Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 29. PCA


__ADS_3

Alma telah sampai di cafe tempatnya dan Ayu janjian.


"Kenapa lama sekali?" Alma terus menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Dari kejauhan, terlihat Ayu berjalan ke menghampiri Alma.


"Sorry lama ya Al..'' Ayu langsung duduk di kursi yang mana di sebrang nya sudah ada Alma.


"Gak papa kok Yu." Alma tersenyum tipis. "Oh ya, lo mau makan apa? Hari ini biar gue yang traktir." lanjut Alma.


"Eh.. Gak perlu Al! Biar gue aja yang mentraktir lo, gue hari ini lagi bahagia banget.." ucap Ayu dengan senyum yang berkembang di bibirnya.


"Oh ya? Memangnya ada apa?"


"Hari ini ponakan gue udah sembuh.." ujar Ayu berbohong. Padahal dia sedang bahagia karena baru pulang Honeymoon dengan suami Alma.


"Oh.. Aku turut bahagia.." sahut Alma seadanya. Sebenarnya dia sangat ingin sekali menjambak rambut Ayu saat ini.


Mereka memesan makanan. Tak lama kemudian makanan pun datang.


"Yu.. Gue mau nanya sama lo.."


Ayu menatap Alma dengan menyantap makan siangnya.


"Katakan!" ujar Ayu.


"Jika semisalnya lo sudah menikah, dan suami lo berselingkuh, apa yang akan lo lakukan?" Alma menatap intens wajah Ayu.


"Uhuk uhuk.. Uhuk uhuk.." Ayu terbatuk batuk mendengar pertanyaan Alma.


"Yu pelan-pelan.." Alma mengelus lengan Ayu.


Ayu langsung menyeruput jus nya, wajahnya terlihat memerah. Entah karena malu, ataupun gugup.


"Em.. Pertanyaan macam apa itu Al?" Ayu menetralkan kegugupannya.

__ADS_1


'Dari reaksi mu saja sudah bisa di tebak. Bahwa kamu dan Mas Romi memang ada hubungan.. Ya allah, kuatkan aku..' lirih Alma dalam hati.


"Ayu.. Gue cuma nanya aja, dan itu kan semisalnya. Lo tinggal menjawab, apa susahnya?"


Ayu mengelap bibirnya menggunakan tisu.


"Al...Apa lo dengan Mas.. Eh maaf, maksud gue, Pak Romi. Apa lo dan Pak Romi ada masalah?"


Alma mengangguk.


"Ceritakan dengan gue Al. Ada apa? Gue kan sahabat lo, tentu gue akan mendengarkan keluh kesah lo.."


'Cih! Sahabat, tapi tega menusukku dari belakang.' batin Alma muak.


"Belakangan ini Mas Romi sepertinya sedikit berubah Yu. Dia sering pulang malam dengan dalil lembur, dia juga terkadang pergi keluar kota hingga beberapa hari. Gue gak tahu apa yang terjadi dengannya.." ujar Alma sambil menundukkan kepala.


Ayu menelan saliva nya kasar.


'Sepertinya Alma sudah mulai curiga,' batin Ayu.


Alma mendongak dan menatap Ayu sekilas.


"Benarkah? Gue mau agar lo memata-matai suami gue Yu. Tolong lihat-lihat dia jika ada wanita yang mencoba menggodanya. Lo laporkan ke gue langsung ya?"


"Al.. Memangnya lo gak takut, menyuruh gue agar memata-matai suami lo??".


Alma menatap mata Ayu.


"Untuk apa gue takut? Gue percaya sama lo Yu. Memangnya lo tega mengkhianati sahabat lo sendiri??"


Ayu menjadi salah tingkah. Dia terskak dengan perkataannya sendiri.


"Tentu saja gue gak akan mengkhianati lo.."


"Baguslah.. Jika lo berani mengkhianati gue, maka gue gak akan menjadi sahabat lo lagi, dan gue juga akan memberikan perhitungan ke elo." sindir Alma.

__ADS_1


"Lo ini jangan ngaco deh Al.. Kenapa kita jadi bahas beginian sih? Lo tenang aja, kalau Pak Romi macam-macam di kantor, gue akan melaporkannya ke elo." Ayu tersenyum ke arah Alma.


"Makasih ya Yu?" Alma membalas senyuman Ayu.


"Oh ya Al.. Ngomong-ngomong, pernikahan lo dan pak Romi kan sudah terbilang lama, dua tahun lebih kan ya? Jadi, apa lo belum hamil juga sampai sekarang??".


Alma mengedikkan bahu.


"Belum! Entahlah, mungkin Allah sedang memberikan gue dan Mas Romi ujian.."


"Sorry ya Al, gue nanya hal pribadi kayak begini.."


Alma hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


Drtt drtt..


Ponsel Ayu yang berada di atas meja bergetar. Dia segera mengambil ponselnya, agar Alma tidak tahu siapa yang menghubungi dirinya.






**TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA.🤗


TERIMAKASIH 😘**

__ADS_1


__ADS_2