
Beberapa minggu kemudian.
"Mas! Aku hari ini mau ketemuan sama Sekar. Kamu mau ikut gak?" ujar Alma yang kala itu sedang berada di dalam kamar bersama dengan Romi.
Romi merangkul tubuh Alma dari samping.
"Kayaknya enggak deh yank! Aku juga ada janjian sama para staf kantor.." sahut Romi sambil memainkan rambut Alma.
"Kamu mau pergi jam berapa?" Alma mendongak sedikit menatap wajah Romi.
"Jam sepuluh,"
Alma hanya mengangguk.
"Kita bareng aja ya Mas? Aku juga janjiannya jam segitu."
"Baiklah," Romi mengecup pucuk kepala Alma.
Setelah beberapa menit mengobrol, mereka berdua langsung bersiap untuk pergi bertemu dengan teman masing-masing.
"Sayang!! Kamu udah siap belum?" Romi berteriak dari luar kamar, karena dia sudah terlebih dahulu siap dibandingkan Alma.
"Udah Mas!! Sebentar!!" Alma memoles bibirnya menggunakan lipstick berwarna nude, lalu dia menyambar tas jinjingnya dan berjalan menghampiri Romi.
"Udah. Yuk!" Alma menggandeng tangan Romi.
Mereka berdua berjalan menuruni anak tangga sambil bergurau.
Sesampainya di bawah, Alma melihat Lisa yang tengah mengelap debu di meja dan Gucci.
"Lis.." Alma berjalan menghampiri Lisa.
Lisa menoleh dan menunduk sopan.
"Ya Bu! Ada apa?"
"Saya sama Mas Romi hari ini mau pergi ketemuan sama temen. Kamu jaga rumah ya?" Alma menatap Lisa.
"Baik Bu." sahut Lisa masih menunduk.
"Ya sudah, saya pergi dulu." Alma dan Romi kembali melangkahkan kaki menuju keluar rumah.
Setelah Romi dan Alma menjauh, Lisa baru mendongakkan kepalanya.
"Enak banget ya jadi mereka berdua. Harta berlimpah, kebahagiaan.. Aku jadi ingin seperti itu, tapi pasti hanya akan menjadi mimpi. Siapa yang mau dengan orang kampung dan miskin seperti ku ini? Huft! Semoga saja pangeran untukku segera turun," gumam Lisa sambil terus melanjutkan aktivitasnya.
Di dalam perjalanan.
__ADS_1
"Mas, nanti pulangnya kamu jemput aku ya?" ucap Alma pada Romi.
Romi melirik Alma sejenak, dan dia mengangguk.
"Iya sayang.. Nanti kamu telepon aku aja,"
Berkata tentang telepon, Romi lupa membawa ponselnya. Dia menepuk jidatnya sendiri, ingin memutar balik juga sudah pertengahan jalan.
"Kenapa Mas?" tanya Alma karena melihat wajah risau Romi.
"Ini sayang, ponsel ku ketinggalan.." sahut Romi masih tetap fokus menyetir.
"Kok bisa sih?" Alma menatap wajah Romi heran.
"Tadi aku letak di meja kamar. Mungkin karena aku tadi buru-buru, makanya sampai ketinggalan."
Alma menghela nafas pelan.
"Berhenti Mas!" seru Alma.
Romi masih tetap menyetir dan melirik Alma heran.
"Berhenti? Kamu mau ngapain? Masih lama loh nyampe Mall."
"Mas... Aku bilang berhenti."
Dia memiringkan duduk dan menatap wajah Alma.
"Kamu kenapa sih sayang? Kok tiba-tiba nyuruh berhenti?"
Alma hanya diam saja dan langsung keluar dari mobil.
Romi pun terkejut melihat sikap Alma. Perasaan dia tidak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa Alma nya marah?. Itulah pikir Romi.
Romi juga turun dari mobil, lalu dia mengitari mobil dan berhenti di hadapan Alma.
"Sayang, kamu kenapa sih? Kamu marah sama aku karena aku lupa membawa ponsel?" Romi menebak-nebak.
Alma menatap Romi dan tersenyum. Dia juga menahan tawa karena melihat ekspresi Romi yang bingung dan heran.
"Pftt! Mas.. Aku turun dari mobil itu agar kamu bisa balik ke rumah, untuk mengambil ponsel kamu yang ketinggalan.." ucap Alma lembut.
Romi langsung menghela nafas lega saat Alma sudah mengatakan alasannya.
"Aku pikir tadi kamu marah," Romi tersenyum ke arah Alma.
"Ya udah, kamu pulang aja! Ambil ponsel kamu, aku akan ke Mall naik taksi. Lagi pula Mall kan gak pala jauh lagi dari sini," ucap Alma.
__ADS_1
"Kamu yakin sayang?" Romi terus menatap wajah Alma.
Alma pun menganggukkan kepalanya.
"Ya udah deh. Aku pulang dulu ya? Kamu hati-hati di jalan.." Romi mencium pucuk kepala Alma.
"Iya Mas.. Kamu juga hati-hati nyetir mobilnya, jangan ngebut-ngebut.." ujar Alma.
Romi mengangguk, dan dia kembali masuk ke dalam mobil.
"Dah..." Alma melambaikan tangan, dan Romi pun membalas lambaian tangan Alma.
Setelah mobil Romi sudah menjauh, Alma segera memesan taksi online.
•
•
•
Romi sudah sampai di rumah.
Dia langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar guna mengambil ponselnya. Namun baru saja ingin menapaki anak tangga, Romi melihat Lisa yang berada di dapur tengah membersihkan kompor.
Lisa saat ini hanya memakai kaos biasa, dan rok sebatas betis. Romi melihat tubuh Lisa dari belakang, dia berbalik arah dan berjalan perlahan ke arah dapur guna menghampiri Lisa.
•
•
**Almaida saat tertawa lepas ❤❤.
•
•
TBC.
SELAMAT PAGI SEMUANYA..
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART, BYE..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🏻🌹**