Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 60. PCA


__ADS_3

Alma menatap Lisa yang sudah memakai pakaiannya kembali. Dia berjalan menghampiri Lisa dengan tatapan seperti ingin menguliti.


Sesampainya di dekat Lisa, Alma langsung melayangkan tamparan keras di pipi Lisa.


Plak!


Plak !


Dua kali tangan Alma menyapa pipi Lisa.


"APA SALAHKU PADA MU? HAH! AKU SUDAH MENOLONG MU DAN MEMBERI MU PEKERJAAN. INI BALASAN MU UNTUKKU! IYA?" Alma berteriak di depan wajah Lisa yang hanya menunduk saja.


Karena emosi yang memuncak, Alma mencengkram dagu Lisa dengan kuat sehingga Lisa mendongak.


"DASAR PELACUR! PEREMPUAN MURAHAN! PELAKOR!! MENJIJIKAN!!" makian yang Alma layangkan pada Lisa.


Lisa hanya menangis.


"Maafkan saya Bu.. Saya terpaksa melakukan ini, ini semua adalah ulah Pak Romi.." Lisa terbata-bata.


Alma melepaskan cengkraman nya dengan kasar hingga Lisa terhuyung ke belakang.


"Argh.." Lisa memegangi punggungnya yang sakit.


"Terpaksa? KAMU BILANG TERPAKSA?" Alma tertawa hambar. "Jika kamu terpaksa, maka tidak akan ada des*h*n dan keni*ma*an yang kamu rasakan dan keluar dari mulut kotor mu itu.." Alma berbicara dengan nada sedih.


Air mata menetes di pipi Alma. Dengan cepat Alma menghapus air matanya, karena dia benci terlihat lemah seperti ini.


"Bu.. Maafkan saya Bu.. Maafkan saya.." Lisa memohon dengan memegang kedua tangan Alma.


Alma yang sudah gelap mata, langsung mengambil pisau buah yang berada di meja lampu.


Lisa ketakutan dan gemetaran, begitupun dengan Romi.

__ADS_1


"Sayang.. Apa yang akan kamu lakukan? Jangan gila sayang.." Romi berusaha menghentikan Alma.


"DIAM!" teriak Alma marah dan menatap Romi tajam. "AKU MEMANG SUDAH GILA MAS! AKU MEMANG GILA KARENA SUDAH MEMPERCAYAI DIRIMU!!" Alma berteriak hingga urat lehernya menegang.


Alma berjalan menghampiri Lisa yang sangat ketakutan.


"B-Bu.. Apa yang akan Ibu lakukan?" ucap Lisa takut.


Alma tersenyum miring.


"Jika di Indonesia ini tidak ada hukum bagi seorang pembunuh, maka aku akan membunuh mu Lisa! Perempuan yang tidak tahu terimakasih, tidak tahu diri, dan tidak tahu balas budi!." Alma menekan setiap katanya dengan mata yang menatap tajam ke arah Lisa.


Alma mengangkat tangannya, dan melayangkan pisau ke wajah Lisa.


Sret!!


"Argh!!!!" pekik Lisa terkejut sekaligus menahan perih di pipinya.


Alisa memegangi pipinya yang tergores pisau dan mengucurkan darah.


"BERANI SEKALI KAU MEMBENTAK KU!" Alma menambak rambut Lisa.


"Argh.. Lepaskan saya Bu, sakit.." rintih Lisa karena di jambak Alma.


"Sakit? Hm! Ini tidak seberapa dengan sakit hati yang telah kamu berikan pada ku, yang jelas-jelas menjadi penolong mu Lisa!!"


Lisa berusaha melepaskan tangan Alma yang berada di rambutnya. Dia juga menatap Romi yang hanya diam saja.


'Kurang ajar sekali Pak Romi. Dia diam saja menyaksikan aku di siksa seperti ini..' batin Lisa kesal.


Romi melihat tatapan Lisa yang menatapnya sendu. Romi pun merasa kasihan pada Lisa.


"Sayang.. Alma, sudah jangan begini. Kamu akan menyakitinya, jangan membuat masalah semakin panjang.." Romi menghampiri Alma dan memegang pundak Alma dengan lembut.

__ADS_1


Alma mendorong tubuh Lisa, dia juga menghempaskan kasar tangan Romi yang berada di pundaknya.


"Jangan menyentuhku!! Jauhkan tangan kotor mu itu dari tubuh ku!" Alma menatap Romi dengan tatapan jijik, benci dan sedih.


Lisa berdiri dan hanya memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Alma menatap Lisa dan Romi bergantian.


"Aku akan memberikan pelajaran untukmu nanti Mas." Alma langsung keluar dari kamarnya sendiri. Dia membawa Segala amarah, emosi, kesedihan, dan juga kebodohannya pergi. Bodoh karena sudah sangat mempercayai sang suami.


Romi menoleh ke arah Lisa, lalu dia berlari mengejar Alma yang sudah hilang di balik pintu.


Sepeninggalan Alma dan Romi, Lisa menangis di dalam kamar. Julukan Pelakor, murahan, menjijikkan, itulah yang dia dapatkan saat ini.





TBC.



**Alisa .




HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA BESOK GUYS ...

__ADS_1


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALNYA JEJAK SERTA DUKUNGANNYA ❤


TERIMAKASIH 🌹**


__ADS_2