
Alma dan Rendra sudah berada di rumah sakit.
"Ssh!! Sakit Mas.." lirih Alma mengelus perutnya.
"Sabar ya sayang.." Rendra mengusap telapak tangan Alma dengan lembut.
"Permisi!!" Dokter masuk ke dalam ruang rawat Alma.
"Permisi, Pak. Saya ingin memeriksa perkembangan pembukaan lahir bayi dulu." Dokter tersenyum sambil memakai sarung tangan khusus.
"Pembukaan sudah lengkap, Ibu hanya bisa mengejan ketika mendengar aba-aba dari saya.." ucap Dokter lembut.
Alma mengangguk patuh, keringat membasahi dahi Alma saat ini.
Rendra berdiri di samping ranjang seraya menggenggam tangan Alma. "Kamu harus kuat sayang. Bismillah,"
Alma mengangguk, sekarang sembelit di perutnya semakin menjadi.
Dokter sudah bersiap untuk membantu lahiran. "Sebelum memulai, ada beberapa hal yang di larang saat Ibu mengejan nanti." Dokter itu menjeda ucapannya.
"Pertama, Ibu tidak boleh mengangkat bokong karena dapat menyebabkan sobek ****** membesar. Kedua, jangan berteriak saat mengejan karena dapat menghabiskan tenaga. Ketiga, jangan menutup mata karena dapat menyebabkan tekanan pada mata. Keempat, jika Ibu bernafas tidak teratur maka akan sangat mudah kelelahan. Itu saja yang jangan dilakukan saat mengejan ya, Bu? Semoga paham" Dokter mulai melakukan proses lahiran. "Satu, dua, tiga. Dorong!!"
Alma mulai mengejan dengan sekuat tenaga, tak lupa dia menuruti setiap perintah sang Dokter.
"Ayo Bu sedikit lagi..." ucap Dokter memberi semangat, sementara Rendra terus berdoa dalam hati agar proses persalinan Alma lancar.
Alma mengambil nafas dalam lalu menghembuskan dan mengejan dengan panjang.
"Oek... Oek..." suara tangisan bayi memecah keheningan dan ketegangan di ruang rawat Alma.
"Hah..." nafas Alma terengah-engah.
"Alhamdulillah.." Rendra mengucap syukur karena sang bayi sudah lahir ke dunia.
Dokter membersihkan sisa-sisa darah yang masih berada di tubuh bayi Alma.
Rendra mengecup lembut kening Alma berulang kali. "Sayang.. Bayi kita sudah lahir,"
Alma meneteskan air mata bahagia. Akhirnya dia berhasil menjadi seorang Ibu, impiannya selama ini terwujud.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia, Mas.." Alma memeluk lengan Rendra penuh haru.
Rendra terus mengecupi wajah dan pucuk kepala Alma.
Dokter membawa bayi merah Alma ke ranjang. "Ini bayi Bapak dan Ibu. Sangat tampan, dan mirip seperti Ibunya." Dokter menyerahkan bayi itu ke dalam gendongan Alma. "Saya sarankan agar Ibu melakukan pengASIan dini kepada bayi Ibu." lanjut Dokter.
"Baik Dok," sahut Alma.
Alma menimang bayi nya dengan bahagia.
"Sini sayang, biar aku Adzan' i dulu.."
Alma menyerahkan bayi yang berada di dalam gendongannya kepada Rendra. Dan Rendra mulai mengadzani putra nya.
Setelah itu, Alma langsung menyusui bayinya. Terlihat bayi gembul dengan berat badan 3,8kg itu menyusu dengan lahap. Untung saja ASI Alma sudah keluar.
Cklek!
Pintu ruangan terbuka.
Mama Ani, Mama Rendra yaitu Sarah, dan Chika masuk ke dalam ruang rawat Alma. Mereka berjalan mendekat ke ranjang.
"Dedek Chi..." Chika menghambur ke pangkuan Rendra.
"Halo sayang..." ujar Rendra dan Alma bersamaan.
"Pa, ini dedek Chi kan??" Chika menatap bayi mungil yang sedang Alma gendong.
Rendra mengangguk diiringi senyum.
