
Saat Chika dan Alma masih asyik berbincang, tiba-tiba..
"SAYANG!!!'' suara dari kamar Chika.
Chika langsung menutup mulutnya sendiri, dan tersenyum imut ke arah Rendra yang berjalan ke ranjangnya.
"Papa.." seru Chika sambil tersenyum.
"Kamu teleponan sama siapa?'' Rendra duduk di dekat Chika. "Papa pikir kamu udah tidur, dasar anak nakal.." Rendra menggelitik perut Chika, hingga Chika tertawa terbahak-bahak dan ponselnya jatuh di atas kasur.
Dari seberang sana, Alma tersenyum sendiri melihat tingkah Ayah dan anak itu.
"Pa.. Tante sholehah belum matiin sambungannya.." Chika tersadar dari candaan sang Papa.
"Tante sholehah?'' Rendra melihat ponsel Chika yang berada di atas kasur.
Dia dapat melihat wajah Alma di layar ponsel Chika.
"Kamu melakukan panggilan video dengan Tante Alma??" Rendra menatap putri tinggalnya.
Terlihat Chika mengangguk tanpa rasa bersalah.
Rendra menggelengkan kepala dan mengambil ponsel Chika yang berada tak jauh dari tempatnya duduk.
"Maafkan anak saya Alma.. Malam-malam begini, dia menganggu mu." ucap Rendra tidak enak hati.
📲"Tidak pa-pa Pak. Kebetulan saya juga belum tidur.." ujar Alma dengan senyum tipis.
"Baiklah, saya matikan dulu sambungannya. Selamat malam! Assalamualaikum.." seru Rendra mengakhiri perbincangan.
📲"Selamat malam. Waalaikumsalam," sahut Alma.
Panggilan pun terputus, dan Alma mengerjakan tugasnya lagi.
•
•
•
Dua minggu kemudian.
__ADS_1
Romi dan Alma sedang berada di meja makan.
"Sayang.. Besok aku harus ke luar kota untuk sebuah pekerjaan penting.." ucap Romi sambil menyantap makan malamnya.
"Ke luar kota lagi? Kenapa sepertinya belakangan ini, kamu sering mendapatkan pekerjaan di luar kota sih Mas?"
"Entahlah! Namanya juga pekerjaan, perusahaan yang menyuruhku, jadi aku tidak bisa menolaknya.." sahut Romi santai.
Alma hanya diam saja sambil menyantap makan malamnya.
'Aku yakin, kamu pasti mau ke rumah Ayu. Baiklah, kita lihat saja besok apa yang akan terjadi.' batin Alma memikirkan rencananya.
Makan malam selesai, mereka berdua langsung menaiki anak tangga menuju ke kamar.
******
Keesokan paginya.
Romi telah bersiap untuk pergi ke luar kota, lebih tepatnya pergi ke rumah Ayu.
"Sayang.. Aku berangkat ya? Kamu hati-hati di rumah." Romi mengecup kening Alma.
Mereka berdua berjalan ke arah teras rumah, dan Romi segera menuju ke mobilnya.
"Dah Mas..." Alma melambaikan tangan saat mobil Romi sudah mulai melaju.
Romi pun membalas lambaian tangan Alma.
Setelah mobil Romi sudah menjauh. Alma segera bergegas masuk ke dalam rumah, guna mengambil ponsel dan tasnya.
Alma keluar rumah, lalu mengunci pintu dan berjalan menuju gerbang.
Dia tengah risau menunggu taksi online pesanannya.
Tak lama kemudian.
"Dengan Ibu Alma?" ujar sang sopir taksi.
"Benar Pak!" sahut Alma cepat.
Alma pun segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Pak! Ikutin mobil di depan itu ya? Jangan sampai kehilangan jejak." ucap Alma memberi perintah.
Sang sopir mengangguk, dan langsung melajukan mobil mengikuti sebuah mobil yang Alma tunjuk.
"Pak! Cepetan ya? Jangan sampai ketinggalan jejak.." dari dalam mobil, Alma memperhatikan dengan seksama laju mobil Romi.
Tiga puluh lima menit kemudian.
Mobil Romi sudah sampai di halaman rumah Ayu.
Ayu yang mendengar suara deru mobil langsung membuka pintu dan menyambut Romi.
"Mas.." ujar Ayu saat Romi sudah berada di hadapannya.
"Ayo masuk!" Ayu memeluk tubuh Romi dari samping, Romi pun merangkul pundak Ayu. Mereka berdua masuk ke dalam rumah.
Dari kejauhan.
"Tega kamu Mas!"
•
•
•
•
TBC.
**ASSALAMUALAIKUM..
HALO SELAMAT PAGI SEMUANYA..
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART BYE...
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA 🙏🏻.
TERIMAKASIH 😘**
__ADS_1