
Setelah semua drama pernikahan Rehan dan Tiara yang gagal, saat ini giliran ijab kabul yang akan dilaksanakan oleh Akmal dan juga Tiara. Terlihat wajah berseri dan senyum tersungging di bibir Akmal dan Tiara.
Ya, Rendra sudah menjamin semua hal agar Akmal bisa menggantikan Rehan untuk menikah dengan Tiara. Setelah berdiskusi secara keluarga, Rendra memberikan bantuan kepada Akmal uang sebesar lima puluh juta untuk mahar perkawinan. Akmal mengatakan bahwa dirinya akan mengganti uang Rendra setelah pulang ke kota.
Akmal telah memakai pakaian putih hitam untuk ijab kabul nya dan Tiara. Semua serba mendadak, bahkan baju yang Akmal kenakan juga mendadak belinya. Untunglah ada toko di dekat rumah Tiara yang menjual pakaian putih hitam.
Akmal dan pak penghulu berjabat tangan.
''Apa prosesi akad sudah bisa dilaksanakan?" pak penghulu menatap Tiara dan Akmal bergantian.
Akmal dan Tiara mengangguk secara bersamaan. Mereka saling tatap dan melempar senyum.
"Baiklah, mari kira mulai." ujar penghulu.
"Ananda Akmal bin Mail, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Tiara Andira binti Mahmud dengan mas kawin uang sebesar lima puluh juta dibayar TUNAI!!!" ucap penghulu dengan lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Tiara Andira binti Mahmud dengan mas kawin tersebut TUNAI!!!" sahut Akmal lantang dengan satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi? Sah!"
SAH!!!!
Sahut semua orang yang menyaksikan acara ijab kabul Akmal dan Tiara.
"Alhamdulillah.." ucap Akmal dan Tiara bersamaan.
Selanjutnya pembacaan doa.
•
•
•
•
Di kantor PH Group.
Direktur utama melemparkan semua bukti penyeludupan uang perusahaan.
"MULAI HARI INI KAMU SAYA PECAT!!!" bentak Direktur itu kepada Romi.
Romi hanya diam tak bergeming, dia malu sekali karena kebusukannya sudah terbongkar.
__ADS_1
"Pak.. Maafkan saya, Pak. Saya berjanji tidak akan mengulanginya. Berikan saya kesempatan, Pak.." Romi memohon.
"TIDAK ADA KESEMPATAN LAGI. PERGI DARI PERUSAHAAN SAYA, DAN SAYA AKAN PASTIKAN SETELAH INI TIDAK AKAN ADA LAGI PERUSAHAAN YANG MAU MENERIMA KAMU!!!"
"Pak, saya terpaksa melakukan itu, Pak.. Demi istri saya," ucap Romi jujur.
"SAYA TIDAK PEDULI KAMU MELAKUKAN TEPAKSA, UNTUK ISTRI ATAU APAPUN. INTINYA KAMU SUDAH KORUPSI. PERGI!!!" bentak sang Direktur.
Romi hanya bisa pasrah, dia pergi dari perusahaan tanpa pesangon atau apapun. Mobil yang biasa Romi gunakan juga sudah disita kantor, karena mobil itu milik perusahaan.
Romi pulang ke rumah menggunakan taksi online.
"Sial! Ini semua gara-gara Leni. Dasar perempuan matre! Aku menyesal karena telah menikahinya." Romi memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. "Sekarang aku harus bekerja apa? Pasti perusahaan manapun tidak akan ada yang mau menerima ku lagi." lanjut Romi berpikir.
Taksi sudah sampai di depan gerbang rumah Romi.
Romi segera masuk ke dalam halaman rumahnya.
Cklek!
Pintu rumah terbuka.
"Len! Leni!!!" dengan emosi, Romi berteriak memanggil Leni. Langkah Romi terhenti kala melihat Leni sedang duduk bersama dengan pria lain.
"Leni!!!!!" bentak Romi dengan marah. Romi berjalan ke arah sofa.
"SIAPA DIA!!!" bentak Romi menatap Leni dengan tajam.
Leni dan pria disampingnya saling tatap. Setelah itu, wajah Leni langsung berubah seperti biasa lagi. Dia bahkan tertawa.
"Kenapa Mas? Kamu mau tahu dia siapa? Dia Ikbal, kekasih ku." ucap Leni tanpa rasa takut.
"KAMU-" Romi mengangkat jari telunjuknya.
Ikbal maju ke depan guna melindungi Leni. "Singkirkan jarimu dari hadapan calon istriku." Ikbal menghempaskan tangan Romi.
Romi melotot tidak terima. "Calon istri? Apa maksudnya pria gila ini Leni? JAWAB!"
"Ya, aku dan Mas Ikbal ingin menikah. Kita kan hanya nikah siri karena kamu belum bercerai dari mantan itu. Jadi, kamu talak saja aku, dan selesai! Kita tidak ada hubungan lagi." ucap Leni tenang.
"KURANG AJAR KAMU. KAMU BENAR-BENAR TIDAK TAHU MALU LENI!!! SEKARANG PERGI KALIAN BERDUA DARI RUMAHKU." bentak Romi emosi.
"Haha.." tawa mengejek keluar dari mulut Leni. "Rumah kamu? Tidak salah Mas? Apa kamu sudah lupa bahwa rumah ini sudah kamu serahkan padaku? Rumah ini milikku, dan yang harus angkat kaki dari rumah ini adalah KAMU! bukan AKU!!" Leni menatap tajam ke arah Romi.
__ADS_1
Romi terdiam guna berpikir. Dia baru ingat, bahwa Leni meminta rumah itu untuk bukti cinta Romi padanya. Sekarang Romi tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Atm kamu juga sudah aku ganti pin nya, dan kamu hanya bisa pergi dari rumah ini dengan membawa pakaian saja." Leni terdiam sambil menatap Romi dari atas sampai bawah.
Sangat kacau!
Itulah keadaan Romi saat ini.
"Aku lihat, keadaan kamu sangat kacau. Ada apa? Dan mobil kamu mana?" Leni menyunggingkan senyum mengejek.
"Aku di pecat, dan itu semua gara-gara keborosan kamu! Sekarang, malah kamu tidak tahu malu, ingin hidup bersama dengan pria simpanan mu itu. Cih!" Romi meludah.
Leni dan Ikbal hanya tertawa. "Sekarang cepat pergi dari rumahku, bawa semua pakaian tidak berharga mu itu." ucap Leni kejam.
Romi pergi dari hadapan Leni dan Ikbal dengan membawa kekesalan dan emosinya. Di segera mengemasi pakaiannya.
Setelah selesai, Romi kembali turun ke lantai bawah. Sebelum pergi, Romi menatap Leni dan Ikbal dengan sirat kebencian dan dendam.
"Aku bersumpah akan membalas perbuatan kalian semua, dan aku doakan agar kalian tidak akan pernah hidup bahagia.." Romi langsung keluar dari rumah nya, yang saat ini berada di tangan Leni.
•
•
•
Pengantin baru numpang lewat 🙈🙈.
Mas Akmal ❤.
Tiara Andira 🌹.
•
•
HAPPY READING..
SEE YOU NEXT PART..
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..
TERIMAKASIH 😘😘