
Hari semakin malam, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Romi tidak bisa tidur karena sang istri belum juga pulang.
"Astaga.. Kenapa Alma belum pulang juga? Ini kan sudah sangat malam," Romi bangkit dari berbaring nya, dan mengambil ponsel. Dia.mencoba menghubungi Alma.
Tut! tut! tut!
Panggilan tersambung.
📲"Halo, assalamualaikum Mas.." Alma mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam. Sayang, kamu kok belum pulang juga sih? Ini udah hampir larut loh."
📲"Sebentar lagi pekerjaan ku selesai Mas. Jika ini aku menundanya, maka besok pekerjaan akan semakin menumpuk.." jelas Alma.
"Aku akan menjemputmu nanti."
📲"Gak usah Mas.. Aku naik taksi online aja," Alma menolak.
"Udah, pokoknya nanti aku akan menjemputmu. Katakan jam berapa kamu keluar dari kantor? Tidak ada penolakan dan tidak ada tapi-tapian.." Romi memaksa.
📲"Setengah jam lagi aku keluar dari kantor Mas. Aku cuma gak mau merepotkan kamu, kamu kan juga pasti capek karena kerja.."
"Sayang.. Aku ini suami kamu, gak ada yang merepotkan bagiku jika itu menyangkut tentang dirimu.."
📲"Jika tugas ku sudah selesai, nanti aku akan menghubungi kamu.."
"Baiklah! Jangan lupa, aku tutup dulu teleponnya.. Assalamualaikum,"
📲"Waalaikumsalam.." sahut Alma.
Panggilan terputus.
Romi turun dari ranjang menuju keluar kamar. Dia ingin membuat kopi, agar matanya tidak mengantuk.
Setelah berada di dapur.
Romi melihat apa saja bahan yang digunakan untuk membuat kopi.
__ADS_1
"Bagaimana cara membuatnya? Biasanya kan Alma yang membuatkan kopi untukku," gumam Romi sambil memegang toples kopi.
Terbesit di pikirannya untuk meminta tolong Lisa.
"Apa aku minta tolong buatkan Lisa aja ya??" setelah berpikir, Romi langsung pergi menuju kamar Lisa.
Tok! tok! tok!
Romi mengetuk pintu kamar Lisa.
"Lisa!! Lis!" teriak Romi dari depan pintu kamar.
Tok! tok!
Rom mengetuk pintu lagi.
"Lisa!!!" Romi semakin kencang berteriak.
"Nih orang tidur apa mati sih? Di teriakin juga gak keluar-keluar," Romi mencoba membuka pintu kamar Lisa.
Cklek!
Ternyata Lisa tidak mengunci pintu, entah lupa atau apa.
Romi masuk ke dalam kamar Lisa, tanpa menutup pintu kembali. Dia berjalan ke arah ranjang dengan jakun yang naik-turun. Bagaimana tidak? Saat ini Lisa hanya menggunakan tangtop satu jari, dan hotpants yang ketat sehingga memperlihatkan bentuk b*k*n*nya.
Romi menatap wajah cantik alami milik Lisa, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, bibir yang seksi, dan matanya terhenti di gundukan milik Lisa yang menyembul sedikit dari balik tangtop.
Romi semakin menelan saliva kasar, saat matanya turun ke bawah menelusuri bentuk tubuh Lisa.
Tangan Romi terulur untuk menyentuh wajah cantik Lisa. Namun baru juga ingin menyentuhnya, Lisa sudah menggeliat dan Romi menjauhkan kembali tangannya dari wajah Lisa.
Perlahan, kelopak mata Lisa terbuka.
"Aaaaa!!!!" teriak Lisa kaget saat mengetahui majikannya berada di dalam kamarnya, dan lagi dia tersadar jika saat ini hanya memakai dalaman yang lumayan seksi.
Lisa segera menutup tubuhnya menggunakan selimut yang berada di sampingnya.
"P-Pak Romi ngapain di kamar saya?" ujar Lisa gugup.
__ADS_1
"Ehem.." Romi berdeham guna menetralkan kegugupannya. "Saya tadi memanggil kamu dari luar, tapi kamu tidak menjawab panggilan saya. Makanya saya memutuskan untuk membangunkan kamu dan masuk ke dalam kamar kamu," ujar Romi.
"Ada apa memangnya Pak?" Lisa menunduk dan terus memegangi selimut yang dia gunakan untuk menutupi tubuh seksinya.
"Buatkan saya kopi!" perintah Romi.
"Apa Ibu belum pulang?" tanya Lisa heran, biasanya Romi tidak mau jika orang lain yang membuatkan kopi untuk nya selain Alma.
"Belum! Jika istri saya sudah pulang, pasti saya tidak akan menyuruh kamu membuat kopi." ucap Romi datar.
"B-baik Pak. Saya akan membuat kopi untuk Bapak," sahut Lisa.
Romi langsung berbalik dan pergi dari kamar Lisa.
Setelah melihat Romi sudah keluar, Lisa langsung turun dari ranjang dan menutup pintu kamarnya.
Nafas Lisa ngos-ngos'an seperti habis lari maraton.
"Astaga.. Kenapa aku lupa mengunci pintu??" gumam Lisa merutuki kebodohannya.
Dia segera memakai baju dasternya dan pergi keluar guna membuatkan kopi untuk Romi.
Lisa memang sudah terbiasa jika tidur tidak menggunakan baju, dia merasa gerah jika memakai baju. Dari dulu saat dirinya masih di kampung, Lisa memang seperti itu. Dia tidak tahan menggunakan AC, maka itu Lisa mematikan AC dan membuka pakaiannya.
Di luar kamar.
Romi mengusap wajahnya, dan mencuci wajah di kran wastafel dapur. Dia masih terbayang akan keindahan tubuh Art nya.
•
•
•
**TBC.
HAPPY READING..
SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA...
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA...❤
TERIMAKASIH 🌹🌹**