
Dua hari kemudian.
"Ma! Al berangkat kerja dulu ya?" Alma mencium punggung tangan Mamanya.
"Hati-hati ya nak.."
Alma berjalan menuju sepeda motor kesayangannya. Sedangkan motor yang baru, berada di rumah Romi.
"Dah Ma!!" Alma melambaikan tangan sebelum melajukan motornya.
Ani pun membalas lambaian tangan Alma.
"Semoga saja kebaikan dan kebahagiaan selalu menyertaimu nak.." Ani masuk ke dalam rumah.
Alma menyetir motor dengan santai dan dengan kecepatan sedang. Namun tiba-tiba motor Alma tersendat sendat.
"Eeh.. Kenapa nih motor??"
Motor Alma mati.
"Loh, kok malah mati sih?" Alma membuka helm, lalu turun dari motornya.
"Ck! Mana udah hampir siang, ada meeting dengan klien lagi. Argh!! Gimana dong??" Alma menoleh ke sana kemari. Dia ingin menumpang seseorang, tapi malu.
Alma merogoh tas jinjingnya, dia mengambil ponsel dan memesan taksi online.
"Semoga aja taksi nya cepat datang. Kalau lama, bisa telat aku! Pasti Pak Rendra marah." Alma membolak balikkan ponselnya.
Dia celingukan karena taksi pesanannya tidak kunjung muncul.
"Duh... Lama banget sih.."
Sebuah mobil Mercedes berhenti tepat di depan Alma berdiri.
"Siapa?" gumam Alma menunggu orang yang menyetir mobil itu turun.
Seorang pria dengan wibawa dan ketampanan yang selalu menyertainya turun dari mobil.
"Pak Rendra?" lirih Alma pelan..
__ADS_1
Rendra berjalan menghampiri Alma.
"Alma! Kok kamu berhenti di pinggir jalan?" tanya Rendra kepada Alma.
"Eh.. Iya! Anu Pak, motor saya mogok.." sahut Alma dengan senyum tipis.
"Mogok? Terus kamu di sini nunggu siapa?"
"Nunggu taksi."
"Kalau nunggu taksi gak bakalan keburu Al! Mending kamu pergi ke kantor bareng saya aja.." Rendra memberikan tawaran.
"Gak usah Pak. Sebentar lagi palingan taksi online pesanan saya datang.." Alma merasa tidak enak hati.
"Kita pagi ini ada meeting dengan klien loh Al! Apa kamu mau datang terlambat? Saya rasa, jika kamu menunggu taksi lagi, tidak akan kekejar waktunya."
Alma terdiam sembari berpikir.
'Gimana ya? Terima gak tawaran si Bos? Kalau di terima.. Aku merasa gak enak satu mobil dengan atasan ku. Bagaimana jika karyawan kantor mengira aku ada hubungan dengan Pak Rendra, soalnya kan statusku masih istri orang. Kalau gak di terima, aku pasti terlambat, dan akan membuat jelek nama perusahaan..' Alma bimbang sendiri.
"Al!!" panggil Rendra membuyarkan lamunan Alma.
"Eh.. Iya Pak?" Alma kaget.
"Saya ikut Bapak aja deh." keputusan Alma setelah menimbang-nimbang.
"Ya sudah. Ayo!!" mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju menuju kantor.
Di dalam mobil.
"Pak! Bagaimana dengan motor saya??" Alma merisaukan sepeda motor kesayangannya.
"Nanti saya akan bantu menghubungi tukang bengkel, agar mengambil motor kamu lalu men'servisnya." sahut Rendra dengan fokus menyetir.
Alma hanya mengangguk.
"Sebenarnya saya tidak enak jika satu mobil dengan pria lain begini Pak! Apalagi, Bapak kan atasan saya, dan saya juga sudah bersuami." Alma mengeluarkan kegundahannya.
__ADS_1
Rendra tersenyum.
"Kamu takut orang-orang berpikiran negatif tentang kita karena satu mobil?" Rendra melirik ke arah Alma sekilas.
Alma mengangguk dan terus menatap ke depan.
"Kamu tidak perlu khawatir, nanti kamu bisa turun di gerbang kantor, agar tidak di curigai oleh para karyawan.." saran dari Rendra.
"Boleh juga!" sahut Alma dengan senyuman.
Rendra tersenyum melihat Alma.
'Wanita yang baik, cantik, dan juga pintar.' batin Rendra memuji sosok Alma.
Rendra langsung mengusap wajahnya dan beristigfar.
'Astaghfirullah.. Dia istri orang Ren!! Sadar..' batin Rendra, karena dia merasa bersalah telah mengagumi istri orang.
Setelah tidak lagi ada obrolan, mereka berdua hanya diam saja di dalam mobil. Alma merasa canggung dengan keadaan seperti ini.
•
•
**A!!! Om duda (Rendra) 😭🌹.
•
•
TBC.
HALO SELAMAT PAGI SEMUANYA..
BAGAIMANA KABAR KALIAN
HAPPY READING..
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH MENYEMPATKAN WAKTU UNTUK MEMBACA KARYA DARI MOM 🤗.
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤❤**