
Beberapa hari kemudian.
Weekend pun telah lewat, saat ini sudah hari selasa. Romi pun akhirnya pulang ke rumah.
Selama mengetahui kebusukan Romi, Alma tidak pernah tidur nyenyak. Dia selalu bertanya-tanya apa sebenarnya yang membuat sang suami berpaling seperti itu.
Deru mobil terdengar di halaman rumah. Alma berjalan menuju lantai bawah untuk menyambut suaminya, sebelum menanyakan hal perihal perselingkuhan.
Alma memang memutuskan tidak masuk kerja hari ini, kerja pun dia tidak fokus, hanya kebanyakan melamun dan terdiam.
Cklek!
Pintu rumah terbuka, dan terlihatlah Romi yang masuk ke dalam dengan menenteng dua paper bag.
"Sayang!! Aku pulang.." ujar Romi berjalan menuju sofa ruang tamu.
Alma menghampiri Romi, dan duduk di sebelah Romi.
"Mas.. Kamu bawa apa??"
"Aku bawain oleh-oleh buat kamu. Nih!" Romi menyodorkan dua paper bag itu ke hadapan Alma.
'Kamu pikir aku memang bodoh Mas? Ini pasti pilihan Ayu. Aku tidak sudi menerimanya!' batin Alma kesal.
Romi mengerutkan dahi, karena Alma tak kunjung mengambil paper bag yang dia berikan.
"Sayang, kamu kenapa?" Romi ingin menyentuh wajah Alma, tapi dengan cepat Alma menghindar.
"Katakan kamu dari mana Mas?" Alma sudah tidak sabar ingin mendengar jawaban dari mulut Romi.
Romi terkejut.
"Maksud kamu apa? Aku dari luar kota, baru pulang kerja Alma!"
Alma tersenyum sinis.
"Kerja? Kamu yakin ke luar kota itu ada urusan pekerjaan?? Bukankah kamu keluar kota untuk liburan bersama istrimu?"
Romi kaget mendengar apa yang Alma katakan.
"Kamu kan istriku! Jangan ngada-ngada deh Al.. Aku gak ngerti apa maksud kamu.."
__ADS_1
Alma berdiri dari duduknya, dia menatap Romi tajam.
"Mas.. Dulu kamu yang mengatakan bahwa aku pintar dan teliti. Karena itu kamu menaikkan jabatan ku. Jadi jangan sok pintar bersandiwara di hadapanku Mas, aku muak melihatnya!"
Romi menatap Alma dengan mata memerah. Dia juga bangkit dari duduknya.
"JADI KAMU MENUDUHKU?" Romi berbicara dengan sedikit berteriak.
Alma tertawa sumbar.
"AKU BUKAN MENUDUH MAS, MEMANG SUDAH ADA BUKTINYA BAHWA KAMU PERGI KELUAR KOTA BERSAMA DENGAN ISTRIMU!!" Alma pun tak kalah berteriak menjawab ucapan Romi. "Istri?? Jangan-jangan kamu dan Ayu??"
"CUKUP ALMA CUKUP! Kamu menuduhku tanpa bukti apapun."
'Ck! Bodohnya aku, kenapa aku tidak memotret Mas Romi dan Ayu saat berada di Mall?' Alma menggerutu sendiri dalam hati.
"Kenapa diam? MANA BUKTINYA ALMA MANA? JAWAB AKU!" Romi semakin membentak Alma. Entah karena dia malu, atau karena dia memang marah sebab Alma sudah mengetahui perselingkuhannya.
Lagi-lagi Alma terdiam, karena dia bingung harus berkata apa.
"Huh! Sudah ku duga kamu memfitnah dan mencurigai aku Alma. Aku capek!" Romi melemparkan paper bag yang berada di meja, lalu dia melangkahkan kaki menuju kamar.
"Untuk saat ini aku memang tidak punya bukti yang kuat Mas! Tapi aku tidak akan tinggal diam saja sampai aku bisa membongkar perselingkuhan kamu itu!" air mata menetes di pipi Alma. Dia tidak menyangka kehidupan rumah tangganya akan menjadi rumit seperti ini.
Alma mengambil ponsel yang berada di meja. Terlihat dia menghubungi seseorang sambil menghapus air matanya sendiri.
📲"Halo Al.." sapa seorang perempuan di sebrang telepon.
"Halo Yu.. Apa kita bisa ketemu? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucap Alma dengan nada biasa saja.
📲"Em.. Aduh, gimana ya Al. Aku baru pulang dari kampung halaman ku, dan rasanya badan ku lelah sekali." Ayu sengaja menghindar dari Alma.
"Yu please.. Aku butuh teman curhat! Cuma kamu yang bisa memberikan aku saran. Aku akan pergi ke rumahmu.."
📲"Rumah??" Ayu terdiam seperti sedang berpikir. Jika dia tidak memperbolehkan Alma kerumahnya, maka Alma pasti akan curiga, tapi jika dia memperbolehkan Alma datang ke rumahnya, dia takut jika Romi menemuinya nanti Alma akan membuntuti.
"Yu! Kok kamu diam aja? Halo.."
📲"Eh.. Aku tunggu kamu di cafe biasa. Kebetulan aku belum makan, jadi kita bisa makan siang bersama di cafe nanti." ujar Ayu berbohong.
Alma tersenyum miring.
__ADS_1
'Sudah ku duga!' batin Alma.
"Baiklah. 15menit lagi aku akan sampai di cafe yang dekat dengan rumah kamu."
Setelah mengucapkan bye, sambungan pun terputus.
Alma menggenggam erat ponselnya.
"Aku akan segera mengetahui kebusukan kalian berdua.." gumam Alma pelan.
Lalu dia pergi ke arah kamar guna mengambil tasnya. Dia tidak akan memperdulikan Romi terlebih dahulu, yang terpenting sekarang adalah memancing Ayu.
•
•
•
•
APA YANG AKAN ALMA LAKUKAN??
**TBC.
HAPPY READING GUYS..
SEE YOU NEXT PART..
JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..
TERIMAKASIH 😘**
∆
∆
∆
Apabila berkenan mampir ke karya temen Mom yuk 🤗
__ADS_1