sarapan apa hari ini?" ujar Romi saat sudah berada di dekat meja makan.


"Aku masakin kamu ayam rica-rica Mas.." sahut Alma.


Mereka berdua langsung duduk di meja makan.


Alma dengan telaten mengambilkan nasi beserta lauk, dan dia letakkan di piring Romi.


"Ini Mas," Alma menyodorkan piring itu.


"Terimakasih," Romi langsung menyendok nasi yang berada di piring.


"Mas.. Aku mau bicara,"


Romi tidak jadi melahap sarapannya.

__ADS_1


"Katakan,"


"Aku ingin bekerja.."


Romi meletakkan sendok yang sudah berada di tangannya di atas piring.


"Kerja? Apa uang belanja yang ku berikan kurang???"


"Tidak Mas.. Sangat sangat cukup, bahkan lebih. Tapi aku suntuk di rumah Mas, aku ingin mencari kesibukkan, supaya pikiran aku itu gak sumpek." ujar Alma.


"Al! Kamu tidak bekerja aja hamilnya lama sekali, apa lagi kalau kamu bekerja? Aku rasa kita tidak akan pernah punya anak,"


Alma menatap Romi tidak percaya.


"Mas! Kamu jangan ngomong gitu dong, ucapan kamu itu adalah doa. Semua itu urusan Allah Mas, kita cuma bisa berdoa dan terus berdoa. Jika Allah berkehendak, maka aku pasti akan hamil."


"Halah.. Omong kosong!" Romi bangkit dari duduknya. "Jika kamu ingin bekerja, silahkan. Aku tidak akan melarangnya. Tapi ingat ya Alma! Kalau kamu gak hamil-hamil juga, jangan salahkan aku jika aku mencari keturunan melalui wanita lain!" gertak Romi, lalu dia menyambar tas kerjanya dan langsung pergi dari meja makan.


"Mas.." panggil Alma lirih, dan menatap nanar kepergian Romi. Air mata menetes di pipi Alma.


"Apa yang harus aku lakukan??" Alma menghapus air matanya. Dia sudah bertekad untuk melamar pekerjaan di perusahaan tempat Sekar bekerja. Dia tidak peduli dengan apa yang Romi pikirkan tentang dirinya. Intinya, Alma juga sangat menginginkan dirinya hamil, akan tetapi mungkin Allah masih punya rencana lain untuknya. Alma selalu berpikir positif.





"Jika Ayu hamil, apa aku harus menceraikan Alma? Tapi aku sangat mencintai Alma. Aku melarangnya bekerja agar dia tidak kelelahan, aku takut itu akan menghambat program hamil yang kami lakukan," gumam Romi bermonolog sendiri.


Beberapa menit kemudian.


Romi telah sampai di kantor. Dia berjalan masuk ke dalam kantor menuju ruangannya.


"Selama pagi Pak.." sapa semua karyawan saat melihat Romi.


"Pagi," sahut Romi diselingi senyum ramah.


Romi masuk ke dalam ruangannya.


Dia meletakkan tas di meja, dan menyandarkan tubuh di kursi kebesarannya.

__ADS_1


"Huft.. Pagi-pagi udah emosi aja," Romi memulai pekerjaannya.


ting!


Ponsel Romi berbunyi, menandakan pesan masuk. Romi pun segera membukanya.


📨[Mas.. Kamu kenapa? Kok pagi-pagi mukanya udah kusut aja?] isi pesan dari Ayu.


Romi membalas pesan Ayu.


[Aku lagi ada masalah sedikit dengan Alma.]


📨[kamu udah sarapan belum?]


Romi tersenyum karena Ayu sangat begitu perhatian padanya.


[Belum!]


📨[Sarapan dulu dong Mas, nanti kamu sakit. Oh ya, nanti malam kita ketemuan ya, ada yang mau aku bicarakan. Penting!]


Setelah Romi membalas 'Oke', tidak ada pesan masuk lagi.


"Apa yang ingin Ayu bicarakan?? Apa dia sudah hamil?" Romi berpikir dan menebak nebak sendiri.


Dia kembali mengerjakan tugasnya, agar tidak menumpuk.


°


°


°


°


°


**TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYE..

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN DUKUNGAN SERTA JEJAKNYA. TERIMAKASIH 😘


LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH DAN TAP FAVORIT AGAR MOM SEMANGAT UPDATE NYA 🤗**


__ADS_2