
Keesokan paginya.
Alma keluar dari kamar dengan menggeret kopernya. Romi yang juga keluar dari kamar tamu terkejut melihat Alma yang membawa koper.
"Al!" seru Romi. "Kamu mau kemana?" Romi mencekal tangan Alma.
"Aku ingin menenangkan diri Mas. Tolong jangan menganggu ku dulu!" Alma melepaskan tangan Romi yang berada di pergelangan tangannya.
"Tapi kamu ini mau kemana Al?"
"Aku ingin pergi ke rumah Mama." sahut Alma tanpa melihat ke arah Romi.
"Aku mohon jangan menceritakan kepada Mama tentang masalah kita ini Al. Kamu tau kan, jika orang tua sudah ikut campur urusan rumah tangga anaknya maka akan panjang nanti masalahnya." Romi mewanti wanti Alma
Alma tersenyum tipis.
"Aku akan memikirkannya nanti!"
Alma keluar melangkahkan kaki, namun baru juga beberapa langkah dia berhenti dan menoleh ke arah Romi sekilas.
"Aku akan menghubungi kamu jika memang aku ingin pulang ke rumah ini." setelah mengatakan itu, Alma langsung meninggalkan Romi yang mematung ditempatnya.
"Semoga kamu bisa memaafkan aku Al!" seru Romi lirih.
•
•
•
Di dalam taksi.
Alma terus menatap ke luar jendela.
__ADS_1
'Ya allah, kenapa perjalanan cintaku rumit seperti ini?' batin Alma membayangkan masalah rumah tangganya dengan Romi.
Beberapa menit kemudian, taksi sudah sampai di depan halaman rumah Ani, Mama Alma.
"Sudah sampai Bu!" ujar sang sopir.
Alma turun dari mobil, dia memberikan ongkos kepada sang sopir dan taksi pun langsung melaju pergi.
Alma menghembuskan nafas berat, dia menatap rumah Mamanya, dan berjalan ke arah teras rumah.
Tok! tok! tok!
Alma mengetuk pintu.
Cklek!
Pintu di buka oleh Ani. Ani mengerutkan dahi karena melihat Alma yang masih pagi begini sudah berada di depan rumahnya. Ini lagi hari kerja, di tambah Alma membawa koper.
"Nak.. Kamu kesini sendirian?" ujar Ani sambil mengajak Alma masuk ke dalam rumah.
Ani hanya mengangguk. Mereka berdua duduk di sofa ruang tamu.
"Ma! Al nginep di rumah Mama untuk beberapa hari ya?"
"Tumben nak? Apa kamu ada masalah dengan suamimu?" Ani menatap Alma dengan serius.
"Gak ada masalah apa-apa kok Ma! Al cuma kangen aja sama Mama." Alma memeluk tubuh Ani dari samping.
Ani mengelus lembut kepala Alma yang tertutup hijab.
"Kamu gak kerja hari ini?''
Alma menggeleng.
__ADS_1
"Al ambil cuti. Besok baru masuk kerja," sahut Alma masih dalam pelukan Ani.
"Kamu udah makan belum? Mama masakin sayur kesukaan kamu ya??" Ani menatap wajah Alma sekilas.
Alma mengangguk dan pelukan pun terlepas.
"Al ke kamar dulu ya Ma?"
"Iya! Mama juga mau masak buat kamu.."
Alma berdiri dari duduknya, dia berjalan ke kamar dengan menggeret kopernya.
Setelah Alma sudah masuk kamar.
"Mama tau kamu sedang ada masalah, tapi belum siap cerita sama Mama nak.." ujar Ani pelan.
Dia tahu persis bagaimana sifat Alma, jika ada masalah, pasti Alma terlihat sangat manja dan selalu meminta pelukannya. Ani adalah Ibu Alma, seseorang yang mengandung, melahirkan dan juga merawat Alma. Jadi feeling nya sebagai Ibu tidak akan meleset. Hanya saja, Ani tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga anaknya jika sang anak tidak berkeluh kesah dengannya.
Ani berdiri dari duduknya, dia bergegas pergi ke dapur untuk memasak sayur kesukaan Alma.
•
•
Romi yang sedang dilanda kecemasan.🙈
**TBC.
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART TOMORROW..
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK SELALU MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA 🤗
TERIMAKASIH 😘**