Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
BAB 38. PCA


__ADS_3

Alma terkejut melihat seseorang yang berada di belakangnya. Dia buru-buru menghapus air mata yang mengalir di pipinya.


"Alma, kamu ada di sini?" Rendra bertanya kepada Alma.


"Iya Pak!" sahut Alma singkat.


"Pak Rendra juga ada di sini?"


"Iya. Saya sedang bersama dengan Chika.."


"Oya? Dimana anak cantik itu?" Alma menoleh ke sana kemari.


"Dia sedang bermain ayunan.." Rendra menunjuk ke suatu arah.


Alma mengikuti arah telunjuk Rendra, dan dia tersenyum saat melihat tawa Chika.


"Boleh saya duduk?" ucap Rendra, karena dari tadi dia hanya berdiri saja.


"Eh.. Tentu, silahkan duduk.." Alma menggeser duduknya.


"Kamu kenapa Al? Saya lihat tadi sepertinya kamu sedang menangis.." Rendra menatap wajah sembab Alma dari samping.


Alma hanya diam saja.


"Baiklah.. Tidak masalah jika kamu tidak mau menjawab pertanyaan saya," ujar Rendra menjadi tidak enak hati.


"Maaf Pak!" hanya kata itu yang keluar dari bibir Alma.


Terlihat Chika berlari menghampiri Rendra dan Alma.


"Papa!! Tantenya Chi!!!"


Rendra dan Alma tersenyum saat Chika sudah hampir sampai di dekat mereka.


"Halo cantik.." seru Alma menyapa Chika.


"Halo Tante.." Chika duduk di tengah, antara Rendra dan Alma.


"Udah selesai mainnya??" tanya Rendra pada Chika.

__ADS_1


"Udah Pa!" sahut Chika.


"Kita pulang yuk? Udah hampir siang ini.." ajak Rendra pada Chika.


Chika menoleh ke arah Alma.


"Tante gak pulang?"


Alma menggeleng.


"Tante pulangnya nanti aja.." sahut Alma sambil tersenyum.


"Tante kenapa? Kok kayaknya habis nangis."


Alma mendongak ke atas..


"A! Ini, tadi mata Tante kena debu.." ujar Alma berbohong.


Chika yang memang masih polos, hanya mengangguk saja.


"Tuan putri, apa kita bisa pulang sekarang??" ucap Rendra berkata dengan nada seperti seorang bodyguard sang putri.


"Ayo.."


Rendra dan Chika berdiri dari duduk mereka.


Namun belum juga melangkah, Chika menarik tangan Papanya.


"Pa!! Ada ice krim.. Chi mau ice krim.." rengek Chika.


"Sayang.. Kamu gak boleh makan ice krim. Nanti kalau sakit tenggorokan kamu kambuh lagi gimana??" ucap Rendra dengan nada lembut.


Chika hanya menatap nanar gerobak ice krim yang berada di pinggir jalan.


Alma yang melihat Chika bersedih, langsung berdiri dari duduknya.


"Chika.." panggil Alma lembut.


Chika dan Rendra menoleh.

__ADS_1


"Chika mau ice krim? Ayo beli sama Tante.. Kebetulan Tante juga pengen makan ice krim."


Mata Chika yang tadinya sudah berembun berubah menjadi berbinar.


"Yeay asyik..." sorak Chika riang.


Rendra menghela nafas.


"Maaf Alma, tapi anak saya tidak bisa makan ice krim. Dia sering sakit tenggorokan jika sudah makan ice krim.."


Alma menoleh sekilas ke arah Rendra.


"Pak.. Selagi bisa diatasi, tidak masalah. Sekali-sekali, jangan terus-terusan melarang anak jika ingin makan apapun. Kasihan! Kita sebagai orang tua memang harus menjaga kesehatan anak, dan kalau anak sudah sakit, tentu orang tua yang akan repot. Tetapi, setidaknya biarkan keinginan anak terpenuhi. Biarkan dia makan ice krim, hanya sedikit saja yang penting dia sudah mencicipinya." jelas Alma kepada Rendra.


Chika melepaskan genggaman tangannya pada tangan Rendra. Dia bergantian memegang tangan Alma.


"Ayo Tante, Chi udah gak sabar mau makan ice krim.." Chika sangat antusias.


"Ayo!" Alma dan Chika berjalan menuju penjual Ice Krim. Rendra hanya mampu menatap kepergian putri dan sekertaris nya itu.


Terlihat Chika dan Alma tertawa, Rendra yang melihat itu dari kejauhan pun tersenyum tipis. Sudah lama dia tidak melihat Chika tertawa lepas seperti itu.





**TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYE...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA SELALU ❤❤


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_1


Pak Rendra ❤❤


__ADS_2