
Beberapa minggu setelah kejadian mual yang Lisa alami, saat ini Lisa tengah menyapu halaman.
Alma yang saat itu ingin pergi ke kantor pun memperhatikan Lisa dengan seksama.
"Belakangan ini Lisa kok kelihatan beda ya? Badannya seperti semakin berisi, dia juga lemas, lesu, tidak ada semangat sedikitpun." gumam Alma masih dengan memperhatikan Lisa yang menyapu dengan lemas.
Alma berjalan menghampiri Lisa.
"Lis!" panggil Alma saat sudah berada di dekat Lisa.
Lisa menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke belakang.
"Ibu," ujar Lisa.
"Belakangan ini saya lihat kamu sepertinya kurang fit. Apa masih sakit?" Alma bertanya pada Lisa.
"A! Tidak Bu. Saya baik-baik saja," Lisa seperti malas berbicara.
"Ya sudah. Jangan terlalu memaksa, jika kamu masih tidak enak badan sebaiknya istirahat dulu." Alma mengelus pundak Lisa.
Lisa hanya mengangguk saja.
Alma pun pergi melangkahkan kaki menuju mobil Romi, karena mereka memang pergi bekerja selalu bersama. Kecuali jika Alma meeting barulah mereka berdua pergi sendiri-sendiri.
Romi keluar dari rumah. Sebelum dia berjalan ke mobilnya, dia berpapasan dengan Lisa yang ingin masuk ke dalam rumah.
"Selamat pagi Pak," sapa Lisa sopan.
"Pagi. Apa kamu masih sakit? Sepertinya wajah mu pucat sekali Lisa.." Romi menatap wajah Lisa.
__ADS_1
Lisa menggeleng.
"Saya permisi," Lisa langsung melenggang masuk ke dalam rumah.
Romi terdiam sambil menatap punggung belakang Lisa, tanpa sadar bahwa Alma memperhatikan interaksinya dengan Lisa.
Alma membunyikan klakson, dan Romi langsung berjalan ke mobilnya. Dia masuk lalu mobil pun mulai melaju.
Di perjalanan.
"Mas, aku perhatikan sepertinya kamu dan Lisa sudah akrab," ujar Alma sambil menatap ke depan.
"Hah? Akrab gimana sih sayang? Kayaknya biasa aja tuh." sahut Romi berkilah.
"Aku sering melihat interaksi kalian berdua setiap hari. Kamu jangan bohong deh Mas," perasaan Alma mulai risau.
"Ck! Udahlah sayang, kamu ini kok gak percaya banget sih sama suami sendiri. Aku itu bersikap biasa saja pada Lisa, kamu jangan mikirin yang aneh-aneh dong," Romi mulai was was
Romi tertawa pelan.
"Ya gak mungkin dong sayang.. Aku itu beneran udah berubah, buktinya kamu lihat kan kalau aku selalu di rumah terus? Ponsel juga gak aku kasih sandi, lalu aku gak sering lembur atau ke luar kota." Romi melirik Alma sekilas.
Alma terdiam .
"Bisa saja kamu bermain api dengan Lisa. Tidak ada yang tau kan?"
Air wajah Romi berubah menjadi terkejut. Dan itu di sadari oleh Alma, karena Alma melirik Romi.
"Kamu makin ngaco deh ngomongnya." sahut Romi kehabisan kata.
__ADS_1
"Ingat ya Mas. Jika kamu berani bermain api lagi di belakangku, maka aku tidak akan pernah memaafkan mu." gertak Alma.
Romi hanya diam saja.
"Udahlah, aku gak akan melakukan hal bodoh itu lagi, Alma. Aku hanya mencintaimu, aku tidak ingin berpisah darimu. Aku mohon percayalah padaku," Romi menggenggam tangan Alma.
['Bisa jadi suami kamu berselingkuh dengan Art di rumah mu. Dia masih muda kan kamu bilang? hati-hati Al, jangan terlalu percaya dengannya jika kamu tidak ingin sakit hati lagi.] Sekar.
Alma terdiam sambil memikirkan ucapan Sekar yang selalu terngiang-ngiang di benaknya.
Alma melirik Romi sekilas, lalu dia menatap ke depan lagi melihat jalan raya yang sangat ramai.
•
•
•
•
**TBC.
ALMA UDAH MULAI CURIGA NIH.. SEBENTAR LAGI SEMUA AKAN TERKUAK🙈
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART, BYE..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN KOMENTARNYA.🌹
__ADS_1
TERIMAKASIH ❤**