
Flashback On.
Setelah mobil Romi menjauh, Alma bergegas menjalankan rencanannya.
"Kita akan mulai permainannya.." ujar Alma sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Alma mengambil tas jinjingnya, setelah itu dia langsung menuju taksi yang sudah berada di depan rumahnya.
Saat Alma baru masuk ke dalam taksi.
Drtt drtt
Ponsel milik Alma bergetar. Dia melihat siapa yang menghubunginya.
"Sekar?"
Alma langsung menjawab panggilan telepon dari Sekar.
"Halo Assalamualaikum.."
📲"Waalaikumsalam.. Kamu dimana Al?"
"Lagi di jalan, mau ke kantor suamiku. Ada apa Kar?"
📲"Ya.. Padahal aku mau minta temenin ke Mall hari ini."
"Mall? Ngapain?"
📲"Aku ingin mencari sesuatu. Aku pikir tadi kamu gak sibuk.."
Alma terdiam sejenak.
"Ya udah, aku temenin kamu dulu. Nanti setelah itu, aku baru ke kantor suamiku."
📲"Oke.. Aku tunggu di Mall ya? Kita jumpa di sana aja. Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam.."
Sambungan langsung terputus.
Alma menghela nafas pelan.
"Huft.. Kamu selamat pagi ini Mas.." ujar Alma. "Pak, ke Mall XXXX ya,"
"Siap Bu!"
__ADS_1
Mobil pun melaju menuju Mall.
Flashback off.
Ternyata tidak sia-sia Alma ke Mall tersebut. Dia bisa mengetahui keburukan suaminya selama ini.
Alma sedang berada di dalam mobil menuju kantor Romi. Dia ingin memastikan sekali lagi, benar atau tidak kecurigaannya ini.
Setelah sampai di kantor, Alma langsung masuk ke dalam.
"Ris.. Pak Romi ada gak??" ujar Alma kepada Rissa, resepsionis di perusahaan Aplash Group. Tentu Alma mengenal Rissa, dan Rissa juga mengenal Alma.
"Loh.. Bukannya Pak Romi lagi liburan ke luar kota ya Al?" ujar Rissa heran.
"Liburan?"
Rissa mengangguk.
"Iya! Pak Romi bilang, dia mau liburan ke luar kota bersama istrinya. Lah lo ngapain di sini?"
Alma terdiam, terbukti sudah alasan Romi berubah belakangan ini.
"Al!" Rissa menepuk pelan pundak Alma.
Alma terkejut dan menatap Rissa.
"Ayu juga lagi ambil cuti. Katanya dia mau pulang kampung, menjenguk keponakannya yang sedang sakit parah.." Rissa berkata jujur.
Deg!
Jantung Alma seakan berhenti berdetak. Ternyata, sahabat yang dia percayai selama ini, yang sudah dia anggap sebagai saudara kandung, tega menusuk dirinya dari belakang.
Alma terdiam sambil menunduk. Air mata sudah tidak sabar ingin jatuh ke pipi, Alma mencoba menahan sekuat tenaga agar air matanya tidak turun.
"Gue permisi ya Ris.. Makasih atas infonya." Alma langsung pergi dari meja resepsionis.
Rissa mengangguk dengan banyak sekali pertanyaan di kepalanya.
Di parkiran Alma menyandarkan tubuhnya di samping mobil pegawai kantor Aplash Group. Dia menutupi wajah dengan kedua telapak tangannya, Alma menangis terisak.
"Kenapa kamu tega melakukan semua ini padaku Mas?? Apa salahku? Kenapa kamu mengkhianati ku dengan sahabatku sendiri.. Kenapa??" Alma berbicara sendiri sambil menangis.
"Apa kurangnya aku? Apa karena aku tidak bisa memberikan keturunan? Kamu jahat Mas Romi kamu Jahat.." Alma terngungu.
Seseorang yang tidak sengaja lewat dari parkiran menghampiri Alma. Dia menepuk pundak Alma pelan.
__ADS_1
Alma kaget, dia mengangkat wajahnya dan membuka telapak tangan yang tadi menutupi wajahnya. Saat melihat siapa yang berada di hadapannya, Alma buru-buru menghapus air mata yang jatuh di pipinya.
"Al.. Kamu kenapa?" Akmal bertanya lembut kepada Alma .
Alma mengalihkan pandangan ke arah lain.
"Aku tidak papa. Tadi cuma kelilipan.."
Akmal yakin bahwa Alma tadi sedang menangis.
"Al.. Jangan berbohong!" Akmal memegang kedua pundak Alma, agar Alma mau menatapnya.
Alma menatap Akmal. Dia tidak tahan dengan masalah yang menimpanya, air mata kembali menetes di pipi Alma.
"Hiks.." Alma menangis.
"Al.. Katakan ada apa? Apa Romi menyakitimu?" Akmal masih setia menatap wajah Alma.
"Hiks.. Dia menyakiti hatiku Mas.. Dia melukai perasaan ku.."
Akmal geram mendengar ucapan yang Alma ungkapkan. Sebenarnya dia sudah curiga dari jauh-jauh hari dengan kedekatan Romi dan juga Ayu. Hingga waktu itu, tanpa sengaja Akmal melihat Ayu yang masuk ke dalam mobil Romi. Akmal pun berinisiatif memotret Ayu yang masuk ke dalam mobil Romi, lalu mengirimkan foto itu ke nomor Alma menggunakan nomor ponsel cadangan miliknya.
Akmal memeluk tubuh Alma. Akmal yakin, saat ini Alma pasti butuh sandaran.
"Sabar Al.. Aku yakin, pasti nanti semua masalah kamu ada jalan keluarnya.." Akmal mengelus kepala Alma yang terbungkus hijab.
Alma masih menangis di dalam pelukan Akmal.
•
•
•
•
**HAY SEMUA..
SELAMAT MALAM..
HARI INI MOM DOBEL UP YA GUYS.🤗
SEMOGA KALIAN SEMUA SELALU SUKA DENGAN CERITA INI 😊.
HAPPY READING
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART BYE ..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤ terimakasih 😘**