Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 61. PCA


__ADS_3

Alma masuk ke dalam kamar tamu, begitupun dengan Romi yang menyusulnya masuk ke dalam.


"Al! Alma maafkan aku Al. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, aku mohon maafkan aku.." Romi menatap Alma sendu.


Kilatan amarah terlihat di mata Alma. Alma mengambil vas bunga yang berada di atas meja, lalu melemparkannya ke cermin meja rias.


Kaca hancur berantakan dia lantai, Romi terkejut dengan yang Alma lakukan. Romi mendekati Alma.


"Apa yang kamu lakukan, Al?"


Alma menatap Romi dengan tajam dan mematikan.


"Kamu lihat kaca itu, Mas! Lihat! Apa setelah pecah, kaca itu bisa di satukan kembali? Hm!" Alma menunjuk kaca yang berserakan di lantai.


Romi menggeleng.


Alma tertawa pilu.


"Tidak bisa kan? Begitupun diriku, Mas. Rasa kepercayaan ku padamu telah hilang, kamu menghancurkan nya seperti kaca itu. Kamu sudah menghancurkan nya Mas.. Hiks.." Alma menunjuk kaca di lantai, dia juga menepuk dada nya yang terasa sesak. Dia menangis meratapi kehidupan rumah tangga nya.


"Al maafkan aku.." lirih Romi dengan menangis juga.


Alma menggeleng.


"Cukup Mas! Cukup sudah kamu menyakiti hatiku, kamu membuka luka lama yang belum sembuh ini. Kamu jahat Mas, KAMU JAHAT!" teriak Alma putus asa.


"Apalagi alasan mu untuk hal hina ini Mas? Apa! JAWAB AKU!" Alma menatap wajah Romi.


Romi hanya diam saja, dia bingung harus menjawab apa.


"Kenapa kamu diam? HAH! Oh.. Apa jangan-jangan, kamu melakukan itu semua karena anak lagi Mas? IYA!" Alma menggeleng seraya menghapus air matanya.


"Dengarkan aku, Mas! Tidak ada rumah tangga yang sempurna, setiap rumah tangga pasti selalu punya ujian. Ada ujian harta, ada ujian ekonomi, ada ujian mertua, ujian ipar, ujian penyakit, dan ujian anak. Setiap rumah tangga pasti selalu mengalami salah satu hal itu. Sedangkan kita, kita sedang dalam masa ujian tentang anak Mas.. Allah menguji kehidupan rumah tangga kita, tetapi kamu tidak pernah ikhlas menjalaninya. Kamu masih tetap egois Mas.."


"Al!! Kali ini aku sangat-sangat menyesal, aku minta maaf Al, tolong maafkan aku.."

__ADS_1


"Mas.. Aku sadar, bahwa aku terlalu mempercayai mu padahal kamu pernah menyakiti hatiku. Aku terlalu bodoh karena tidak mencurigai mu. Mungkin karena aku terlalu sibuk bekerja, maka dari itu aku tidak memperhatikan suamiku sendiri, hingga suamiku memilih berhubungan dengan wanita lain."


Alma menghapus air mata yang terus mengalir di pipi nya.


"Aku akan memaafkan mu, tapi dengan satu syarat."


Romi menatap Alma.


"Katakan Al!"


"Ceraikan aku, Mas!" ucap Alma dengan menatap lurus ke depan.


Romi terdiam dan mematung.


"Cerai? Tidak! Aku tidak akan menceraikan mu Al, tidak akan.."


"Baiklah. Jika kamu tidak mau menceraikan aku, maka aku yang akan menggugat cerai kamu di pengadilan. Aku Husna Almaida, kali ini bersumpah tidak akan memberikan kesempatan lagi padamu!" Alma menoleh ke arah Romi sekilas, lalu dia keluar dari kamar tamu.


Alma terus berjalan ke kamarnya, langkahnya terhenti di hadapan Lisa.


Romi mengikuti Alma, dia masuk ke dalam kamar dan melihat Alma yang tengah memasukkan semua pakaiannya ke koper.


"Al! Kamu mau kemana? Ini rumah kamu Al, kenapa kamu harus pergi?" Romi mengikuti Alma yang mondar mandir dari lemari ke ranjang.


"Berikan saja rumah ini untuk wanita simpanan mu itu, Mas. Aku tidak membutuhkan rumah ini!" Alma sudah selesai memasukkan semua pakaiannya ke dalam koper.


"Apa maksud kamu Al? Aku membeli rumah ini untuk mu sebagai mahar pernikahan kita," ucap Romi lembut.


"Pernikahan kita sudah hancur, Mas! Di rumah ini begitu banyak kejadian yang aku dapatkan. Mulai dari kebahagiaan, sakit hati, pengkhianatan, semua menjadi satu Mas. Kesedihan pun turut aku rasakan," Alma berbicara lirih, rasanya air matanya sudah kering di dalam sana.


"Aku ingin melupakan segalanya. SEGALANYA!" Alma menggeret kopernya guna pergi dari rumah yang menjadi mahar perkawinannya dulu.


Setelah Alma keluar dari kamar, Lisa menggenggam tangan Alma.


"Bu.. Bu Alma maafkan saya bu, saya mohon, saya menyesal.." lirih Lisa sambil menangis.

__ADS_1


"Lepas!" Alma menghempaskan kasar tangan Lisa. "Terlambat, semuanya sudah terlambat Lisa!" Alma kembali melangkahkan kakinya, dengan Lisa yang terus mengikuti langkah Alma dan berusaha menghentikan Alma.


"Bu.. Saya mohon maafkan saya bu.. Saya sangat-sangat menyesal.. Berikan saya kesempatan bu.."


Alma terus melangkah, hingga kakinya menapaki anak tangga pertama.


Romi pun mengikuti Alma dan Lisa dari belakang.


"Al! Alma tunggu! Pikirkan sekali lagi Al! Aku mohon..'' ujar Romi mengikuti Alma dan Lisa yang berjalan menuruni anak tangga.


Alma tidak memperdulikan ucapan Lisa dan Romi, hingga..


"Aaa!!!!!"





TBC.



**Yang tabah ya Alma.. 🤧🤧




HAPPY READING....


SEE YOU NEXT PART BYE..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN JUGA DUKUNGANNYA 🤗.

__ADS_1


TERIMAKASIH ❤**


__ADS_2