
Akmal yang baru saja sampai dari mengantar pesanan cust Alma, langsung menghentikan laju sepeda motor nya di depan toko roti milik Alma. Dia menatap dari luar, dan terlihat toko Alma sangat ramai pembeli.
"Alhamdulillah toko Alma rame banget. Kayaknya aku telat sampai ini, pasti Alma keteteran," gumam Akmal sambil ingin melangkah masuk ke dalam toko.
Namun baru juga sebelah kaki Akmal di angkat guna melangkah, Akmal melihat Alma yang sedang sibuk melayani pelanggan di bantu oleh Rendra. Akmal tidak jadi melangkahkan kakinya, dia menghembuskan nafas berat dan berbalik ke arah motornya.
"Selalu saja keduluan orang.. Jika Alma bukan jodohku, maka jauhkanlah aku darinya ya Allah. Aku rela menderita demi cinta, asal aku bisa melihat orang yang aku cintai bahagia, bukan tersakiti." gumam Akmal seraya duduk di motornya. "Dua tahun lebih aku tidak dekat dengan wanita manapun, karena kamu Al. Karena aku tidak bisa berpaling darimu, dan sekarang lihatlah! Aku akan menderita untuk yang kedua kalinya karena cinta.." Akmal berbicara sendiri dan tersenyum kecut. Dia menoleh ke arah toko Alma sejenak, lalu pergi dari toko Alma menggunakan sepeda motornya.
•
•
•
Sore hari.
"Alhamdulillah... Jualannya hari ini laris manis." ucap Alma dengan senyum puas.
"Kamu memang pintar membuat roti, Al. Tentu saja para pembeli roti mu suka dengan rasanya." sahut Rendra.
"Tante! Tante.. Chi mau roti yang itu dong." Chika menarik ujung baju Alma seraya menunjuk cake kecil.
Alma mengikuti arah jari telunjuk Chika. "Chi mau yang itu? Bentar Tante ambilin" ujar Alma berjalan mengambilkan cake kecil dengan motif kartun itu.
"Nih.." Alma menyodorkan cake tersebut kepada Chika.
"Yeay..." sorak Chika riang. Dia mulai melahap cake buatan Alma.
"Em.. Al! Maaf ya saya ganggu kamu di saat sibuk begini," ujar Rendra tidak enak hati.
"Gak pa-pa, Pak. Seharusnya saya yang berterimakasih pada Pak Rendra karena sudah mau membantu saya." sahut Alma sambil menatap Chika yang dengan lahap memakan cake mini.
Saat ini mereka sedang duduk di kursi kasir.
__ADS_1
"Setiap hari kamu keteteran begitu ya? Kalau memang iya, kenapa gak cari pekerja aja buat bantuin jualan di toko kamu ini?" Rendra menatap wajah cantik Alma yang tengah menopang dagunya.
"Biasanya Mama yang bantu. Tapi jika Mas Akmal libur, Mas Akmal lah yang bantuin saya di toko." ngomong-ngomong tentang Akmal, Alma mengingat sesuatu. Dia menepuk jidat nya sendiri.
"Ada apa, Al?" tanya Rendra heran.
"Saya lupa. Dari tadi pagi Mas Akmal nganterin bolu pesanan pelanggan. Tapi kenapa jam segini belum balik ya?" Alma berdiri dari duduknya dan berjalan mengambil ponselnya yang berada di tas jinjing.
Alma menekan nomor kontak Akmal.
tut tut..
Panggilan langsung tersambung.
"Halo, Mas!" Alma langsung menyapa Akmal. Dia sangat khawatir, sebab sudah sore Akmal belum kembali ke toko.
📲"Waalaikumsalam, halo Alma.." sahut Akmal lembut.
📲"Aku sedang tidur," Akmal mengalihkan panggilan menjadi panggilan video.
Terlihatlah wajah cantik Alma memenuhi layar ponsel Akmal.
Alma melotot. "Di saat aku disini khawatir, kamu di sana malah enak-enak 'an tidur. Dasar!!!" Alma terlihat kesal.
Terlihat Akmal tertawa di sebrang sana. 📲"Maafkan aku Tuan putri. Aku tadi langsung pulang, karena melihat kamu sedang sibuk, jadi gak sempat pamit." ucap Akmal.
"Udah tau aku sibuk, kenapa kamu gak bantuin? Malah nyelonong pulang aja," Alma merajuk.
📲"Kan udah ada Rendra yang bantuin kamu," sahut Akmal santai.
Deg!
Jantung Alma serasa berhenti berdetak. Dia menatap wajah Akmal yang berada di layar ponselnya, lalu beralih menatap Rendra.
__ADS_1
'Astaga, aku jadi gak enak sama Mas Akmal,' batin Alma.
📲"Al! Alma.." seru Akmal memanggil Alma yang hanya diam saja.
"Eh, iya? Ya udah kalau kamu mau istirahat, aku juga mau tutup toko. Oh ya? Nanti malam kamu ke rumah aku ya? Kita makan sate di ujung gang rumah aku," ucap Alma ingin meminta maaf dengan cara mentraktir Akmal.
📲"Oke beres.. Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalam," sahut Alma.
Panggilan pun terputus.
Rendra dan Chika tidak mendengar percakapan antara Alma dan Akmal. Sebab saat ini Alma berada sedikit jauh dengan meja kasir. Alma menatap Rendra dan Chika yang sedang berbicara dan bersenda gurau.
•
•.
•
**TBC.
HAPPY READING..
SAMPAI JUMPA NANTI SIANG..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA SUPAYA OTHOR LEBIH SEMANGAT UP ❤.
TERIMAKASIH 😘
LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH, DAN YANG BARU BACA CERITA ALMAIDA JANGAN LUPA TAP FAVORITNYA AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE TERBARU 🌹🌹🙏🏻.
BYEEEEEEE**...
__ADS_1