
Ponsel Ayu yang berada di atas meja bergetar, dengan cepat Ayu mengambil ponselnya agar Alma tidak melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Al! Aku angkat telepon dulu ya?"
Alma mengangguk, dan Ayu berdiri dari duduknya menjauh dari meja Alma.
"Halo!"
📲"Halo sayang.. Apa kabar??" suara seorang lelaki dari sebrang sana menyapa Ayu.
"Gak usah basa basi! Katakan ada apa lo menghubungi gue lagi? Bukankah kita sudah tidak ada hubungan??" Ayu terlihat kesal.
📲"Haha.. Ayolah sayang.. Kenapa kamu berubah menjadi seperti singa begini?? Kemana Ayu ku yang dulu selalu berbicara lembut?" tawa sumbar terdengar di telinga Ayu.
"Cih! Dasar tidak tahu malu! Sudah lah, gue gak ada lagi urusan sama lo! Lo berselingkuh di belakang gue, dan sekarang lo menghubungi gue lagi?? Lelaki macam apa lo ini?"
📲"Aku akan datang ke rumah mu nanti malam. Jangan berani menghindar dariku," gertak pria di sebrang sana.
"Huh! Apa lo pikir gue peduli?"
📲"Dengarkan aku baik-baik Ayu Ningrum. Aku sudah mengetahui banyak rahasia yang kamu sembunyikan, termasuk pernikahan siri mu dengan seorang Manager di kantor tempatmu bekerja.."
Ayu terkejut.
"Lo!"
📲"Bagaimana? Apa kamu masih tidak mau menemui ku??"
"Baiklah. Lo pasti tau rumah gue kan? Gue tunggu jam delapan lo di rumah!" Ayu pun pasrah.
Sambungan terputus, saat pria di sebrang sana mengatakan 'iya'.
Ayu menggenggam erat ponselnya.
"Sial! Kenapa Beni bisa tahu rahasia gue?? Argh!"
Ayu mengatur emosinya, dia berjalan kembali ke meja Alma.
__ADS_1
"Sorry ya Al.." Ayu mendudukkan diri di kursinya tadi.
"Siapa?" tanya Alma penasaran.
"Temen!" sahut Ayu singkat.
Alma hanya mengangguk. Dia melihat jam di pergelangan tangannya.
"Yu! Gue harus balik duluan nih kayaknya. Udah hampir sore, gue takut Mas Romi nyariin. Soalnya tadi gue pergi gak pamit sama dia.." Alma berdiri dari duduknya.
"Ya udah.. Hati-hati ya Al!"
Mereka berdua cipika cipiki.
"Bye.."
"Bye.." sahut Ayu.
Alma melangkahkan kaki keluar dari cafe.
Setelah Alma pergi, Ayu mulai memikirkan tentang Beni sang mantan.
"Huh!! Sialan!!! Kenapa di saat gue udah bahagia gini, si Beni datang sih?? Gue harus membereskan Beni. Kalau enggak, rencana gue bisa berantakan.." Ayu berbicara sendiri.
Ya, rencana Ayu adalah ingin menjadi istri sah dan satu-satunya seorang Romi Alatas.
Ayu bangkit dari duduknya dan pergi dari cafe.
Alma sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.
Drtt drtt!
Ponsel yang berada di dalam tas Alma berdering. Alma segera mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari seseorang.
"Halo Assalamualaikum.." sapa Alma sopan.
📲"Waalaikumsalam.. Benarkah ini Husna Almaida?"
__ADS_1
"Benar! Ini dengan siapa ya??" Alma bertanya heran.
📲"Saya Rendra Munandar, Direktur utama di perusahaan EX Group."
Mata Alma membola.
"Maaf Pak.. Saya tidak tahu jika ini nomor Bapak. Apa ada yang bisa saya bantu??" Alma berbicara sopan.
📲"Begini.. Kamu bisa hari ini ke kantor? Saya sangat butuh bantuan kamu."
"Aduh.. Gimana ya Pak? Saya kan hari ini ambil cuti.." ujar Alma tidak enak.
📲"Ada yang mau saya bicarakan dengan kamu, dan ini sangat penting."
Alma terdiam dan berpikir.
"Ya sudah. Saya akan ke kantor sekarang.."
Setelah mengucapkan salam, sambungan pun terputus.
"Ada apa ya?" Alma berpikir sendiri.
"Pak! Kita ke perusahaan EX Group ya? Di jalan XXXX.." ujar Alma kepada sopir.
"Baik Bu." sahut sang sopir.
**TBC.
HAPPY READING GUYS..
SEE YOU NEXT PART TOMORROW..
BYEEEE..
JANGAN LUPA UNTUK DUKUNGAN DAN JEJAKNYA ❤❤.
TERIMAKASIH 😘
__ADS_1
MOM TIDAK AKAN JADI APA-APA TANPA DUKUNGAN KALIAN READER.. LOVE YOU SEKEBON UNTUK KALIAN SEMUA ❤❤❤**