Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 37. PCA


__ADS_3

Alma berlari meninggalkan rumah Ayu dengan air mata yang berderai di pipinya.


"Hiks.. Ya allah, sakit sekali rasanya saat melihat sahabat ku sendiri dan suamiku berduaan seperti itu. Kenapa semua ini terjadi padaku?? Apa salahku?? Kenapa cobaan ini begitu berat??" Alma menghapus air matanya.


"Kuatkan aku ya Allah, aku benci terlihat lemah seperti ini.." Alma memukul pelan dadanya yang terasa sesak.


"Hiks.. Hiks.." isak Alma. Dia kembali menghapus air matanya, dan berjalan ke arah taksi yang masih menunggunya.


Alma masuk ke dalam taksi.


"Pak, ke taman XXXX ya?" ujar Alma pada sopir.


"Baik Bu!" sahut sopir itu, dan taksi pun melaju ke arah taman.


Di dalam taksi, Alma hanya menangis saat membayangkan kebersamaan Romi dan juga Ayu.


'Maafkan aku, aku pikir setelah mendapatkan anak nanti, kamu akan bahagia, dan kehidupan kita lengkap..' perkataan Romi selalu terbayang bayang dipikiran Alma.


'Hanya karena alasan anak, kamu tega berselingkuh di belakangku Mas! Kamu benar -benar tidak tahu bersyukur dan kamu egois Mas Romi..' batin Alma bersedih.


Beberapa menit kemudian, mobil sampai di taman.


"Bu! Sudah sampai," ujar sang sopir.


Alma tersadar dari lamunannya.


"Iya Pak!"


Alma bergegas turun dari taksi. Dia memberikan ongkos kepada taksi tersebut. "Ini Pak! Makasih.."


Sang sopir hanya mengangguk dan juga mengucapkan terimakasih. Lalu mobil melaju pergi.


Alma berjalan ke arah bangku taman. Dia duduk di bangku tersebut.


"Setelah ini apa yang harus aku lakukan?" lirih Alma sambil berpikir.

__ADS_1


Dari kejauhan, Alma melihat sebuah keluarga kecil yang lengkap, dengan seorang anak perempuan mereka yang sangat menggemaskan sedang bermain ayunan.


"Andaikan aku bisa memberikan Mas Romi keturunan, pasti rumah tangga kami akan lengkap dan bahagia,' batin Alma sambil meneteskan air mata dan terus melihat keluarga kecil tadi dari kejauhan.


Tanpa Alma sadari, seseorang terus menatap Alma, dan orang itu berjalan menghampiri Alma.


Seseorang tersebut menepuk pundak Alma dari belakang.


Alma terkejut dan menoleh kebelakang. Dia buru-buru menghapus air matanya saat tahu siapa orang yang berada di dekatnya.






Di rumah.


"Al!! Almaa!!!" Romi terus naik menuju kamar nya.


Cklek!


Dia membuka pintu kamar.


Kosong!


Keadaan kamar kosong, tidak ada Alma di dalam sana.


"Apa Alma belum pulang?" Romi bergegas menuju lemari pakaian. Dia membuka lemari,.setelah lemari terbuka, Romi menghela nafasnya lega.


"Huft! Pakaiannya masih ada, berarti Alma tidak pergi meninggalkan ku. Aku yakin dia nanti pasti pulang."


Romi segera turun ke lantai bawah. Dia mengambil ponsel dan menghubungi Alma.

__ADS_1


Tut tut tut


[Nomor yang anda tuju-]


"Kenapa tidak di angkat??" Romi terus menelepon Alma.


"Ayolah Alma.. Angkat telepon dari ku." Romi mondar mandir. "Aku harus mencari Alma, jika dia sampai memberitahu Mamanya tentang perselingkuhan ku ini, bisa gawat. Pasti sangat sulit untuk mempertahankan rumah tanggaku dan Alma. Aku harus mencari dia," Romi menjadi bingung sendiri. Dia segera keluar dari rumah, tak lupa mengunci pintu terlebih dahulu lalu masuk ke dalam mobil. Mobil pun melaju, guna mencari keberadaan Alma.


"Semoga saja aku bisa bertemu dengan Alma, sebelum dia memberitahu orang tuanya." Romi berbicara sendiri, pikirannya sangat kacau.


"Argghh!! Ayu gak hamil-hamil, Alma juga sudah mengetahui perselingkuhan ku, dan aku sudah kehilangan uang banyak untuk Ayu! Sial! Hancur semuanya.." Romi memukul stir kemudi.





SIAPA KIRA-KIRA YANG BERSAMA ALMA YA??


**TBC.


******


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYE...


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA🤗


TERIMAKASIH 😘**



Almaida, istri yang tidak lemah dan tidak mudah ditindas ❤

__ADS_1


__ADS_2