
Beberapa hari kemudian.
Saat ini hari sabtu, dan weekend akan tiba. Romi telah bersiap untuk pergi keluar kota, bukan untuk pekerjaan melainkan ingin berbulan madu dengan Ayu.
"Mas.. Udah selesai??" ujar Alma pura-pura tidak curiga.
"Sudah! Kamu hati-hati di rumah ya? Kalau ada apa-apa, hubungi aku." Romi tersenyum manis ke arah Alma.
Alma mengangguk.
"Kamu juga hati-hati ya Mas.. Kalau udah sampai di Bandung, jangan lupa telepon aku." Alma merapikan lagi kemeja Romi.
Romi mencium kening Alma.
"Aku berangkat ya?"
Mereka berdua berjalan menuju teras rumah.
Romi langsung menaiki mobil miliknya.
"Dah...." Alma melambaikan tangannya.
Romi pun membalas lambaian tangan Alma.
Setelah mobil Romi menjauh.
"Baiklah.. Akan kita mulai permainannya." Alma masuk ke dalam rumah guna bersiap untuk pergi.
•
•
•
•
Di perjalanan menuju rumah Ayu.
"Halo sayang.. Kamu udah siap belum?" Romi menghubungi Ayu.
📲"Udah Mas.. Tinggal nunggu kamu. Kamu udah di jalankan?"
"Iya, aku lagi di jalan." sahut Romi.
__ADS_1
📲''Ya sudah, hati-hati ya Mas.. Bye!"
Setelah mengatakan 'Bye' sambungan telepon terputus.
35 menit kemudian.
Romi sudah sampai di depan rumah Ayu.
Dia turun dan berjalan masuk ke dalam rumah.
"Sayang!!" teriak Romi saat dirinya sudah berada di dalam.
Terlihat Ayu keluar kamar dengan menggeret kopernya.
"Sayang.. Ayo! Aku sudah selesai." Ayu tersenyum senang.
"Ayo!"
Romi merangkul pundak Ayu, mereka berdua berjalan menuju mobil Romi.
Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, mobil pun melaju meninggalkan rumah Ayu.
Mobil Romi melewati sebuah Mall.
Romi mengangguk, dan dia membelokkan mobilnya menuju parkiran Mall.
Mereka berdua pun turun dari mobil, lalu kemudian masuk ke dalam Mall.
Mereka berdua berkeliling mencari sesuatu yang Ayu cari.
Dari kejauhan tanpa mereka sadari, teman Alma yaitu Sekar melihat Romi.
"Itu kok kayak suaminya Alma ya? Tapi sama siapa? Kok mesra banget??" gumam Sekar terus memperhatikan Romi dari samping.
"Kar.." Alma memukul pelan pundak Sekar dari belakang.
Sekar terkejut dan terjingkat.
Dia menoleh sekilas ke arah Alma, lalu menatap seseorang yang Sekar yakini itu adalah Romi suami Alma.
"Al.. Aku barusan lihat suami kamu." ujar Sekar kepada Alma.
"Suamiku? Gak mungkin lah Kar.. Suamiku kan lagi di luar kota.." ucap Alma santai.
__ADS_1
Tanpa berbicara lagi, Sekar langsung menarik tangan Alma, dan berjalan membuntuti seseorang yang mirip dengan Romi itu.
"Kamu lihat itu Al.." Sekar menunjuk ke salah satu arah.
Alma mengikuti arah jari telunjuk Sekar.
Deg.
"Itu suami kamu bukan sih? Kok dilihat dari samping mirip ya??" Sekar pernah sekali bertemu dengan Romi, saat Romi menjemput Alma di kantor.
Alma terus menatap dengan intens seseorang yang memang di yakini bahwa itu adalah suaminya. Seorang wanita yang Alma kenal menghampiri Romi, dia memegang lengan Romi dengan begitu manja.
'Tega kamu Mas! Ternyata kecurigaan ku selama ini benar.' Alma menangis dalam hati. Dia tidak ingin menangis di depan Sekar.
"Al! Kamu gak papa?"
Alma menoleh ke arah Sekar.
"Aku gak papa. Itu bukan suamiku Kar. Suamiku sedang melakukan pekerjaan di luar kota. Mana mungkin dia berada di sini dengan wanita lain.."
Sekar hanya mengangguk.
"Berarti aku salah orang dong. Maaf ya Al?"
"Santai aja. Ya udah yuk, kita pulang!" Alma menarik tangan Sekar dari tempat yang membuat hatinya terluka itu.
Flashback On.
•
•
•
**TBC.
Penasaran mengapa Alma bisa berada di Mall? Simak di bab berikutnya 🤗.
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART BYE BYE..
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤ TERIMAKASIH 😘**
__ADS_1