Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 90. PCA


__ADS_3

Tiga bulan kemudian.


Usia kandungan Alma saat ini sudah memasuki tiga bulan. Sejak memeriksakan kandungan Alma bulan lalu, Rendra tidak memperbolehkan Alma pergi ke toko. Tetapi, karena usia kandungan Alma saat ini sudah menginjak tiga bulan, dan Alma bersikeras untuk menjaga toko maka Rendra mengijinkannya.


Saat ini Alma dan Tiara sedang berada di toko. Ya, Tiara saat ini menetap di kota karena mengikuti sang suami yaitu Akmal. Tiara lah yang membantu Alma mengelola toko roti, bahkan saat Alma tidak diperbolehkan datang ke toko, Tiara lah yang meng' handel semuanya.


"Ra.. Apa bahan-bahan roti sudah di antar kan?" Alma menghampiri Tiara yang sedang membersihkan steling.


"Belum, Mbak. Dari tadi belum ada pengantar bahan-bahan membuat roti.." sahut Tiara meletakkan lap nya di ember.


"Kok lama ya? Biasanya juga jam segini udah datang. Mana semua bahan abis, dan stok roti juga udah mulai banyak berkurang.." Alma menjadi risau sendiri. Hormon kehamilan Alma yaitu khawatir berlebihan.


"Mbak. Mbak ngapain khawatir kayak begitu? Kita tunggu aja beberapa jam lagi. Jika tidak datang juga, Mbak kan bisa telepon toko sembako nya." usul dari Tiara.


Alma mengangguk. "Benar juga yang kamu katakan,"


"Mbak, yang ini berapa?" tanya seorang pembeli pada Tiara dan Alma.


Alma dan Tiara menoleh ke asal suara.


"Ya udah, Mbak mau ke meja kasir. Kamu layani pembeli ya?" Alma pergi dari hadapan Tiara.


Beberapa jam kemudian.


"Halo, Ko. Kenapa bahan-bahan pesanan saya tidak di antar?" Alma sedang menelepon sang pemilik toko.


📲"Maaf Bu Alma. Pekerja Oe itu olang baru, jadi dia agak lelet kerjanya. Mungkin dia masih dalam perjalanan, karena tadi sudah berangkat dari toko.." ucap pemilik toko berbicara dengan logat cina.


"Huft! Ya sudah. Saya akan menunggunya,"

__ADS_1


Setelah mengatakan 'oke' panggilan pun terputus.


Tak lama kemudian.


Mobil pick up berhenti tepat di depan toko Alma. Alma yang saat itu sedang bermain ponsel langsung mematikan ponselnya. Dia meletakkan ponsel di dalam tas, lalu beranjak dari duduknya menuju ke luar toko.


"Mbak, sepertinya itu bahan-bahan pesanan Mbak.." ucap Tiara yang berada di samping Alma.


"Iya. Ayo kita lihat ke depan,"


Kedua wanita itu berjalan ke depan toko.


Betapa terkejutnya saat Alma melihat siapa yang menyetir mobil pick up itu.


"Mas Romi.." ucap Alma pelan.


Romi berjalan ke arah Alma, dia menatap Alma dengan tatapan bahagia dan rindu. Akhirnya setelah satu tahun lebih, dia baru bisa melihat wajah Alma lagi.


"Mas. Apa kabar?" ucap Alma basa-basi. Sebenarnya Alma masih kesal dengan pria di hadapannya itu. Tetapi dia harus ingat dengan yang Rendra katakan.


]'Allah maha pemaaf. Maka dari itu, meskipun kita hanya manusia biasa, tetapi lapang kan lah hati untuk memaafkan kesalahan seseorang. Jangan kotor' i hati baik mu hanya karena rasa benci dan dendam kepada seseorang.'] Itulah ucapan Rendra yang selalu Alma ingat.


"Kabar ku tidak baik, Al.." Romi menatap Alma dari atas sampai bawah. Mantan istrinya itu terlihat sangat cantik, dan badannya juga berisi.


"Aku dengar kamu dan Rendra sudah menikah. Selamat ya? Aku baru bisa mengucapkan nya sekarang.."


Alma tersenyum tipis. "Terimakasih, Mas.." sahut Alma.


"Bahkan Mbak Alma saat ini sedang hamil," ucap Tiara membuka suara. Tiara tahu, bahwa pria di hadapannya saat ini adalah mantan suami Alma. Seorang pria yang suka berselingkuh.

__ADS_1


Deg!






**TBC.


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA BESOK PAGI..


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN MENINGGALKAN JEJAK UNTUK ALMAIDA 🌹


terimakasih 😘


LIKE..


VOTE..


KOMEN..


HADIAH, GIFT/TONTON IKLAN..


FAVORIT..

__ADS_1


BINTANG LIMA ❤❤**


__ADS_2