Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 51. PCA


__ADS_3

Keesokan paginya.


Romi memutuskan untuk mengambil cuti, karena dia sedang tidak enak badan. Saat ini dia tengah berada di kursi depan rumah.


Alma sendiri sudah pergi kerja.


Dari kejauhan Romi menatap Lisa yang tengah menyiram bunga. Tiba-tiba Romi teringat dengan kejadian tadi malam, dimana dirinya melihat keindahan tubuh Lisa.


"Huft! Kenapa aku selalu mengingat keindahan itu? Ini pasti karena aku jarang berhubungan dengan Alma, sebab dia selalu banyak pekerjaan dan terkadang lembur." Romi memejamkan mata sejenak. Lalu dia menyeruput kopi yang berada di mejanya.


Terlihat Lisa sedang mengobrol dengan seseorang lewat sambungan telepon.


"Lisa akan mengusahakannya, Bi. Tapi tidak sekarang, karena Lisa baru saja bekerja." ucap Lisa pada seseorang di sebrang sana.


Lalu panggilan pun terputus.


Lisa menundukkan kepala sedih, sambil menggenggam erat ponselnya. Dia juga menghapus air mata yang jatuh di-pipi nya. Dia meletakkan keran air, lalu berjalan menuju ke dalam rumah.


Sebelum Lisa sampai di pintu masuk, Romi dengan cepat menegurnya.


"Ada apa Lisa? Saya lihat tadi sepertinya kamu bersedih. Apa ada masalah??" ucap Romi menatap wajah sendu Lisa.


Lisa melirik Romi sekilas.


"Tidak ada Pak." sahut Lisa berbohong.


"Jangan berbohong Lisa, dari wajah mu saja kelihatan kalau kamu sedang ada masalah. Cerita lah, siapa tahu saya bisa membantu.."


Lisa menitikkan air matanya.

__ADS_1


"Saya butuh uang untuk melunasi hutang Ibu saya Pak..Dan lagi, adik saya juga butuh uang untuk sekolah."


Romi menjadi iba.


"Berapa hutang Ibu kamu?"


"Dua puluh juta Pak. Jika saya tidak bisa membayar hutang Ibu saya, maka saya akan dinikahkan dengan rentenir yang lebih cocoknya menjadi Ayah saya.." Lisa menitikkan air matanya.


"Saya akan membantu kamu untuk melunasi hutang Ibu kamu." ujar Romi memberikan bantuan.


Lisa menatap wajah Romi dengan rasa tidak percaya.


"Benarkah Pak? Sungguh?"


Romi mengangguk.


"Tentu. Apa kamu lihat saya berbohong?"


"Jika benar Bapak ingin membayarkan hutang Ibu saya, maka saya akan menerimanya Pak. Dari pada saya harus menikah dengan lelaki tua itu." ucap Lisa menerima tanpa rasa curiga.


"Baiklah! Jangan mengatakan pada Alma jika saya memberi kamu uang untuk membayar hutang." Romi mewanti wanti Lisa.


"Memangnya kenapa Pak? Jika saya memberitahu Ibu, nanti Ibu kan bisa memotong hutang saya melalui gaji. Saya akan membayarnya dengan menyicil.." ucap Lisa.


"Sudahlah! Kamu jangan banyak tanya. Nanti juga kamu akan tahu alasannya," Romi berpikiran licik.


Lisa yang masih polos pun hanya mengangguk. Di usianya yang saat ini menginjak 23tahun, Lisa sama sekali belum pernah berpacaran. Dia tidak curiga dengan pancingan dari Romi.


"Saya tidak akan memberitahu Ibu. Tapi Bapak bisa memotong hutang saya melalui gaji saya nanti. Kalau begitu, saya permisi masuk ya Pak? Permisi..." Lisa masuk ke dalam rumah dengan hati yang bahagia, karena dia tidak akan menikah dengan rentenir tua di kampungnya.

__ADS_1


"Akhirnya hutang Ibu ku akan lunas.. Aku tidak lagi kepikiran tentang hutang itu," Lisa bergumam sendiri sambil masuk ke dalam kamarnya, guna menghubungi sang Ibu untuk membicarakan masalah pelunasan hutang.


Di luar rumah.


Romi tersenyum licik.


"Aku yakin, dia adalah wanita yang pas untuk menolong ku." Romi tersenyum sendiri memikirkan rencana kedepannya.


Dia kembali menyeruput kopinya yang terasa manis seperti rencananya itu.




Kenalan sama Lisa yuk 🤗



**Alisa Humairah.🌹




TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART, BYE...

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤


TERIMAKASIH 🌹🌹**


__ADS_2