Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 88. PCA


__ADS_3

Keesokan paginya.


"Sayang.." Rendra mengusap lembut wajah Alma yang kala itu sedang terpejam.


Sejenak kemudian, mata yang terpejam itu berkedut saat merasakan usapan lembut di area wajahnya.


"Mas.." seru Alma dengan suara serak khas bangun tidur.


Rendra mendekatkan wajahnya pada wajah Alma.


Cup!


Satu kecupan berhasil mendarat di bibir seksi Alma.


"Mas.. Ini masih pagi, bukankah tadi malam sepulang dari rumah Bibi kita sudah melakukannya?" ujar Alma dengan memalingkan wajahnya.


Berhubung Rendra bekerja dan Chika bersekolah, Alma, Rendra beserta Chika pulang ke rumah. Hanya Ani lah yang menginap di rumah Bibi Irna.


"Tapi aku menginginkannya lagi.." Rendra seperti tidak ada lelahnya.


"Baiklah. Aku akan ke kamar mandi dulu untuk cuci muka dan gosok gigi," ujar Alma ingin beranjak dari baringnya.


Dengan cepat Rendra menahan tubuh Alma agar tetap berbaring.


"Tidak perlu melakukan itu semua sayang.. Kita mulai saja sekarang," ujar Rendra tidak bisa menahan hasratnya.


Perlahan Rendra membungkukkan badannya, lalu bibir Rendra dan Alma bertemu, mereka saling melu*mat dan menyesap lidah secara bergantian.


Ciuman Rendra turun ke leher jenjang Alma, dan perlahan turun ke dua buah gundukan yang sangat Rendra sukai.


Satu des*ahan berhasil lolos dari bibir Alma, karena Rendra memainkan titik kecil yang berada di atas dua gundukan itu.


Rendra membuka penutup bagian bawah milik Alma, tampaklah sebuah pemandangan indah yang membuat Rendra sangat kecanduan. Dengan tidak sabaran, Rendra segera mengarahkan belut listriknya ke arah kolam Alma, dan saat penyatuan ingin dimulai tiba-tiba..


"Hoek..." Alma menutup mulut menggunakan sebelah tangannya.


Rendra segera menegakan badannya dan gagal melakukan penyatuan.

__ADS_1


"Sayang! Kamu kenapa?" Rendra melihat wajah pucat Alma. "Kenapa wajah kamu jadi berubah pucat seperti ini? Perasaan tadi enggak. Apa kamu sakit?" Rendra memegang kening Alma, tapi rasanya biasa saja.


"Tidak panas," ucap Rendra pelan.


Alma segera mengambil selimut, dia melilit badannya menggunakan selimut lalu turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi.


"Hoek.. Hoek..." Alma memuntahkan semua isi perutnya.


Rendra segera memakai kembali celananya, dia berlari menyusul Alma yang sedang berada di kamar mandi.


"Sayang..." Rendra memegang pundak Alma.


"Mas.. Kepala ku pusing, badan aku juga lemes." Alma memegang perut dan kepalanya.


"Hoek...." muntahan terakhir yang keluar dari mulut Alma.


Rendra menatap Alma dengan sedih, dia menuntun Alma kembali ke ranjang.


"Duduklah,"


Alma duduk di atas ranjang. Sedangkan Rendra, dia bergegas keluar dari kamar guna membuatkan susu hangat untuk Alma.


"Mungkin kamu masuk angin sayang. Sekarang minum susu ini, dan rotinya di makan." Rendra menyodorkan segelas susu cokelat kepada Alma.


Alma menerima dan meminumnya, tetapi hanya sedikit. "Udah, Mas. Rasanya aku ingin mual.."


Rendra terdiam sambil memandangi wajah Alma. "Kita ke rumah sakit ya? Aku khawatir dengan keadaan kamu,"


Alma mengangguk. Dia juga takut jika dirinya mempunyai penyakit serius, sebab tiba-tiba merasa pusing, lemas dan mual.





Romi saat ini sedang berada di kediaman orang tuanya.

__ADS_1


"Kamu ini benar-benar tidak bersyukur Romi! Sudah menikah dengan Alma, malah kamu selingkuh dengan pembantu mu itu. Huh!" ucap Mama Romi marah.


"Romi terlalu bodoh Ma.. Iman Romi lemah.." Romi baru mengakui kebodohannya.


"Jika sudah begini lalu bagaimana? Perusahaan gak ada lagi yang mau menerima kamu! Mama juga menyesal karena sudah merestui pernikahan kamu dengan Leni. Ternyata perempuan itu licik dan mata duitan."


"Ma.. Sudahlah, jangan marah-marah terus. Nanti kalau darah tinggi Mama naik gimana? Romi juga yang susah.."


"Apa kamu bilang? Mama seperti ini juga gara-gara kamu. Sekarang Mama harus memikirkan kamu lagi." ucap Mama Romi kesal.


"Romi akan segera mencari pekerjaan."


"Baguslah! Memang itu yang Mama harapkan, jika kamu tidak bekerja pemasukan dari mana lagi yang mau kita tunggu. Uang pensiun Papa kamu hanya cukup-cukup untuk belanja dan bayar listrik. Ini adalah sebuah teguran untuk kamu, Romi! Jangan pernah kamu menyepelekan seorang wanita, dan menyepelekan Allah. Mama capek terus-terusan menasehati kamu, tapi kamu tidak pernah mendengarkannya!!!".


Romi menghela nafas kasar, lalu dia pergi keluar dari rumah Mama nya untuk mencari pekerjaan diluar sana. Apapun akan Romi kerjakan, selagi itu halal dan bisa menghasilkan uang. Romi baru menyadari kesalahannya, dia saat ini sungguh menyesal dan benar-benar ingin berubah menjadi lebih baik.


'Mungkin ini benar-benar teguran dari Allah untukku. Ini karma yang aku dapatkan karena sudah menyakiti dua hati wanita sekaligus. Maafkan aku ya Allah, maafkan aku. Aku akan berubah menjadi lebih baik lagi, tolong terima tobat ku ya Allah. Bismillah, semoga aku bisa mendapatkan pekerjaan..' batin Romi bersedih. Dia terus berjalan menyusuri toko-toko, siapa tahu ada yang membuka lowongan kerja.






**Halo Mas Rendra.. Ngapain disitu? 🙈.




HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI PART SELANJUTNYA..


BYE BYE..

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2