Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 64.PCA


__ADS_3

Suara deru mobi terdengar dari halaman rumah Ani.


Tok! tok! tok!


"Al! Alma buka pintunya, Al!" teriak Romi dari luar rumah.


Alma yang saat itu memang belum tidur, langsung turun dari ranjangnya.


"Seperti suara Romi." gumam Alma pelan.


Ani juga yang belum tidur langsung terbangun dari ranjangnya.


Klek!


Pintu kamar Alma dan Ani terbuka bersamaan.


"Ma! Kayaknya itu suara Romi deh," Alma turus mendengarkan suara seseorang di luar rumah.


"Benar! Kamu tunggu sini, biar Mama yang menghadapinya." dengan raut wajah emosi, Ani berjalan menuju pintu rumah.


"Meskipun Mama gak nemuin dia, Al juga gak akan mau menemuinya Ma." gumam Alma sambil melihat Mama nya dari kejauhan.


Cklek!


Pintu rumah terbuka.


"Ma.. Alma ada disini kan Ma? Dimana dia?" Romi menoleh ke dalam rumah.


"Memang nya kenapa kalau Alma ada disini? HAH!" Ani berbicara dengan berkacak pinggang.


"Ma! Saya mau bertemu dengan Alma, saya mohon berikan saya kesempatan..'' ujar Romi putus asa.

__ADS_1


"Tidak! Jangan pernah menganggu anak saya lagi. Dan ingat! Saya bukan Mama kamu, jadi jangan panggil saya dengan sebutan Mama." .


Romi terdiam.


'Berarti Alma sudah mengatakan semuanya pada Mama Ani. Jika begini, Alma memang ingin bercerai dariku..' batin Romi sedih.


"Ma! Saya mohon ijinkan saya bertemu dengan Alma sebentar saja." Romi memohon.


"Sekali tidak ya tidak! APA KAMU TULI?" bentak Ani. "Alma juga tidak mau bertemu denganmu. Jadi jangan harap bisa menemui anak saya lagi. Lebih baik kamu urus saja selingkuhan mu yang sedang berada di rumah sakit itu!"


Romi menunduk. Dia menoleh ke dalam rumah, lalu menatap Ani.


"Maafkan saya, Ma. Maafkan saya karena tidak bisa menjadi suami yang baik untuk Alma. Saya menyesal, sangat-sangat menyesal.." Romi berbicara dengan nada sedih.


"Sudah! Lebih baik kamu pergi dari rumah saya. Menyesal juga percuma, kamu tidak akan mendapatkan apapun sekali itu maaf dari Alma. Sudah cukup kamu menyakiti hati anak saya! Sekali lagi saya ingatkan, jangan pernah menganggu kehidupan anak saya lagi. Kamu tunggu saja surat dari pengadilan agama nanti," setelah mengatakan itu, Ani langsung menutup pintu dengan keras.


Romi terlonjak kaget dengan suara benturan pintu yang sangat kencang itu. Dia hanya menatap nanar ke arah pintu rumah Alma.


'Andaikan waktu bisa di putar, Al. Maka aku tidak akan melakukan hal bodoh ini. Maafkan aku Alma, maafkan aku. Hanya itu yang ku pinta darimu. Aku sangat mencintaimu,' batin Romi.


Di dalam rumah.


Ani mengatur nafasnya. Dia sungguh emosi saat melihat wajah Romi, sebenarnya dia ingin sekali menjambak dan memukul Romi. Tetapi apalah daya, dia tidak ingin terlihat buruk menjadi Mama Alma.


"Ma!" seru Alma sambil berjalan mendekat ke arah Ani.


Ani menoleh dan tersenyum.


"Jangan pikirkan dia lagi, nak. Bercerai memang jalan terbaik untuk kalian berdua," ucap Ani mengelus lembut kepala Alma yang tidak tertutup hijab.


Alma hanya tersenyum saja.

__ADS_1


"Tidurlah," ujar Ani lembut.


Alma mengangguk.


Ani masuk duluan ke dalam kamar. Sedangkan Alma, dia berjalan ke arah tirai jendela. Alma membuka sedikit tirai jendela itu, dia dapat melihat Romi yang belum juga pergi dari halaman rumahnya.


'Semoga setelah ini kamu bahagia Mas.. Tidak akan ada penghalang lagi untuk kamu bermain wanita. Jika kamu benar-benar mencintai ku, maka kamu tidak akan menghancurkan kepercayaan dan menyakiti hatiku seperti ini. Bukan hanya sekali, Mas. Tapi dua kali,' batin Alma bersedih.


Dengan cepat Alma menutup kembali tirai jendela itu, dia menghapus air mata yang tanpa permisi menetes di pipinya.


"Aku harus kuat, aku harus bisa melupakan Mas Romi. Ayo Alma, kita mulai semuanya dari awal. Jangan menoleh kebelakang, lihatlah ke depan." Alma menyemangati dirinya sendiri.





TBC.



**Selamat pagi Alma ❤.




HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA..

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA...


TERIMAKASIH 😘😘**


__ADS_2