Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 79. PCA


__ADS_3

Sebuah mobil berhenti tepat di depan Lisa. Lisa terkejut dan reflek berjongkok.


"Aaaa!!" teriak Lisa.


Seorang pengendara mobil turun, dan menghampiri Lisa.


"Mbak! Mbak gak pa-pa?" ujar seorang wanita menepuk pundak Lisa pelan.


Lisa kaget, dia sangat ingat suara itu. Lisa mendongak, dan. "Bu, Alma?" gumam Lisa pelan saat tahu siapa seseorang di depan nya.


Alma terdiam dan menatap Lisa sejenak. Setelah itu, dia kembali berdiri. Rendra yang kala itu berada di samping Alma langsung bertanya.


"Sayang, kamu kenapa? Apa kamu mengenalnya?" Rendra menatap wajah Alma yang seperti marah saat melihat Lisa.


Alma hanya diam saja, dia tidak menjawab pertanyaan suaminya.


Lisa merangkak dan berlutut di bawah kaki Alma. "Bu! Akhirnya kita bisa bertemu, Bu.. Saya ingin minta maaf atas kesalahan yang telah saya perbuat, saya benar-benar menyesal, Bu.. Tolong maafkan saya, saya sudah mendapatkan karma, Bu Alma.." air mata menetes deras di pipi Lisa.


Alma hanya diam saja, dia masih merasa marah kepada Lisa. Rendra menatap Alma dak Lisa bergantian.


"Sayang.." seru Rendra lembut sambil memegang pundak Alma. "Setiap orang pernah berbuat salah. Aku tidak tahu seberapa besar kesalahan perempuan ini, sehingga kamu begitu membencinya. Hatimu begitu mulia, jangan biarkan hati baikmu itu menjadi jelek hanya karena menyimpan dendam dan kebencian kepada seseorang. Allah itu maha pemaaf, kita memang hanya manusia biasa, tetapi apa kita tidak bisa memaafkan kesalahan seseorang? Aku lihat, perempuan ini juga sudah menyesali semua perbuatan yang pernah dia lakukan padamu. Jadi, apa kamu tidak ingin memaafkannya?". Rendra membujuk Alma. Dia tidak ingin Alma menjadi seorang pendendam dan pembenci.


Alma menatap Rendra, dia sangat beruntung mendapatkan suami seperti Rendra. Suami yang bisa menerangkan hati nya, suami yang selalu mengingatkannya disaat dia salah jalan.


Hembusan nafas terdengar keluar dari mulut Alma. Alma menatap Lisa yang masih menangis dan bersujud di kakinya. Perlahan, tangan Alma terulur untuk memegang pundak Lisa. Dia akan melawan segala rasa egoisnya.


"Bangunlah, Lis.." ucap Alma lembut.

__ADS_1


Lisa berdiri dengan bantuan Alma.


"Bu.. Saya sudah mendapatkan karma atas semua perbuatan yang pernah saya lakukan pada Ibu.." Lisa terisak.


"Saya sudah memaafkan kamu. Kamu tidak perlu merasa bersalah, dan terbayang-bayang atas kesalahan itu lagi." akhirnya Alma memaafkan Lisa.


"Benarkah? Terimakasih, Bu.. Terimakasih..." Lisa memeluk tubuh Alma.


Alma pun tersenyum, matanya menangkap dua koper dan tas yang berada di dekat Lisa.


"Kamu bawa koper mau kemana, Lis?" ucap Alma saat pelukan terlepas.


Lisa menghapus air matanya. "Saya mau pergi, Bu."


"Pergi? Apa kamu ada masalah dengan Mas Romi?"


Alma menggeleng. ''Keterlaluan Mas Romi. Dia tidak mengambil hikmah dari perceraian kami waktu itu." Alma tidak tahu bagaimana cara berpikir Romi.


"Lalu kamu mau pergi kemana?" Alma menatap wajah Lisa.


"Saya mau ke luar negeri, Bu."


"Kenapa kamu tidak pulang kampung saja?"


"Karena saya ingin membuka lembaran baru bersama dengan anak saya di luar negeri nanti," Lisa memegang perutnya.


"Kamu hamil?" mata Alma sukses membola

__ADS_1


Lisa mengangguk.


"Jika kamu hamil, kenapa kamu tidak memberitahu Mas Romi? Dia pasti akan bahagia bukan, jika mendengar tentang kehamilan kamu?."


"..."






**Selamat siang Alma 🌹.




TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART, BYE..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..

__ADS_1


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2