Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 84. PCA


__ADS_3

Hari telah berganti minggu, dan minggu telah berganti bulan. Di sebuah rumah sederhana namun sangat minimalis, terlihat ramai orang-orang berkerumun dan juga ada seorang penghulu. Rumah minimalis itu telah dihias dengan begitu indahnya, namun tidak seindah hati sang mempelai wanita yang kala itu ingin menjalankan acara ijab kabul.


"Nak, menurut Mama dia itu baik untuk kamu." seorang wanita paruh baya memegang pundak anaknya.


Anak itu yang tak lain adalah mempelai wanita menitikkan air mata.


"Tapi aku tidak mencintainya, Ma.. Hatiku sudah milik orang lain, aku mencintai pria lain.." ucap wanita cantik itu lirih.


"Mama sudah berjanji akan menikahkan kamu dengan Rehan. Dia itu anak sahabat Mama, Mama tau bagaimana keluarganya." sang Mama mengelus pundak putrinya.


"Hiks.. Hiks.." hanya isak tangis yang keluar dari mulut wanita tersebut.


'Mas.. Di saat seperti ini, aku ingin kamu datang kesini menemui ku. Setelah aku jauh darimu, aku baru sadar jika aku seperti kehilangan sebagian jiwaku. Hiks.. Aku merindukanmu, Mas..' batin wanita muda itu.


"Sudahlah sayang.. Jangan menangis lagi, nanti make-up kamu luntur. Kamu harus senyum dihadapan calon suamimu nanti, Mama tidak ingin mereka berpikiran jelek tentang Mama. Mama melakukan ini demi kebaikan kamu nak, Mama lihat kamu tidak pernah dekat dengan pria manapun. Dan masalah cinta, kalau kamu sudah bersama Rehan nanti, cinta itu pasti akan tumbuh dengan sendirinya." sang Mama menangkup kedua pipi putrinya itu, dia menghapus dengan lembut air mata yang menetes di pipi sang putri.


"Ayo kita keluar, semua orang sedang menunggu kamu.."


Mempelai wanita diiringi sang Mama keluar dari kamar. Di luar kamar, para tamu dan Rehan mempelai pria ternganga melihat kecantikan mempelai wanita.


"Lihat, Han. Calon istri kamu cantik sekali. Mama tidak salahkan memilihkan istri untuk mu?" ucap sang Mama mempelai pria.


Rehan mengangguk. "Mama benar-benar the best. Rehan gak akan menyia-nyiakan perempuan secantik ini." mata Rehan tidak berkedip, hingga sang calon istri berada di sampingnya.

__ADS_1


"Bagaimana, apa ijab kabul bisa dimulai?" ucap pak penghulu.


Rehan mengangguk. Sedangkan sang calon istri, hanya diam saja sambil menunduk.


Rehan dan pak penghulu saling berjabat tangan.


"Di sini saya yang akan menjadi wali hakim mempelai wanita." ucap penghulu.


"Ananda Rehan Prasetyo bin Agung Prasetyo, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Tiara Andira binti Mahmud dengan mas kawin uang sebesar lima puluh juta dan seperangkat alat sholat dibayar TUNAI!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Tiara Andira binti Mahmud dengan mas kawin tersebut---" ucapan Rehan terpotong.


"BERHENTI!!!!" teriak seorang pria yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Mas Akmal.." gumam Tiara lirih dan menatap sendu ke arah Akmal.


Akmal berjalan ke arah meja ijab kabul.


"Hentikan pernikahan ini!" ucap Akmal lantang.


Tiara berdiri dari duduknya, dia langsung menghambur ke pelukan Akmal. "Hiks.. Mas.. Kamu mendengar panggilan hatiku? Maaf karena aku baru sadar setelah semuanya seperti ini.." Tiara menangis di pelukan Akmal.


Akmal mengelus lembut punggung Tiara. "Aku juga baru merasakan hal yang sama setelah kepergian kamu beberapa bulan yang lalu,"

__ADS_1


Mereka berdua saling membalas pelukan.


Rehan, Mama Tiara, Mama Rehan dan Ayah Rehan berdiri dari duduk mereka, begitupun dengan para tamu yang menyaksikan acara ijab kabul Rehan, Tiara.


Mereka semua menatap ke arah Akmal dan Tiara sang pengantin wanita.


Flashback on.






TBC.


HAPPY READING


SEE YOU NEXT PART


JANGAN LUPA UNTUK BERI LIKE, VOTE, KOMEN, HADIAH/GIFT, DAN FAVORIT BESERTA RATE 5 NYA 🌹🌹

__ADS_1


TERIMAKASIH 😘


__ADS_2