Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
BAB 96. PCA (BONCHAP) ROMI-LISA


__ADS_3

Lisa terkejut dengan apa yang Romi katakan.


"Kamu bilang apa, Mas? Kembali? Hah.." Lisa menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya. "Maaf, Mas. Aku—" ucapan Lisa terpotong karena pintu kamar terbuka.


Cklek!


Mata Lisa menatap ke arah pintu, sedangkan Romi masih bersujud di kaki Lisa.


Terlihat Mama Romi yaitu Ika, Ani, beserta Alma yang saat itu menggendong Baby R masuk ke dalam kamar.


Ika berjalan ke arah Romi dan Lisa.


"Bangunlah, Mas. Aku tidak enak dengan Mama mu jika kamu terus bersujud di kaki ku seperti ini.." ucap Lisa sambil menggoyangkan kaki, agar Romi tidak lagi sujud di kakinya.


Romi tidak perduli dengan apa yang Lisa ucapkan, dia tetap bersujud di kaki Lisa. Sedangkan Ika, setelah dia berada di dekat Lisa, dia ikut bersimpuh di bawah kaki Lisa.


Lisa beserta Romi kaget, begitupun dengan Alma dan Mama Ani.


"Bu, apa yang Ibu lakukan?" tanya Lisa kaget sambil memundurkan kakinya.


"Hiks.. Maafkan saya, Lisa.. Maafkan saya," lirih Ika dengan deraian air mata.


"Bu, saya mohon jangan seperti ini, bangunlah bu.." Lisa meletakkan Rio di atas kasur, lalu dia membantu Ika agar berdiri.


Ika sudah berdiri, dan Lisa sekarang bergantian membantu Romi untuk bangun dari bersimpuh nya.


"Saya sudah memaafkan Ibu dan Mas Romi. Jadi saya mohon jangan berbuat hal serendah tadi." ucap Lisa berani.


"Lisa, saya tahu saya salah karena tidak merestui hubungan kamu dan Romi. Saya malah mendukung Romi agar menikah dengan wanita lain, sedangkan kamu masih sah menjadi istri Romi. Ibu macam apa saya ini? Saya menyesal," lirih Ika sambil menangis.


"Sudahlah, Bu. Semua itu hanya masa lalu, saya telah melupakan semuanya. Yang penting sekarang saya sudah memaafkan Ibu dan Mas Romi. Jadi saya mohon tolong jangan menganggu kehidupan saya dan Rio anak saya,"

__ADS_1


Mata Ika beralih menatap anak laki-laki yang sangat tampan dan mirip dengan Romi. "Apa dia cucuku?"


Lisa menatap Rio. "Dia anak saya, Bu. Hanya anak saya!!!" Lisa menekan katanya.


Air mata Romi dan Ika semakin deras menetes kala mendengar ucapan dari mulut Lisa.


'Sebegitu bencinya kamu padaku, Lis. Apa tidak ada kesempatan untukku?' batin Romi terus menatap anak kandungnya.


"Boleh aku menggendong nya?" ujar Romi.


Lisa menatap Alma, dan terlihat Alma menganggukkan kepala.


"Hanya sebentar." sahut Lisa


Romi berjalan mendekat ke arah Rio, dia mengelus kepala Rio dan mencium seluruh wajah Rio. "Anakku..." lirih Romi sembari memeluk putranya.


"Pa.. Pa..." celoteh Rio sambil menatap Lisa.


Ika menghampiri Rio dan Romi, dia juga memeluk tubuh Rio.


Romi menghapus air matanya sembari melepas pelukan pada tubuh Rio. "Lisa.. Apa tidak ada lagi kesempatan untukku? Aku berjanji akan merubah diri dan akan menjadi suami sekaligus Ayah yang baik untuk kamu dan Rio. Aku mohon beri aku kesempatan, Lisa.. Aku ingin merawat anak kita bersama denganmu. Aku mohon.."


Lisa menangis sesegukan. "Maaf, Mas. Aku harus berpikir terlebih dahulu, aku mohon jangan berharap banyak pada diriku. Aku bisa membesarkan Rio sendirian tanpa bantuan mu."


"Lisa, saya berharap agar kamu dan Romi bisa bersatu lagi. Saya berjanji akan menyayangi kamu dan Rio cucu saya. . Tolong pikirkan baik-baik, Lisa.." ucap Ika masih menangis.


Lisa diam saja. Dia menghembuskan nafas, lalu mengambil Rio dan menggendongnya. Lisa berjalan ke arah Alma dan Ani.


"Lisa kamu mau kemana?" teriak Romi.


Lisa terus berjalan tanpa menoleh ataupun menjawab pertanyaan Romi.

__ADS_1


Lisa berhenti tepat di samping Alma. "Maafkan saya karena sudah merusak pesta akikah anak, Ibu. Saya harus pulang, permisi.." Lisa langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Alma ataupun Ani.


Alma ingin membuka mulut, tetapi Lisa sudah melangkah jauh.


"Lis! LISA!!!" teriak Romi memanggil Lisa. "LISA!!! JANGAN PERGI LISA.." Romi ingin mengejar Lisa, tetapi Ika menahan tangannya.


"Nak, sudahlah.. Biarkan Lisa berpikir terlebih dahulu, jangan tambah membuatnya membencimu.." ucap Ika menenangkan Romi.


Alma dan Ani keluar dari kamar meninggalkan Ika dan juga Romi.


"Ma!! Romi menyesal, Ma.. Romi ini benar-benar lelaki yang bodoh, Romi egois, Romi pengkhianat.." Romi memukul kasur, karena saat ini dirinya sedang duduk di atas kasur.


"Sabar, Nak.. Sabar.. Kamu benar-benar harus berubah, ini karma untuk kamu karena sudah menyakiti hati wanita yang saat itu menjadi istrimu.. Kamu harus bisa tabah menerima ini semua, nak.." Ika mengelus pundak Romi.


Romi menangis di dalam pelukan Ika.


'Ya Allah, tolong bukakan pintu hati Lisa supaya mau menerima ku lagi. Aku berjanji akan berubah menjadi lebih baik, dan tidak akan menyia-nyiakan Lisa ya Allah... Aku janji dan bersumpah..' batin Romi.


•


•


•


**TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYE..


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAKNYA..

__ADS_1


TERIMAKASIH 😘**


__ADS_2