
Romi sudah sampai di rumah.
Dia langsung masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamar guna mengambil ponselnya. Namun baru saja ingin menapaki anak tangga, Romi melihat Lisa yang berada di dapur tengah membersihkan kompor.
Lisa saat ini hanya memakai kaos biasa, dan rok sebatas betis. Romi melihat tubuh Lisa dari belakang, dia berbalik arah dan berjalan perlahan ke dapur guna menghampiri Lisa.
Tanpa berkata apapun lagi, Romi langsung memeluk tubuh Lisa dari belakang hingga si empunya terkejut.
"Aaa!!" pekik Lisa kaget dan membalikkan badan.
Saat ini tubuh Romi dan Lisa saling berhadapan hingga wajah mereka begitu dekat, Romi juga terus memeluk pinggang Lisa.
"Pak! Apa yang Bapak lakukan? Bukankah Bapak pergi dengan Ibu? Lepaskan saya Pak!!" ujar Lisa takut dan berusaha melepaskan tangan Romi yang berada di pinggangnya.
"Sst!! Jangan protes. Kamu ingatkan tentang bantuan saya tempo hari?" Romi menyelipkan anak rambut Lisa di belakang telinga. Dia menatap wajah cantik khas orang desa milik Lisa..
Lisa terkejut. "Maksud Bapak apa?"
Romi menyeringai licik.
"Saya menginginkan bantuan kamu."
Mata Lisa membola.
"Bantuan? Apa Pak? Katakan. Tapi jangan memeluk saya seperti ini, lepaskan saya Pak. Saya takut jika Ibu pulang, pasti beliau akan berpikiran yang tidak-tidak jika melihat kita seperti ini.."
Romi terkekeh pelan.
__ADS_1
"Dia tidak akan pulang, sebelum aku yang menjemputnya. Karena dia sedang bertemu dengan temannya.."
"Lalu mengapa Bapak pulang?'' Lisa masih berusaha melepaskan pelukan dari Romi.
"Ponsel saya kebetulan ketinggalan. Dan saya juga ingin mengatakan hal penting pada kamu," Romi melepaskan pelukannya.
Lisa pun merasa lega karena pelukan terlepas.
"Langsung saja. Kamu tahu? Pernikahan saya dan Alma sudah berjalan dua tahun lebih. Tetapi saya dan Alma belum juga memiliki keturunan." jelas Romi to the point.
"Lalu apa urusannya dengan saya Pak?" Lisa bertanya heran.
"Saya ingin kamu hamil anak saya! Setelah itu, jika kamu benar hamil maka saya akan membelikan rumah untuk kamu. Kalau kamu sudah melahirkan, maka saya akan mengambil anak kamu dan saya juga Alma akan mengurusnya berdua. Kamu masih bisa tetap melihat anakmu, namun jangan menyentuh ataupun mengatakan padanya bahwa kamu adalah Ibu kandungnya. Sesudah lahiran, kamu juga masih bisa bekerja di rumah ini," Romi mulai mengatakan rencananya.
Lisa terkejut dan menggeleng.
"M-maksud Bapak apa? Bapak ingin membeli rahim saya!!"
"Saya akan memberikan apapun yang kamu mau. Uang, mobil, rumah, perhiasan, dan lainnya."
Lisa menggeleng.
"Saya tidak mau! Jangan Bapak pikir karena saya dari kampung maka saya adalah perempuan murahan dan gampangan. Apa Bapak berpikir tentang perkataan Bapak itu?" Lisa menatap majikannya itu dengan rasa tidak percaya.
Dia ingin pergi dari dapur, tetapi Romi dengan cepat mencekal nya.
"Apa kamu tidak memikirkan keluarga mu yang berada di kampung?"
__ADS_1
Lisa terdiam. Dia berpikir lagi apa yang Romi katakan.
'Apa aku harus menerima tawaran Pak Romi, agar keluarga ku yang di kampung bisa hidup bahagia tanpa kekurangan apapun? Tapi aku tidak siap menanggung semua resikonya.' batin Lisa sambil menunduk.
"Bagaimana Lisa? Jika kamu menuruti keinginan saya, saya jamin hidup kamu akan bahagia dan nyaman." Romi kembali membujuk Lisa.
"Saya-'' belum selesai Lisa berbicara, Romi dengan cepat menggendongnya ala bride styel.
"Saya yakin kamu pasti mau," Romi melangkah berjalan ke arah tangga, masih dengan menggendong tubuh Lisa.
Lisa hanya terdiam, mungkin dia haru merelakan kep*ra*anannya demi harta dan kebahagiaan.
Romi membawa Lisa masuk ke dalam kamarnya.
•
•
•
**TBC.
HAYO TEBAK APA YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA?? MOM AKAN MEMBUAT CERITA INI SEMAKIN GREGET..
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART..
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN.DUKUNGANNYA 🤗
TERIMAKASIH 🙏🏻🌹**