"Yeay asyik.. Chi punya dedek. Ntar dedek mau Chi ajakin main masakan, boneka.." celoteh Chika.
Alma hanya menggeleng dan tersenyum. "Sayang.. Adik Chi laki-laki. Masa mau di ajak main boneka," ujar Alma lembut.
"Gak jadi deh kalau gitu. Ntar kita main mobil' an aja ya dek??" Chika menyentuh pipi bayi mungil itu.
"Al, Ren, kalian sudah menyiapkan nama untuk cucu baru Mama??" ujar Sarah mengambil alih gendongan baby
Rendra dan Alma saling tatap, lalu mereka menganggukkan kepala secara bersamaan.
__ADS_1
"Raffasya Aditya Munandar, artinya kemilau hati seorang anak laki-laki yang selalu berdoa kepada Allah Swt. Untuk Munandar, itu adalah nama keturunan." sahut Rendra.
"Nama yang sangat bagus.." ucap Mama Ani sambil mengelus pipi baby R yang berada di gendongan Saraf.
"Halo Raffa cucu Nenek.." ucap Mama Ani bahagia.
Chika melompat dari pangkuan Rendra. Dia berlari ke arah Ani dan Sarah.
"Nenek, nenek.. Chi mau lihat dedek..",Chika menarik ujung baju Ani.
"Sini nenek gendong," Ani menggendong tubuh Chika. "Tuh, lihat dedek Chi.. Dia masih bobok," Ani menunjuk baby R sambil tersenyum.
Para nenek dan Chika sangat bahagia atas kehadiran Baby R. Begitupun dengan Rendra dan juga Alma yang sangat bahagia atas kelahiran putra mereka.
Rendra dan Alma berpelukan dari samping, mereka terus mengembangkan senyum sambil menatap wajah ceria keluarga mereka.
"Terimakasih untuk segalanya, sayang..." Rendra mengecup pucuk kepala Alma.
Alma mengangguk. "Sama-sama. Kamu seharusnya tidak perlu berterimakasih, Mas. Ini memang sudah rencana Allah untuk kehidupan kita berdua," Alma terus menatap keluarganya.
'Terimakasih ya Allah, akhirnya Engkau memberikan sebuah hal yang indah untuk setiap ujian yang aku jalani selama ini. Hamba sebagai umat mu hanya bisa berencana, tetapi Engkaulah yang berkehendak. Hamba percaya, setelah hujan pasti akan ada pelangi. Memang tidak selalu, tetapi hamba yakin Engkau selalu memberikan kejutan tak terduga kepada setiap umat-Mu..' batin Alma bersyukur, akhirnya penantian dirinya selama ini untuk menjadi Ibu dan melahirkan seorang anak telah tercapai.
***********TAMAT*******
HALO SEMUA SELAMAT MALAM.. TERIMAKASIH MOM OTHOR UCAPKAN UNTUK KALIAN SEMUA YANG SUDAH MENDUKUNG SETIAP KARYA MOM. UNTUK PARA PEMBACA SETIA, MOM OTHOR SANGAT-SANGAT BERTERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN SELAMA INI. TERIMAKASIH KARENA KALIAN SUDAH MAU MENGIKUTI PERJALANAN ALMAIDA HINGGA MENUJU PUNCAK KEBAHAGIAAN.. MOHON MAAF APABILA DI DALAM PENULISAN OTHOR ADA SALAH KATA, PERSAMAAN TEMPAT ATAU NAMA.. POKOKNYA TERIMAKASIH UNTUK KALIAN SEMUA.. YOU ALL THE BEST 😘😘😘. JANGAN LUPA TERUS IKUTIN SETIAP KARYA DARI MOM AL ❤***
**Bonus Visual
Hot Daddy yang mau olahraga.. Ajakin Neng dong bang 🙈.
Hot Mommy, Almaida 🌹🌹.
*****🌹🌹🌹***
MOM OTHOR MAU KASIH BONCHAP (BONUS CHAPTER) KIRA-KIRA CERITA SIAPA YANG KALIAN TUNGGU? JAWAB DI KOLOM KOMENTAR 😘😘.
__ADS_1
Papay.. 👋👋**