Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
BAB 75. PCA


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Seperti biasa, toko roti Alma sangatlah ramai. Terlihat Tiara dengan lihai melayani setiap para pembeli, dan lagi Tiara memanglah gadis yang sangat ramah.


"Ra!" Alma memanggil Tiara.


Tiara menoleh kebelakang. "Ya, Mbak. Ada apa?"


"Mbak mau mengantarkan Budhe pulang dulu. Kamu jaga toko ya? Mbak gak lama kok," berhubung hari sudah menjelang siang, Ani harus istirahat di rumah.


Tiara mengangguk.


"Budhe pulang duluan ya, nak?" Ani mengelus pucuk kepala Tiara yang tertutup hijab.


"Hati-hati, Budhe.."


Ani hanya menanggapi ucapan Tiara dengan anggukan dan senyuman.


Alma dan Ani keluar dari toko menuju motor Alma. Setelah itu motor melaju meninggalkan toko roti.


Setelah Alma pergi, Tiara mulai membersihkan steling roti dengan lap agar abu tidak menempel.


Sebuah motor berhenti tepat di depan toko roti milik Alma. Seorang pengendara motor itu turun dari motornya dan dia tersenyum kala melihat seorang wanita berhijab tengah membersihkan steling. Langkah kakinya berjalan menuju wanita berhijab itu.


"Dor!" ujar Akmal sambil menepuk kedua pundak Tiara.


Tiara yang kala itu tengah membelakangi Akmal, langsung membalikkan badannya. Betapa terkejutnya dia dengan apa yang dilihat saat ini.


'Astaga.. Dia kan?' mata Tiara sukses membola.


Akmal mengerutkan dahi. "Dimana Alma?" Akmal menatap tajam Tiara.


"M-mbak Alma---" belum selesai bicara, Akmal sudah melihat ke ruangan istirahat di dalam toko tersebut.


"Al! Alma!!" seru Akmal berteriak.

__ADS_1


"Mas, Om! Aduh, siapa lagi ini manggilnya? Pak aja kali ya?" gumam Tiara pelan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, karena bingung harus memanggil Akmal dengan sebutan apa.


"Pak! Mbak Alma nya gak ada. Dia lagi pulang nganterin Mama nya," ucap Tiara dari belakang badan Akmal.


Akmal menghentikan langkah dan berbalik menatap Tiara. "Kamu gadis yang waktu itu ngatain saya perampok kan?"


Tiara menelan saliva nya kasar.


'mampus aku..' batin Tiara bingung harus melakukan apalagi.


"Woy! Kok diam aja? Jawab dong." Akmal menatap wajah Tiara dengan seksama. "Nah! Benar, kamu yang waktu itu nimpuk kepala saya pakai kaleng..".


Tiara menatap Akmal dengan takut.


'Aduhhh.. Gimana dong? Mana Mbak Alma lama banget lagi..' Tiara takut jika Akmal akan melakukan hal buruk terhadapnya.


"S- saya kan gak sengaja." sahut Tiara sekenanya.


"Gak sengaja? Hm! Mau sengaja atau tidak, kamu itu harusnya minta maaf. Bukan malah nuduh orang sebagai perampok!"


"Ya udah, saya minta maaf sekarang! Maaf Pak." ucap Tiara agar urusannya dengan Akmal selesai. Tiara saat ini menggulung-gulung kain lap yang berada di tangannya, dia gugup sekaligus takut.


Tiara melongo. "Maaf!" Tiara lebih memilih mengalah.


"Gitu dong. Tinggal bilang maaf aja gengsi amat! Udah salah, gengsian."


Alma yang sudah sampai di depan toko nya heran karena melihat Akmal dan Tiara yang seperti tengah bertengkar.


"Mas.." seru Alma masuk ke dalam toko.


Akmal menoleh, begitupun dengan Tiara.


Tiara menghembuskan nafas lega.


'Huft! Akhirnya ..'

__ADS_1


"Mas, kamu disini?" ucap Alma saat sudah berada di dekat Akmal dan Tiara.


"Hem, aku sengaja datang karena ingin mengajakmu makan siang bersama." Akmal menoleh ke arah Tiara. "Dia siapa?" Akmal menunjuk Tiara.


"Oh.. Dia Tiara, sepupu aku yang baru datang dari kampung." Alma berdiri sejajar dengan Tiara.


Akmal hanya mengangguk. Dia menatap Alma dan Tiara bergantian.


'Sangat mirip. Bahkan sama-sama sholehah dan tingginya juga hampir sama..' batin Akmal bergumam.


Sedangkan Tiara dan Alma, mereka hanya saling pandang karena heran melihat Akmal yang hanya diam saja.






**Selamat pagi Guys.. Yuk, tim Rendra dan Alma (RENA) merapat.. 🤗🤗




HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGAN 🤗.


terimakasih 😘.


...............🌹🌹🌹🌹🌹..............

__ADS_1


Othor bawain rekomendasi novel karya temen nih, sambil nunggu up dari Othor, mampir sini yuk 🌹**.



__ADS_2