Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
BAB 56. PCA


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Lisa berlari ke arah wastafel.


"Hoek.. Hoek.." dia memuntahkan semua isi perutnya ke dalam wastafel.


Lisa menyandarkan badan di dinding, dengan menarik nafas dan membuangnya.


"Astaga.. Kenapa beberapa minggu ini rasanya aku ingin mual terus?" Lisa bergumam sambil memegangi kepalanya yang terasa berat.


Alma yang baru turun dari tangga langsung menghampiri Lisa.


"Lisa, kamu kenapa?" Alma memegang pundak Lisa.


"Gak tau Bu. Masuk angin mungkin, soalnya beberapa hari ini saya suka terlambat makan.." sahut Lisa menebak.


"Kenapa kamu sampai terlambat makan? Lis! Anggap saja rumah ini seperti rumahmu sendiri, jangan sungkan. Jika kamu ingin memakan apapun, maka makanlah." ujar Alma kasihan melihat wajah pucat Lisa.


"Baik Bu. Terimakasih," ucap Lisa menunduk sambil memegangi kepalanya.


"Apa kita ke rumah sakit aja?" usul dari Alma.


"Eh.. Gak usah Bu, saya gak mau merepotkan Ibu." Lisa menolak.


"Yang benar gak usah? Tapi saya gak tega lihat wajah pucat kamu loh Lis," Alma menatap wajah Lisa.


Lisa mengangguk.


"Benar Bu. Saya istirahat saja, nanti juga sembuh.."


"Ya sudah, saya mau pergi ke kantor karena ada meeting pagi ini. Kamu jangan lupa makan dan istirahat saja, jangan memaksa untuk mengerjakan tugas rumah."


Lisa mengangguk.


"Saya akan membelikan obat untuk kamu nanti. Saya pergi ya? Jika Bapak bertanya, katakan saja saya pergi lebih awal karena ada meeting.."

__ADS_1


"Baik Bu.." sahut Lisa.


Alma tersenyum dan dia pergi dari dapur.


Setelah Alma pergi, Lisa menatap punggung Alma dengan nanar.


"Ya allah, aku sangat berdosa sekali sudah menjadi duri di dalam rumah tangga Bu Alma. Dia orang yang baik, dan juga tidak pelit. Apa aku salah melakukan semua ini? Hiks.. Aku ingin membuat keluarga ku bahagia, dan jika aku hamil lalu melahirkan pasti Bu Alma juga akan bahagia karena mempunyai anak.." Lisa menghapus air matanya.


Beberapa menit kemudian.


Romi berjalan menuruni anak tangga, dia sudah terlihat rapi.


"Apa Alma sudah pergi bekerja?" gumam Romi pelan sambil mengedarkan pandangan. "Aku juga tidak melihat Lisa," gumamnya lagi.


Romi berinisiatif untuk ke kamar Lisa.


Tok! tok!


Romi mengetuk pintu kamar Lisa.


Lisa yang baru saja merebahkan dirinya, langsung terbangun lagi. Dia berdiri dan berjalan menuju pintu kamar.


Cklek!


Pintu kamar terbuka.


"Pak.." sapa Lisa lirih sambil memegangi kepalanya.


"Kamu kenapa?" Romi memegang pundak Lisa dengan raut wajah khawatir.


"Gak tau Pak. Rasanya badan saya lemas banget, kepala saya juga pusing. Mungkin karena kelelahan dan masuk angin.." sahut Lisa.


"Apa Alma sudah pergi ke kantor?"


Lisa mengangguk. "Ibu berkata bahwa dia ada meeting pagi ini, makanya berangkat lebih awal."

__ADS_1


Romi menuntun Lisa masuk ke kamar. Dia mendudukkan Lisa di atas kasur.


"Kamu istirahat saja, jangan kecapean. Jika kamu kecapean seperti ini, maka kamu akan lama hamil nya." peringatan dari Romi.


Lisa hanya mengangguk saja. "Maaf Pak,''


"Ya sudah, jangan terlalu banyak pikiran. Saya berangkat ke kantor dulu," Romi mengelus lembut pucuk kepala Lisa.


"Hati-hati Pak," balas Lisa sebelum Romi pergi.


"Semoga benih ku cepat tertanam di sini," Romi mengelus perut rata milik Lisa.


Lisa hanya diam saja. Dia masih memikirkan tentang kebaikan Alma, dan kesalahannya yang dia lakukan kepada Alma.


Romi pergi dari kamar Lisa.


Di dalam kamar, Lisa hanya menangis memikirkan semua nya.






**TBC.


HAPPY READING..


SEE YOU NEXT PART, BYE...


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA ❤


TERIMAKASIH 🌹**

__ADS_1


__ADS_2