Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 73. PCA


__ADS_3

Akmal melajukan motornya dengan kecepatan maksimal. Dia berhenti di sebuah jembatan yang cukup sepi. Akmal turun dari motornya, dia berjalan ke arah pembatas jembatan. Akmal melihat ke bawah, betapa derasnya air di bawah sana. Dia melempar bunga yang berada di tangannya, lalu berteriak dengan kencang. " ALMAA!!! AKU MENCINTAIMUUUU!!!!!!!!!" Akmal meluapkan segala perasaannya.


Dia memegangi pembatas jembatan. "Kenapa aku selalu terlambat? Apa benar aku tidak berjodoh dengan Alma? Apa ini jawaban dari doaku tempo hari ya Allah, aku mengatakan jika aku tidak berjodoh dengan Alma maka jauhkanlah aku darinya, dan ternyata semua itu menjadi kenyataan.." ucap Akmal lirih. "Rasanya sesak sekali, sangat sesak.." Akmal memukul dadanya.


Dug!


Sebuah botol kaleng mendarat tepat di kepala Akmal. Akmal yang kala itu bersedih dan tertunduk langsung mendongakkan kepalanya. Dia menatap seorang wanita berhijab yang berdiri tak jauh dari dirinya saat ini. Akmal melihat kaleng di bawahnya, dia mengambil kaleng itu dan berjalan ke arah wanita yang sepertinya sedikit takut saat melihat tatapan tajam Akmal.


Wanita itu berbalik arah dan ingin kabur, tetapi Akmal dengan cepat menarik koper yang berada di dalam genggaman wanita tersebut.


"Mau kemana? Udah salah malah mau kabur!" bentak Akmal kasar.


Wanita itu pun memejamkan matanya sejenak, lalu menghembuskan nafas pelan agar menetralkan kegugupannya.


''Singkirkan tanganmu itu dari koper ku! Nanti koper ku bisa lecet." wanita tersebut menghempaskan tangan Akmal kasar.


Akmal menatap wanita itu sangat tajam sambil memegangi kaleng yang tadi mengenai kepalanya. Sang wanita pun berbalas menatap tatapan Akmal dengan biasa saja, tidak ada ketakutan atau kekhawatiran sedikitpun. Padahal jujur dihatinya dia saat ini sedang bingung harus bagaimana.






Di rumah Alma.


Rendra sudah pulang, dan Alma mengatakan bahwa butuh waktu untuk memikirkan tentang lamaran Rendra. Saat ini dia tengah berdiri di depan teras sambil memegangi ponselnya.


'Nomor yang anda tuju-'


Alma langsung mematikan sambungan telepon.


"Mas Akmal kok gak bisa dihubungi ya? Padahal kan janjinya dari pagi banget. Ini udah satu jam dia telat loh, biasanya juga gak pernah kayak begini." Alma menjadi risau.

__ADS_1


"Nak," Ani keluar dari dalam rumah menghampiri Alma.


Alma menoleh. "Mama..".


"Gimana? Udah bisa ponsel Akmal dihubungi?"


Alma menggeleng.


"Pasti sepupu kamu udah sampai bandara ini. Coba deh kamu telepon Tiara, dia udah di bandara belum?"


"Ya udah, Al coba telepon Tiara dulu ya, Ma?" Alma menekan nama kontak Tiara.


Tut tut tut


Panggilan terhubung.


"Halo, assalamualaikum Tiara. Kamu dimana? Udah di bandara kan?" Alma langsung bertanya.


📲"Halo, waalaikumsalam Mbak.. Aku udah keluar dari bandara, dan-"


Panggilan terputus.


Alma mengerutkan dahinya. "Kok mati?" Alma mencoba menelepon nomor Tiara lagi, tetapi tidak menerima panggilan.


"Ada apa nak?" Ani menjadi khawatir.


"Ini, Ma.. Sambungannya tiba-tiba terputus, padahal Tiara belum selesai ngomong. Dia juga udah keluar dari bandara, aku jadi khawatir.." Alma menggenggam erat ponselnya.


Ani pun ikut menjadi khawatir, " Aduh.. Gimana nak? Kamu susul aja Tiara sendirian naik taksi, gak usah nunggu Akmal. Kelamaan, Mama khawatir banget karena kan Tiara baru di kota ini."


Alma mengangguk. "Al ambil tas dulu, Ma.." Alma langsung masuk ke dalam dan mengambil tas jinjingnya.


Setelah itu, dia keluar dan berpamitan pada Ani. "Al pergi dulu ya, Ma? Assalamualaikum.


" Alma mencium takdzim punggung tangan Ani, dia juga mencium pipi sang Mama.

__ADS_1


"Hati-hati ya nak, bilang sama sopir taksinya jangan ngebut-ngebut!!" seru Ani memperingati sedikit berteriak.


"Iya, Ma!!" sahut Alma berteriak juga, karena saat ini dia sudah berada di dekat gerbang.


Tiara adalah anak dari adik kandung Mama Ani, dia berasal dari kota S. Dan datang ke kota J untuk membantu Alma berjualan di toko roti. Alma mengatakan bahwa dirinya keteteran dan butuh seseorang yang bisa membantunya, Mama Ani sudah tua jadi hanya duduk di kasir saja. Terkadang Alma bingung, mana yang membuat roti, mana yang menjaga toko. Tiara Andira, yang baru pulang merantau dari Singapore pun langsung setuju. Sebab dia juga sudah tidak adalagi kerjaan, maka dari itu dirinya memutuskan untuk pergi ke kota J guna membantu sang kakak sepupu.





**Selamat pagi Almaida 🌹🌹.




HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA..


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA 🌹.


TERIMAKASIH 🙏🏻😘.


LIKE!


VOTE!


KOMEN!


HADIAH/GIFT!


TAP FAVORIT NYA ❤

__ADS_1


PAPAY 👋👋**


__ADS_2