Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 47. PCA


__ADS_3

Terbesit di pikiran Alma untuk bertanya tentang Ayu.


"Mas! Aku mau nanya sesuatu sama kamu,"


"Katakan! Ada apa?" ujar Akmal penasaran.


"Gimana kabar Ayu? Apa dia masih bekerja di kantor tempat kamu bekerja?"


"Kok kamu malah nanya aku sih Al? Bukannya Ayu itu sahabat kamu?" ucap Akmal heran.


"Em.. Itu! Aku jarang berkomunikasi sama dia. Mungkin dia lagi banyak pekerjaan.." ujar Alma berbohong.


"Kamu gak denger masalah Ayu yang ribut sama istri orang??"


Alma terkejut.


"Ribut? Aku gak tau sih Mas. Memangnya ada masalah apa?" Alma menatap wajah Akmal.


"Dia itu ada main sama staf di kantor. Kamu kenal Ilham?" Akmal menatap wajah Alma.


Alma mengangguk.


"Ilham ketahuan selingkuh sama Ayu.."


Alma terkejut.


"Benarkah? Aku gak nyangka loh Ayu kayak begitu." Alma tidak habis pikir dengan sahabatnya itu.


'Setelah Mas Romi meninggalkannya, dia langsung mencari mangsa baru. Aku gak nyangka ternyata kamu perempuan gampangan Yu.' batin Alma tidak habis pikir.


"Nah! Setelah kejadian itu, Ayu langsung di pecat dari perusahaan." jelas Akmal lagi.


Alma hanya menggeleng saja.


"Kamu gak pulang Al?" Akmal masih menatap wajah cantik Alma.


"Mas Akmal mau pulang?" Alma melirik Akmal sekilas.


Akmal mengangguk.


"Ya udah! Mas duluan aja, aku bentar lagi pulang."


"Aku duluan ya? Bye.." Akmal berdiri dari duduknya, dan dia berjalan menuju motornya.


Jarak rumah Ayu dan Akmal lumayan jauh, Akmal sengaja Jogging di taman dekat rumah Alma agar dia bisa bertemu dengan Alma. Alma memang sering Jogging di kala weekend.


__ADS_1




Di rumah Romi.


"Al! Alma.." Romi berjalan menuruni anak tangga sambil berteriak memanggil Alma.


"Mana sih Alma?" gumam Romi sambil terus berjalan menuju lantai bawah.


Dia dapat menghirup wangi harum masakan.


"Enak banget wanginya. Masak apa Alma ya?" Romi berjalan menuju dapur.


Dia tersenyum kala melihat istrinya yang sedang berkutat di depan kompor. Romi berjalan menghampiri Lisa yang di kira Alma.


"Sayang.. Masak apa sih hari ini?" Romi langsung memeluk tubuh Lisa dari belakang.


"Aaa!" pekik Lisa kaget karena sang majikan memeluknya.


Romi langsung melepaskan pelukannya pada pinggang ramping Lisa.


"Kamu?" Romi menatap Lisa tajam.


"Ba-Bapak! Kenapa Bapak memeluk saya?" Lisa terbata-bata, antara gugup dan terkejut.


"Sepertinya belum pulang dari lari pagi Pak," sahut Lisa masih menunduk.


Romi menatap Lisa dari atas hingga bawah.


"Kamu juga! Kenapa kamu memakai baju istri saya? Jadi saya mengira kamu adalah Alma."


Ya, jika di dalam rumah dan sedang memasak atau mengerjakan tugas rumah, biasanya Alma tidak pernah memakai hijab.


"Anu Pak. Ibu memberikan baju ini untuk saya.." ucap Lisa takut dan tidak berani memandang wajah Romi.


"Huft! Ya sudah, lanjutkan memasaknya. Saya minta maaf!" ucap Romi datar, lalu dia pergi dari dapur.


Setelah Romi pergi, Lisa baru mendongak.


"Untung Pak Romi tidak marah besar. Jika dia marah, maka pekerjaan ku yang akan menjadi taruhannya." gumam Lisa sambil menatap punggung belakang Romi yang sudah hilang di balik pintu keluar.


Lisa kembali melanjutkan memasak sarapannya.


Alma berjalan pulang ke rumah. Setelah sampai di halaman rumah, dia melihat Romi yang sedang duduk di teras sambil membaca majalah.


"Mas!" seru Alma seraya berjalan menghampiri Romi.

__ADS_1


Romi menutup majalah, dan dia menatap Alma yang berjalan ke arahnya.


"Sayang! Kamu baru pulang? Aku pikir tadi udah pulang.." ucap Romi saat Alma sudah berada di dekatnya.


Alma tersenyum.


"Maaf agak lama ya Mas? Tadi aku ketemu sama Bos di kantorku, terus aku juga ketemu sama Mas Akmal.." jelas Alma sambil duduk di kursi yang bersebrangan dengan Romi.


"Pekerjaan kamu udah selesai Mas?" tanya Alma sambil menatap wajah Romi.


Romi mengangguk.


"Udah. Sayang, aku bisa minta tolong gak?" Romi menatap Alma.


Alma menaikkan sebelah alisnya.


"Apa?"


"Tolong buatkan kopi untukku.."


"Kan ada Lisa Mas.. Kamu gak minta buatin dia?"


Romi menggeleng.


"Aku hanya mau kamu yang membuatkannya untukku.." Romi mengedipkan sebelah mata ke arah Alma.


"Baiklah, aku akan membuatnya. Tapi aku mandi dulu ya?" Alma berdiri dari duduknya.


"Gak perlu mandi kamu masih tetap wangi kok sayang.."


Alma terkekeh pelan.


"Gombal!" Alma mencium pipi Romi, lalu dia masuk ke dalam rumah guna membuat kopi pesanan Romi. Dia harus mandi terlebih dahulu.


Romi kembali membaca majalahnya.




**TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART BYEE.


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🌹🌹**


__ADS_2