
1 Bulan kemudian.
"Sah!" terdengar suara riuh di dalam rumah milik Romi.
Setelah berpikir panjang, akhirnya Romi setuju untuk menikah dengan Lisa. Lagipula sudah terbukti, bahwa Lisa bisa hamil dan dapat memberikan keturunan untuk nya.
Lisa mencium takdzim punggung tangan Romi, dan Romi mengecup lembut kening Lisa. Lisa bersyukur, karena akhirnya Romi bisa berubah, meskipun banyak sekali kepedihan yang Lisa alami sebelum menjadi istri Romi saat ini. Romi pernah pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, lalu Romi juga membawa seorang wanita ke rumah, bahkan tak hanya sekali Romi bermain kasar dengan cara menampar pipi dan mencengkram dagu Lisa, kadang juga mencekik leher Lisa. Tetapi Lisa tetap bertahan, dan akhirnya pertahanan itu membuahkan hasil.
"Maafkan aku karena dulu selalu berbuat kasar padamu," Romi menatap kedua bola mata Lisa.
Lisa hanya mengangguk dan tersenyum. "Semoga kamu bisa mencintai aku ya, Mas?" ucap Lisa penuh harapan.
Romi hanya mengangguk.
Para tamu memberikan selamat kepada Lisa dan Romi.
•
•
•
•
Di tempat lain.
Rendra datang ke rumah Alma dengan membawa sebuah buket bunga dan juga parsel berisi buah.
Berhubung hari ini libur, Rendra menyempatkan diri untuk ke rumah Alma guna mengungkapkan perasaannya. Sudah lama Rendra memendam rasa nyaman pada Alma, dia masih takut dan enggan untuk mengatakan pada Alma. Kali inilah dia akan memberanikan diri. Chika tidak ikut, karena sedang liburan di rumah Mama Rendra.
Tok! tok! tok!
Rendra mengetuk pintu.
"Sebentar!!!" ujar Alma dari dalam rumah.
__ADS_1
Cklek!
Pintu pun terbuka.
Alma tersenyum, dan senyuman nya surut karena melihat bukan Akmal yang datang.
"Pak Rendra?" seru Alma kaget.
"Hai, assalamualaikum.." Rendra tersenyum manis.
"Wa'alaikumsalam.." sahut Alma.
Ani yang melihat Alma hanya berdiri di ambang pintu sambil berbicara, langsung berseru. "Alma!! Kamu sedang bicara dengan siapa? Kenapa tamu nya tidak di ajak masuk?"
Alma menoleh ke dalam. "Masuk, Pak.." Alma membuka pintu lebar-lebar.
Rendra masuk ke dalam diikuti oleh Alma yang berjalan di belakangnya.
"Eh.. Ada nak Rendra,," ucap Ani yang kala itu sedang menyusun cemilan di meja ruang tamu. Ani sebenarnya sedikit terkejut, karena yang datang bertamu bukan Akmal, melainkan Rendra.
"Duduk, nak.." Ani mempersilahkan.
"Terimakasih, Tante. Ini saya ada bawa buah untuk Tante, dan ini bunga untuk Alma," Rendra menyerahkan buah pada Ani, lalu bunga pada Alma.
Sebelum menerima, Alma menatap Ani sejenak. Lalu dia langsung menerima bunga dari Rendra karena tidak enak jika menolaknya.
"Terimakasih, Pak.." ujar Alma dengan mengambil bunga pemberian dari Rendra.
Rendra hanya tersenyum.
"Oh ya? Tumben nak Rendra main kemari? Mana Chika?" Ani berbasa basi.
"Chika sedang berada di rumah Mama saya, Tante. Dan saya datang kemari karena ingin menyampaikan sesuatu yang penting," ujar Rendra serius.
Sejenak kemudian Ani dan Alma saling tatap.
__ADS_1
"Ada apa, nak? Sepertinya sangat penting.."
"Begini, Tan. Saya kemari, ingin melamar Alma agar menjadi istri sekaligus Ibu untuk Chika. Itupun jika Alma mau, maka dari itu saya datang kemari tidak membawa apapun, karena belum tahu jawaban dari Alma mau atau tidak," ucap Rendra serius.
Alma dan Ani terkejut dengan apa yang Rendra ucapkan.
Sementara di luar rumah.
Akmal yang baru datang dan ingin mengetuk pintu, mendengar ucapan Rendra. Akmal terdiam mematung, dia menatap bunga yang berada di tangannya. Akmal membalikkan badan dan pergi dari depan rumah Alma. Hatinya sangat remuk dan hancur karena harus mendengar seseorang yang dia cintai dipinang lelaki lain.
Akmal melajukan motornya dengan kecepatan maksimal. Dia berhenti di sebuah jembatan yang cukup sepi. Akmal turun dari motornya, dia berjalan ke arah pembatas jembatan. Akmal melihat ke bawah, betapa derasnya air di bawah sana. Dia melempar bunga yang berada di tangannya, lalu...
"....."
•
•
APA YANG AKAN DI LAKUKAN AKMAL??
**Perlu sandaran gak Mas? Sini di pundak Othor 🙈.
•
•
HAPPY READING..
SAMPAI JUMPA BESOK GUYS..
JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK DAN DUKUNGANNYA UNTUK MENYEMANGATI OTHOR 🤗.
terimakasih 🙏🏻😘**.
__ADS_1