
Dari pagi Alma yang kala ini berada di kantor pun tidak fokus mengerjakan tugasnya, karena kepikiran mengenai Romi dan Lisa.
"Astaga.. Ada apa dengan ku? Kenapa aku jadi curiga dengan Mas Romi dan Lisa," gumam Alma pelan sambil menyandarkan badannya di kursi.
Terlintas sebuah ide di benak Alma. Dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Pukul lima," ujar Alma saat melihat jam. Alma mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.
"Halo Assalamualaikum, Mas.." Alma mengucapkan salam saat sambungan sudah terhubung.
📲"Waalaikumsalam sayang.. Ada apa?" sahut Romi dari seberang.
"Mas.. Aku sepertinya hari ini lembur, banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan." ucap Alma berbohong.
📲"Lembur? Jam berapa kamu pulang? Kenapa gak di bawa ke rumah aja tugasnya?"
Terdengar helaan nafas yang keluar dari mulut Alma.
"Lebih enak mengerjakan di kantor, Mas."
📲"Baiklah, katakan saja jam berapa kamu pulang supaya aku menjemputmu.."
"Hm," sahut Alma lesu. Romi sama sekali tidak memaksanya agar jangan lembur. Alma merasa bodoh karena baru mencurigai sang suami belakangan ini.
📲"Ya sudah, aku tutup dulu teleponnya. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan sayang.."
"Iya. Kamu jangan lupa makan siang ya?" Alma tetap berusaha memberikan perhatian kepada Romi.
📲"Iya, kamu juga ya? Bye sayang.. Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalam.." sahut Alma.
Panggilan terputus.
Alma menatap ponselnya dengan nanar. Dia memejamkan mata dan menggenggam erat ponselnya.
•
__ADS_1
•
•
Di kantor Romi.
Romi sedang menghubungi seseorang.
"Kamu malam ini harus dandan yang cantik ya sayang? Supaya aku bisa tergoda dan semakin bergairah.." ujar Romi pada seseorang di sebrang sana.
📲"Iya Pak. Saya akan berusaha tampil menggoda di depan Bapak." sahut Lisa sang Art.
Setelah Lisa melakukan hubungan dengan Romi, Romi selalu memberikan Lisa uang yang banyak, bahkan membelikan Lisa barang-barang mewah tetapi Lisa tidak pernah memakainya. Lisa hanya menyimpannya di lemari, agar tidak ketahuan Alma. Lisa sudah mengirimi Ibunya uang untuk membuka usaha.
Panggilan pun terputus.
Romi tersenyum puas memikirkan kejadian yang akan datang nanti malam. Dia langsung cepat-cepat mengerjakan tugasnya supaya selesai.
*****
Alma duduk termenung di meja kerjanya, sambil menatap tumpukan kertas yang ada di hadapannya.
"Al!" panggil Rendra pada Alma, tetapi Alma tidak menjawabnya. "Alma!" Rendra berkata sedikit kuat, dan akhirnya lamunan Alma berhasil Rendra buyarkan.
"Eh.. Pak Rendra? Ada apa Pak?" Alma bertanya dengan sedikit kaget.
"Kamu dari tadi di panggil kok diam aja? Lagi mikirin apa sih? Ngelamun kayak gitu.." Rendra menatap Alma.
Alma menggeleng.
"Tidak ada Pak.." sahut Alma menyembunyikan kerisauannya.
"Kamu gak pulang? Jam kerja udah selesai loh."
"Nanti saja," ujar Alma.
"Bukannya pekerjaan kamu udah selesai semua? Apa kamu sedang menunggu suamimu menjemput?"
__ADS_1
"Pekerjaan saya sedikit lagi selesai Pak, dan saya tidak menunggu jemputan. Nanti saya pulang naik taksi aja." Alma berbicara tanpa menatap Rendra.
"Kalau begitu pulang bareng saya saja. Apa kamu mau? Rumah kita kan satu arah. Saya akan menunggu kamu hingga selesai mengerjakan tugasmu," tawar Rendra.
Alma menggeleng.
"Tidak perlu Pak! Saya takut banyak orang yang berpikiran negatif tentang kita."
Rendra hanya mengangguk.
"Ya sudah, saya duluan ya?" Rendra pun mengerti akan ketakutan Alma.
Alma hanya mengangguk sekilas.
Rendra pun pergi meninggalkan meja Alma. Setelah Rendra pergi, Alma menghembuskan nafasnya pelan. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti dengan idenya.
•
•
•
TBC.
**PAK RENDRA.. GANDENG OTHOR DONG 😭.
•
•
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART 🤗
JANGAN LUPA UNTUK SELALU MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤
__ADS_1
TERIMAKASIH 🌹🌹**