
Alma menatap Lisa dengan tatapan tidak percaya. "Jika kamu hamil kenapa harus pergi? Bukankah Mas Romi akan sangat bahagia jika mendengar kabar tentang kehamilan kamu?"
"Saya sengaja tidak memberitahukan nya, Bu. Saya takut! Saya takut istri kedua Mas Romi menyakiti bayi saya. Perempuan itu adalah perempuan jahat, Bu. Maka dari itu saya lebih memilih pergi dan mengalah, tidak masalah jika anak saya nanti lahir tanpa Ayah. Yang terpenting kami berdua bisa hidup bahagia tanpa gangguan dari siapapun." Lisa menjelaskan alasannya.
"Saya tidak bisa berkata-kata lagi, Lis. Semua itu tergantung kamu, karena kamu yang menjalani. Saya hanya bisa bilang, hati-hati dijalan, dan jaga kandungan kamu baik-baik. Dia itu anugerah terindah yang seorang wanita dapatkan.."
Lisa mengangguk terharu. "Ya sudah, kalau begitu saya permisi ya, Bu, Pak. Saya mau ke terminal dulu, nanti sore baru ke bandara karena lepas landas pesawatnya sore hari.."
"Hati-hati ya?"
Lisa mengangguk, dan dia berjalan mengambil koper serta tas nya. Lalu dia menatap Alma sejenak. "Terimakasih karena Ibu sudah berbesar hati mau memaafkan saya. Saya jadi lega, dan semoga kita bisa bertemu kembali ya Bu?"
Alma mengangguk dan menatap Lisa dengan sendu. Hatinya sebagai seorang wanita terenyuh karena melihat penderitaan yang Lisa alami.
Lisa melangkahkan kaki pergi dari hadapan Rendra dan Alma.
Setelah Lisa pergi.
"Ayo sayang, kita pulang.." ajak Rendra pada Alma.
Alma menahan tangan Rendra yang ingin pergi berbalik masuk ke dalam mobil.
"Mas! Aku kasihan sekali melihat Lisa. Apa aku boleh memberikan bantuan padanya?" Alma menatap Rendra.
Kening Rendra mengerut. "Tentu saja. Aku tidak mungkin melarang, jika kamu ingin memberikan bantuan kepada seseorang," sahut Rendra.
Alma mengejar Lisa yang memang belum terlalu jauh.
__ADS_1
"Lisa!!!" Alma berteriak memanggil Lisa.
Lisa yang mendengar pun langsung menoleh. Dia menghentikan langkahnya.
Alma berlari kecil ke arah Lisa.
"Ada apa, Bu?" ucap Lisa saat Alma sudah berada di dekatnya.
Terlihat Alma merogoh tas jinjingnya. "Kebetulan saya dan Mas Rendra tadi baru ambil uang dari bank." Alma mengeluarkan amplop cokelat. "Ini untuk kamu. Untuk kehidupan kamu dan calon bayi kamu di luar negeri nanti, kamu bisa membuka usaha kecil-kecil 'an menggunakan uang ini." Alma menyodorkan amplop cokelat itu ke hadapan Lisa.
"Tidak, Bu! Tidak perlu repot-repot. Saya akan berusaha sendiri untuk menghidupi kehidupan kami nanti di luar negeri," Lisa menolak secara halus.
"Ck!" Alma berdecak, lalu dia meletakkan amplop itu di tangan Lisa dengan sedikit memaksa. "Tidak ada kata-kata repot. Saya memberikan bantuan ini ikhlas. Itu uang seratus juta, kamu bisa gunakan untuk modal usaha kecil-kecil 'an. Dalam keadaan hamil begini pasti kamu akan sulit bekerja, apalagi jika nanti bayi kamu sudah lahir. Akan lebih sulit membagi waktu dan pasti tidak ada yang menjaga bayi kamu."
Lisa menangis, dia terharu dengan apa yang Alma lakukan padanya. Lisa menghambur ke dalam pelukan Alma. "Terimakasih banyak, Bu.. Hiks.."
Pelukan terlepas.
Alma mengeluarkan ponselnya. "Tulis nomor kamu, supaya saya bisa tahu kabar mu di luar negeri bagaimana nanti." Alma menyodorkan ponsel ke arah Lisa.
Lisa mengambil ponsel Alma dan mulai mengetik nomor ponselnya sendiri.
"Ini, Bu." Lisa mengembalikan ponsel Alma.
"Kamu hati-hati ya? Jangan banyak pikiran dan kerja berat. Kasihan bayi kamu nanti,"
Lisa mengangguk dengan senyuman bahagia. Dia bahagia karena di saat dirinya terjatuh begini, masih ada yang berbaik hati kepadanya. Dia berjanji akan terus mengingat kebaikan Alma.
__ADS_1
"Saya permisi, Bu.."
Alma mengangguk.
Lisa berlalu pergi dari hadapan Alma.
"Kasihan sekali kamu, Lisa. Meskipun kamu pernah menyakiti perasaan ku, merusak kebahagiaan ku, tetapi sebagai seorang wanita aku juga merasakan apa yang kamu rasakan saat ini. Mengetahui suamimu punya istri lagi, pergi dalam keadaan hamil, tidak di akui keluarga suami." Alma merasa iba. Dia menatap Lisa yang sudah melangkah jauh.
"Sayang!!! Ayo!" teriak Rendra.
Alma menoleh ke arah Rendra sejenak, lalu dia melihat Lisa yang semakin menjauh dan Alma pun berbalik untuk menghampiri Rendra yang menunggu di mobil.
•
•
•
•
**TBC.
HAPPY READING..
SAMPAI JUMPA BESOK..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..
__ADS_1
TERIMAKASIH 😘**