
Di dalam rumah.
Ayu dan Romi sedang duduk di sofa, dengan Ayu yang bersandar di pundak Romi.
"Bagaimana sayang, apa Beni masih menganggu mu?" Romi mengelus rambut Ayu.
Ayu mendongak.
"Syukurnya udah enggak Mas. Dia gak pernah lagi menghubungi ku lagi.." sahut Ayu.
"Baguslah kalau begitu. Ternyata dia mata duitan juga ya?" Romi terkekeh pelan.
Ayu menegakkan badannya menghadap ke Romi.
"Mas.. Kemarin kamu kasih uang banyak banget ke Beni. Emangnya gak pa-pa??"
Romi tersenyum.
"Gak pa-pa dong sayang. Uang segitu belum ada apa-apanya untuk ku."
'Tidak a**da bandingannya dengan anak yang kamu lahir kan nanti..' batin Romi licik.
Ayu memeluk tubuh Romi dari samping.
'Enak banget punya suami kaya ya? Uang berapa aja gak jadi masalah..' batin Ayu.
Di saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba.
tok! tok! tok!
Pintu rumah di ketuk.
Ayu menegakkan lagi badannya.
"Ck! Siapa sih itu yang datang?"
"Siapa itu sayang?" tanya Romi pada Ayu.
"Entahlah Mas.. Aku juga gak tau." sahut Ayu.
"Apa kamu ada memesan makanan? Atau barang online?" ujar Romi.
__ADS_1
Ayu menggeleng.
"Kamu tunggu disini, aku buka dulu pintunya."
Ayu berdiri dari duduknya dan berjalan menuju pintu.
Cklek!
Pintu rumah terbuka.
Mata Ayu membola sempurna saat melihat siapa yang sudah berdiri di hadapannya.
"A-alma?" gumam Ayu gugup.
Alma mendorong tubuh Ayu, hingga Ayu terhuyung ke samping. Dia masuk ke dalam rumah Ayu dengan bertepuk tangan.
Prok! Prok! Prok!
Romi yang kala itu sedang duduk langsung bangkit dari duduknya.
"Alma?" seru Romi pelan, dia bingung harus bagaimana, berantakan sudah rencananya.
"Hebat sekali Mas, hebat sekali!" Alma berjalan ke arah Romi.
"Alma aku bisa menjelaskan semuanya.." Romi ingin memegang tangan Alma, tetapi Alma dengan cepat menghindarinya.
"Jangan sentuh aku Mas!" Alma menekan katanya.
Ayu berjalan ke arah Alma dan juga Romi.
"Al.. Ini semua tidak seperti yang kamu pikirkan, Mas Romi-"
Plak!
Alma melayangkan satu tamparan di pipi Ayu.
Ayu terkejut dan memegangi pipinya yang terasa panas.
"Itu untuk seorang sahabat yang rela mengkhianati sahabatnya sendiri!" Alma menatap tajam mata Ayu.
Terlihat Ayu menatap Alma dengan kesal.
__ADS_1
Plak!
Alma menampar Ayu sekali lagi.
"Dan ini untuk kekecewaan ku padamu! AKU MEMPERCAYAI MU AYU, DARI DULU AKU SUDAH MENGANGGAP MU SEPERTI SAUDARA KANDUNGKU, TETAPI INI BALASAN MU PADA KU? HAH! JAWAB AKU AYU JAWAB!!!!" Alma berteriak tepat di depan wajah Ayu.
Ayu menatap Alma dengan amarah. Dia mengangkat sebelah tangannya dan..
"Jangan pernah menyentuhku wanita murahan!" Alma menghempas tangan Ayu dengan kasar, saat Ayu ingin membalas menamparnya.
"Jauhkan tangan kotor mu itu dari ku!" Alma berbicara dengan emosi yang sudah memuncak.
"TUTUP MULUTMU ALMA! SEHARUSNYA KAMU SADAR, MAS ROMI MEMILIHKU KARENA AKU LEBIH SEGALANYA DARIMU!!" Ayu tertawa mengejek. "LIHATLAH DIRIMU, KAMU TIDAK BISA MEMBERIKAN MAS ROMI ANAK, APA KAMU TIDAK MALU? HAH!" bentak Ayu dihadapan Alma.
Alma terkejut, bukannya merasa bersalah, Ayu malah mengejek dan melawannya.
"CUKUP AYU!" bentak Romi sambil berjalan ke arah Alma dan Ayu.
"JANGAN PERNAH BERBICARA BURUK TENTANG ISTRIKU!" bentakan yang Romi tujukan kepada Ayu.
Ayu menggeleng.
"Mas.. Kamu membentak ku? Kamu lebih membela dia?" ujar Ayu lirih seraya menunjuk Alma.
Alma hanya terdiam dan menyaksikan perang dunia, yang akan terjadi antara suami dan sahabatnya itu. Ralat! Mantan sahabatnya.. Alma sudah memutuskan untuk menganggap Ayu sebagai PELAKOR.
•
•
•
**TBC.
APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?
****
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART BYE BYEEE....
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK SERTA DUKUNGANNYA? 🤗
terimakasih.😘**