
Romi masuk ke dalam kamarnya. Dia ingin meletakkan Lisa di atas ranjang.
"Pak!" seru Lisa pelan.
Romi menatap wajah Lisa yang berada dalam gendongannya.
"Hm?"
"Saya mohon jangan melakukannya di sini." ujar Lisa.
"Kenapa? Jika bukan di sini, lalu di mana lagi?"
"Di kamar saya saja." Lisa sudah bertekad menuruti keinginan Romi, agar bisa dengan cepat mendapatkan uang dan membuat keluarganya di kampung bahagia.
"Baiklah, terserah kamu." Romi kembali melangkah menuju lantai bawah, guna ke kamar Lisa.
Sesampainya di kamar Lisa.
Romi langsung merebahkan tubuh Lisa di atas kasur. Dia mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Lisa.
Lisa memejamkan mata, saat nafas aroma mint yang berasal dari mulut Romi mulai menyapu kulit wajahnya.
Romi mencium pipi Lisa dengan lembut. Dia mulai mengecup bibir seksi Lisa yang lama kelamaan kecupan berubah menjadi lum*t*n semakin menuntut.
Lisa tidak membalas lum*t*n Romi, karena dia tidak pernah melakukan hal dewasa seperti ini. Dia hanyalah gadis desa polos, yang sehari-harinya hanya membantu orang tua menanam sayuran.
Lisa men*es*h saat tangan nakal Romi mulai menyusuri lekuk tubuhnya. Ada getaran seperti tersetrum listrik di sekujur tubuh Lisa.
Romi mulai melepaskan semua pakaiannya, hingga dia tidak mengenakan sehelai benang pun.
__ADS_1
Lisa memalingkan wajah dan menutup mata.
Romi tersenyum ke arah Lisa.
'Sangat polos,' batin Romi.
"Lisa.. Lihatlah kemari, kamu tidak perlu malu karena nanti kamu akan melihatnya setiap kita melakukan ini." Romi menangkup wajah cantik Lisa.
Lisa perlahan membuka matanya, Romi tersenyum dan mulai melanjutkan aktivitasnya.
Beberapa menit kemudian, mereka berdua sama-sama dalam keadaan polos.
Dengan tidak sabaran, Romi langsung memasukkan belut listrik nya ke dalam lobang rahasia milik Lisa.
Lisa menggenggam erat pundak Romi. Romi terus berusaha memasukkan belut nya hingga akhirnya..
"Arghggggghhh!!!' pekik Lisa menahan perih dan sakit di bagian lobang belut nya.
Romi pun mulai memacu kuda dengan perlahan serta kenik*at*n yang tiada tara. Sementara Lisa, dia menitikkan air mata.
'Hancur sudah semuanya.. Aku adalah wanita murahan dan wanita kotor.. Hiks, Ibu.. Maafkan aku,,' batin Lisa bersedih.
Mereka memadu kasih dengan suara des*h*n yang sahut menyahut.
Sementara di Mall.
Alma dan Sekar sudah duduk di kursi, dengan minuman juga makanan yang berada di meja mereka.
"Kok gak diangkat ya?" gumam Alma sambil terus menghubungi ponsel Romi. Namun dari tadi jawabannya hanya di luar jangkauan.
__ADS_1
"Al! Kamu gak curiga sama suami mu?" Sekar mengangkat suara saat melihat wajah khawatir temannya.
"Curiga? Maksud kamu apa Kar?" Alma meletakkan ponselnya dan mulai menyeruput Jus yang berada di depannya.
"Suami kamu kan pernah selingkuh. Memang kamu gak takut kalau dia akan berselingkuh lagi??"
Alma terkekeh pelan.
"Maksud kamu gimana? Selingkuh sama siapa? Gini ya Kar.. Sekarang aku udah mulai percaya lagi dengan Mas Romi, dia tidak pernah lembur malam, ke luar kota, ataupun mengunci ponselnya dengan sandi yang tidak aku ketahui. Jadi kenapa aku harus curiga? Aku yakin suamiku sudah tobat dan gak akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya," sahut Alma yakin.
"Seyakin itu kamu Al??" Sekar menggeleng. "Al! Di rumah kamu ada wanita lain, dia juga kamu bilang masih muda. Apa kamu gak takut, jika wanita itu yang akan menjadi selingkuhan suami kamu?"
Alma menggeleng.
"Aku juga yakin kalau Lisa tidak akan melakukan hal gila itu. Dia polos, berasal dari desa, dan sepertinya dia anak yang baik." Alma memakan stik kentang gorengnya.
"Huft! Terserah kamu deh Al. Aku cuma ngingetin aja, aku gak mau kamu bersedih dan tersakiti lagi. Aku ini sahabat kamu Al, aku perduli denganmu.." ujar Sekar yang memang sangat peduli kepada Alma. Dia sudah menganggap Alma seperti saudara kandung.
"Udah kamu tenang aja. Berpikir positif, jangan suudzon dengan orang lain, terlebih lagi suamimu sendiri.."
Sekar hanya menghela nafas berat. Sahabatnya itu memang selalu begitu, sangat baik dan mempunyai hati yang mulia meskipun sedikit jutek. Sebagai sahabat, Sekar hanya mampu mengingatkan Alma saja, selebihnya dia tidak berani mengatakan apapun lagi dan tidak mau ikut campur masalah rumah tangga orang.
**TBC.
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART, BYE...
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤.
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🏻🌹**