Perjalanan Cinta Almaida

Perjalanan Cinta Almaida
Bab 71. PCA


__ADS_3

Di pangkalan sate.


"Pak! Sate nya dua porsi ya?" Alma memesan sate.


"Siap neng!" ujar sang penjual sate.


Alma dan Akmal duduk di kursi.


"Mas! Aku mau minta maaf sama kamu tentang kejadian tadi siang.." ujar Alma saat mereka sudah duduk di kursi.


Akmal menaikkan sebelah alisnya. "Kejadian apa?"


"Karena aku tidak menghubungi mu, sampai kamu udah di rumah dan tidur-tidur," Alma menjadi segan kepada Akmal karena Akmal lah yang selalu membantunya.


Akmal terkekeh.


Sang penjual sate datang mengantarkan pesanan Alma. "Permisi, neng, Mas.." sate di letakkan di meja.


"Terimakasih," ujar Alma.


Sang penjual mengangguk lalu pergi dari meja Alma.


"Kamu gak perlu kayak gitu kali, Al. Ngapain juga minta maaf. Aku paham kamu sibuk, dan aku pulang karena aku ngeliat ada Rendra yang udah bantuin kamu," lanjut Akmal berbicara.


Alma hanya tersenyum simpul. "Ya sudah, lupakan. Ayo kita makan!" seru Alma tidak sabar untuk menyantap sate nya..


"Al! Aku ingin bertanya sesuatu pada mu," Akmal menatap wajah cantik Alma.


"Hm? Katakan.." sahut Alma dengan menyantap satenya.


"Kamu benar-benar belum ingin menikah lagi?" pertanyaan serius yang keluar dari bibir Akmal.


Alma menghentikan acara memakan satenya. Dia menenggak air putih dan menatap Akmal. "Aku sama sekali belum kepikiran untuk menikah lagi, Mas. Mungkin aku butuh waktu yang lama untuk menghilangkan rasa sakit yang masih tergores di hatiku ini."


"Kenapa Al? Semua laki-laki itu gak sama,"


"Entahlah. Hanya saja aku belum siap,"


Akmal hanya mengangguk lesu, dia tidak ingin memaksa Alma karena jika memaksa, Akmal yakin Alma perlahan akan menjauh darinya.


"Baiklah, kita lanjutkan makannya," ujar Akmal sambil tersenyum.


Mereka berdua memakan sate sambil mengobrol dan sekali-sekali bergurau.


'Aku tau kamu pasti berharap banyak padaku, Mas. Sebenarnya aku tidak ingin seperti ini, rasanya aku adalah pemberi harapan palsu untuk mu. Tapi aku juga gak mungkin menjauhi kamu hanya karena hal sepele. Huft! Apa yang harus aku lakukan ya Allah???' batin Alma bingung.


__ADS_1




Satu minggu kemudian.


Alma tengah berkutat dengan oven, tepung, dan juga mikser. Dia saat ini sedang meng' adon tepung guna membuat roti. Di toko Alma, yang paling laris adalah roti sobek cokelat, kelapa, dan srikaya. Terkadang Alma sampai harus membuat beberapa dus untuk di kirim ke luar kota.


Tok! tok! tok.


"Huft! Siapa sih?" Alma menoleh ke arah pintu tanpa membukanya.


Tok! tok! tok!


Pintu kembali di ketuk.


"SEBENTAR!!!!" teriak Alma dari arah dapur. Alma ingin membukakan pintu, tapi Alma melihat keadaan tangannya terlebih dahulu yang terbungkus sarung tangan plastik.


"Ck!" Alma berdecak kala dirinya tidak bisa meninggalkan tugasnya kali ini.


"Ma!!! MAMA!!!" teriak Alma.


Cklek!


Ani yang baru selesai mandi dan sudah berpakaian keluar dari kamarnya.


"Ma! Tolong bukain pintu dong. Dari tadi ada orang ketuk-ketuk pintu mulu tuh. Gak tau deh siapa, Al masih ngadon ini jadi gak bisa bukain," ucap Alma kala sang Mama sudah berada di dekatnya.


Ani hanya mengangguk. Dia berjalan ke arah pintu rumah.


Cklek!


Pintu pun dibuka.


"Nak Rendra? Chika," Ani menatap tamu nya.


"Hai Tante," sapa Rendra sambil mencium takdzim punggung tangan Ani, begitu pun Chika yang juga mencium punggung tangan Ani.


"Halo Oma cantik..." sapa Chika menggemaskan.


"Halo anak manis... Ayo masuk!" Ani mempersilahkan tamunya masuk.


Rendra dan Chika masuk ke dalam rumah.


"Em, Tante! Ini saya ada bawa buah untuk Tante," Rendra menyodorkan parsel pada Ani.


"Wah... Seharusnya gak perlu repot-repot begini, Nak'' ujar Ani sambil menerima parsel buah dari Rendra.

__ADS_1


"Gak pa-pa, Tante.." sahut Rendra di selingi senyum ramah.


"Terimakasih ya? Oh ya, kalian mau ketemu Alma kan? Dia ada di dapur, sedang meng' adon tepung," ujar Ani tau tujuan Rendra dan Chika datang ke rumahnya.


"Sayang.. Lihat, Oma bilang Tante Al masih sibuk.." Rendra berbicara pada Chika. Berhubung hari ini hari minggu, Chika terus merengek mengajak Rendra untuk pergi ke rumah Alma.


"Gak pa-pa dong, Pa! Kan Chi gak gangguin Tante. Ya kan Oma?" Chika mendongak menatap Ani.


"Benar sekali!" Ani tersenyum dan mengelus pucuk kepala Chika.


"Ayo, Pa..." Chika menarik tangan Rendra untuk pergi ke dapur.


Rendra hanya bisa pasrah, daripada sang putri menangis dan terus merengek.





**Ada yang mau bantuin Alma gak guys?? 🙈




TBC.


HAPPY READING..


SAMPAI JUMPA NANTI MALAM 🙏🏻🙏🏻.


JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK DAN DUKUNGANNYA..


TERIMAKASIH 😘


PEMBERITAHUAN!


MOHON MAAF OTHOR AKAN UP LAGI MALAM NANTI, KARENA SIANG INI SEDANG ADA ACARA 🙏🏻.


PAPAY.. 👋👋


**************


SAMBIL NUNGGU UP CERITA ALMAIDA, MAMPIR KE KARYA OTHOR KECE INI DULU YUK**.


__ADS_1


__ADS_2