Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 70. PCA


__ADS_3

Malam pun tiba.


Akmal sudah berdandan rapi dan siap untuk pergi ke rumah Alma.


"Perfect!" seru Akmal saat melihat pantulan dirinya melalui cermin.


Akmal keluar dari rumah, dia menutup dan mengunci rumah minimalis nya itu kemudian melangkah menuju motor gede nya.


"Lets go.." motor pun melaju ke arah rumah Alma.


Beberapa menit kemudian.


Tok! Tok! Tok!


Akmal yang sudah sampai di depan rumah Alma pun langsung mengetuk pintu.


"Assalamualaikum.." seru Akmal.


Alma yang kala itu tengah menonton televisi bersama dengan sang Mama langsung menoleh ke arah pintu.


"Ma! Itu sepertinya Mas Akmal,"


"Ya udah, kamu bukain gih pintunya," ucap Mama Ani.


Alma berdiri dari duduknya. Dia berjalan ke arah pintu.


Cklek!


Pintu terbuka, dan dapat Akmal lihat senyum Alma yang kala itu menyambut dirinya.


'Andaikan saja senyum ini selalu aku lihat dan dapatkan saat aku pulang bekerja, pasti rasa lelah ku akan hilang..' batin Akmal.


"Mas!" seru Alma karena Akmal hanya diam saja.


Akmal malah tersenyum-senyum sendiri menatap Alma.


Alma mengerutkan dahi dan tersenyum lucu melihat Akmal. "Mas Akmal!" Alma menepuk pundak Akmal, dan akhirnya Akmal tersadar dari lamunan konyol nya.


"Eh, iya?" sahut Akmal gugup.


"Kamu kenapa sih dari tadi diam aja? Kesambet?" ujar Alma bergurau.

__ADS_1


"Iya, kesambet bidadari.." Akmal mengerlingkan mata ke arah Alma.


Alma hanya tertawa saja. Inilah yang Akmal inginkan, selalu melihat tawa dan senyum Alma. Bukan tangisan atau kesedihan.


"Mau masuk dulu, atau langsung pergi?"


"Masuk dulu aja. Aku kangen sama Tante Ani," sahut Akmal.


"Wah.. Kamu mau coba-coba deketin Mama aku ya?" Alma melotot, tapi dia tahu bahwa Akmal hanya bergurau.


"Kalo iya emang kenapa?" Akmal langsung nyelonong masuk.


"Assalamualaikum.. Tante,,"


"Wa'alaikumsalam... Eh, nak Akmal," Ani menyahut dan menoleh ke arah Akmal.


"Tante udah makan?" Akmal duduk di samping Ani.


"Sudah," sahut Ani di selingi senyum ramah.


Alma mendekat ke arah Akmal dan Ani.


"Al serasa gak di anggap tau.." sungut Alma pura-pura merajuk.


"Tan, tadi aku bilang sama Alma. Aku mau deketin Tante aja, habis kalau aku deketin Alma, Alma nya gak mau.." ujar Akmal bergurau.


Ani hanya tertawa. "Kamu harus extra sabar dan berusaha terus untuk mendapatkan hati anak Tante.." Ani melayani gurauan Akmal.


Alma hanya melongo tidak percaya. Dia berdiri dari duduknya.


"Mau kemana, Al?" tanya Akmal pada Alma.


"Ya bersiaplah, kan kita mau pergi!" seru Alma pada Akmal.


Akmal hanya mengangguk. Sedangkan Ani, dia hanya tertawa saja karena melihat Akmal yang sangat suka menggoda dan juga membuat Alma kesal.


Alma masuk ke dalam kamarnya. Alma sebenarnya sedikit sulit untuk melupakan Romi, karena biar bagaimanapun Romi adalah lelaki pertama yang bisa meluluhkan hatinya. Alma akan terus mencoba melupakan Romi, karena lelaki seperti Romi tidak perlu dipikirkan lagi.


Beberapa menit kemudian Alma keluar dari kamarnya hanya dengan menggunakan piyama panjang biasa dan juga hijab yang menutupi rambutnya.


"Sudah?" Akmal berdiri dari duduknya, dia menatap Alma dengan tatapan terpesona. Biarpun simpel seperti sekarang ini, tetapi Alma tetap terlihat sangat cantik.

__ADS_1


"Sudah. Ayo! Keburu tutup tukang sate nya," Alma mencium ke dua pipi Ani.


"Al pergi dulu ya, Ma?"


"Hati-hati ya, nak.."


Akmal mencium punggung tangan Ani takdzim. "Kami pamit ya, Tan?"


"Hati-hati, jangan balap-balap bawa motornya.." peringatan yang Ani berikan.


"Siap calon Mama mertua," sahut Akmal dengan menahan tawanya.


Alma hanya menggelengkan kepala melihat kekonyolan Akmal.


Alma dan Akmal pun pergi dengan menggunakan sepeda motor gede milik Akmal.






Othor bagi dong sate nya Al 🙈.





TBC.


HAPPY READING..


BONUS UP SATU BAB MALAM INI, KARENA OTHOR TERLAMBAT UP UNTUK TADI SIANG .


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..


TERIMAKASIH 😘

__ADS_1


__ADS_2