
Malam pun tiba.
Romi tengah berada di kamar Lisa.
"Kamu sungguh seksi sayang.." Romi mengecup belakang telinga Lisa.
Lisa hanya memejamkan mata saja, menikmati rasa getaran yang Romi berikan.
Romi berdiri dari duduknya, dia menggendong tubuh Lisa.
Lisa membuka mata dan terkejut.
"Pak, apa yang Bapak lakukan?" ujar Lisa pelan sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Romi.
"Malam ini kita akan melakukannya di kamar ku.." Romi mulai melangkah keluar dari kamar Lisa.
Lisa hanya diam saja saat Romi menggendongnya naik ke atas.
Sesampainya di kamar.
Romi langsung merebahkan tubuh Lisa di atas ranjang.
Setelah itu mereka mulai melakukan pemanasan.
•
•
•
Di perjalanan.
Alma sedang berada di dalam taksi, guna pulang ke rumah. Hatinya saat ini tengah gundah gulana.
"Kenapa aku merasa deg deg 'an seperti ini ya?" Alma memejamkan mata dan menyandarkan badannya di kursi penumpang.
Beberapa menit kemudian.
__ADS_1
"Bu, sudah sampai.." ujar sopir pada Alma.
Alma segera turun dari mobil, dia memberikan ongkos lalu berjalan masuk ke dalam halaman rumah.
Setelah berada di dalam rumah.
Suara hentakkan heels terdengar menapaki lantai.
Alma terus berjalan hingga matanya terhenti di depan pintu kamar Lisa.
"Sepi sekali," gumam Alma karena mendapati rumahnya yang seperti kuburan, sangat sunyi dan sepi.
Alma berjalan ke arah kamar Lisa.
Tok! tok! tok!
"Lis, Lisa!!" teriak Alma sambil mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan.
Alma berinisiatif membuka pintu kamar Lisa.
Cklek!.
Setelah pintu terbuka lebar, Alma sama sekali tidak melihat batang hidung Lisa.
"Kemana dia?" hati Alma mulai risau.
Alma menutup kembali pintu kamar Lisa, dia berjalan menaiki anak tangga hingga yang terdengar di dalam rumah hanyalah suara hentakkan heels Alma.
Alma terus berjalan menuju kamarnya, namun baru saja sampai di depan kamar, Alma mendengar suara des*h*n sahut menyahut dari dalam kamarnya. Terlebih lagi, suara dua orang insan yang dia kenal tengah menyebutkan nama mereka masing-masing.
Dengan tangan yang gemetaran, mata merah akibat menahan amarah, dan emosi yang memuncak, Alma dengan cepat membuka pintu dengan kencang.
Brak!
"MAS ROMI!!!" pekik Alma kuat sambil menatap tidak percaya ke arah ranjang.
Romi dan Lisa sama-sama menatap ke arah Alma. Romi melepaskan penyatuan yang mereka lakukan. Dia bergegas memakai celana pendek nya lagi, lalu melompat turun dari ranjang guna menghampiri Alma.
__ADS_1
Alma menatap dua insan yang berada di atas ranjang dengan tatapan menyala, dan seperti serigala yang ingin memakan mangsanya. Alma berjalan masuk ke dalam kamar dan menghampiri Romi.
Plak!
Satu tamparan keras berhasil Alma layangkan di pipi Romi.
Romi hanya meringis sambil memegangi pipinya yang sangat sakit, akibat Alma menamparnya dengan cukup kuat.
"A-Alma.. Kamu udah pulang? Bukankah sudah aku katakan, bahwa aku yang akan menjemputmu?" Romi membuka suara.
Alma menatap Romi lalu Lisa bergantian. Lisa yang berada di atas ranjang hanya menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Mengabari? Kenapa? Agar aku tidak mengetahui kelakuan hina kalian berdua? Iya!" bentak Alma tepat di depan wajah Romi.
"Jadi selama aku bekerja dan lembur, ini yang kalian berdua lakukan di rumah? HAH! JAWAB AKU MAS!!!!" Alma melotot menatap Romi.
Romi hanya terdiam.
"Al-Alma, maafkan aku. Ini semua kesalahannya,.dia yang menggoda ku Al.." Romi berkilah menyalahkan Lisa.
Alma menatap Lisa yang sudah memakai pakaiannya dan berdiri di samping ranjang dengan wajah ketakutan dan gemetaran.
•
•
•
•
TBC.
**Apa lagi yang akan Alma lakukan dan katakan??.
HAPPY READING..
SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA, YANG PASTI BAKALAN MEMBUAT KALIAN EMOSI, SEDIH, DAN IBA.
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGAN DAN MENINGGALKAN JEJAKNYA.🤗
TERIMAKASIH 🌹🌹**